Home / Hukum

Kamis, 20 November 2025 - 18:51 WIB

Tim Kejati Kalbar Geledah Empat Lokasi di Sintang

Tim Kejati (Kejaksaan Tinggi) Kalimantan Barat melakukan penggeledahan di empat lokasi di Kabupaten Sintang, Kamis (20/11/2025).

Tim Kejati (Kejaksaan Tinggi) Kalimantan Barat melakukan penggeledahan di empat lokasi di Kabupaten Sintang, Kamis (20/11/2025).

Sintang – Tim Kejati (Kejaksaan Tinggi) Kalimantan Barat melakukan penggeledahan di empat lokasi di Kabupaten Sintang, Kamis (20/11/2025).

Penggeledahan tim kejati Kalbar itu dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang untuk pembangunan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Petra Tahun Anggaran 2017 dan 2019.

Tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Kalbar melakukan penggeledahan mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Mereka menyita berbagai dokumen, perangkat elektronik, serta barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan penyimpangan penggunaan dana hibah pembangunan GKE Petra.

Kasi Penkum Kejati Kalbar, I Wayan Gedin Arianta SH MH menjelaskan, penggeledahan dilakukan di empat lokasi antara lain Rumah tersangka AS di Jalan Mangguk Serantung, Sintang, Kantor Sekretariat Kabupaten Sintang Bagian Kesra, Kantor BPKAD Sintang di Jalan Moh. Saat dan Sekretariat GKE Petra di Jalan PKP Mujahidin, Sintang.

Baca juga:  Duit Miliaran Raib, Best Profit Pontianak Disomasi

Dari kantor Kesra dan Sekretariat GKE Petra, penyidik mengamankan dokumen hibah, SK Bupati, laporan kegiatan, dan berkas pencairan. Di kantor BPKAD, tidak ditemukan dokumen yang dicari. Seluruh barang bukti dibawa ke Kejati Kalbar untuk dianalisis lebih lanjut.

“Penggeledahan dilakukan secara cermat dan profesional, disaksikan perwakilan setempat. Dari rumah tersangka AS, penyidik menyita dokumen sertifikat, AJB, buku tabungan, rekening koran, HP, stempel, dan dokumen lain,” kata Wayan.

Baca juga:  Dugaan Korupsi Rp27,3 Miliar, Kejari Geledah KPU Sumba Timur

Sejumlah barang bukti tambahan yang diperoleh terkait dugaan penyimpangan dana hibah pembangunan GKE Petra. Gereja tersebut menerima hibah sebesar Rp5 miliar pada 2017 dan Rp3 miliar pada 2019, namun ditemukan kekurangan volume pekerjaan pada 2017 serta laporan pertanggungjawaban fiktif pada 2019. Temuan tersebut diduga menimbulkan kerugian keuangan negara.

Kepala Kejati Kalbar, Dr. Emilwan Ridwan, SH, MH, menegaskan penggeledahan tersebut bagian dari komitmen penegakan hukum. “Tidak ada ruang bagi praktik korupsi. Setiap bukti akan diproses sesuai ketentuan hukum,” ujar Emilwan. [rdo]

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Gugatan pembakaran kapal ikan ilegal

Hukum

Kapal Ikan Ilegal Dibakar Massa, Penggugat Berbohong
Kejati Kalbar dan UPBU Rahadi Oesman Ketapang resmi menandatangani kerja sama penanganan masalah hukum perdata dan tata usaha negara.

Hukum

UPBU Ketapang & Kejati Kalbar Teken Kerja Sama Hukum Datun
Peta Lokasi Penemuan Mayat

Hukum

Bendahara KONI KKU Terbunuh di Bogor
Korupsi Pesawat PT Garuda

Hukum

Napi Kasus Suap, Tersangka Korupsi Pesawat
pontianak-times.co.id

Hukum

Kejari Singkawang Incar Tersangka Lain BPNT
pontianak-times.co.id

Hukum

Rp200 Juta Dana Nasabah BRI Pontianak Hilang
Penangkapan Judi Onli ePolres Kubu Raya

Hukum

Polisi di Kalbar Gerak Cepat Berantas Judi
Jaksa Agung dan Menkeu

Hukum

Kejaksaan dan Kemenkeu Tindak Pajak dan BC
error: Content is protected !!