Home / Hukum

Rabu, 7 Januari 2026 - 21:28 WIB

Mahasiswa Mempawah Desak Polda Kalbar Tangkap Pelaku Pencabulan Anak

Ketua Aliansi Mahasiswa Mempawah, Muslim.

Ketua Aliansi Mahasiswa Mempawah, Muslim.

Mempawah – Aliansi Mahasiswa Mempawah mendesak Polda Kalbar menangkap dua terduga pencabulan anak di bawah umur di Mempawah.

Dua terduga berinisial P dan R, merupakan kakek dan paman korban. Keduanya telah diaporkan melakukan tindakan asusila tersebut sejak akhir November 2025. Namun, hingga awal Januari 2026, belum ada tindakan penahanan yang dilakukan kepolisian.

Ketua Aliansi Mahasiswa Mempawah, Muslim, menilai lambannya proses hukum ini mencederai rasa keadilan masyarakat dan memperburuk trauma korban yang baru berusia 15 tahun.

“Laporan sudah masuk sejak 24 November 2025, tetapi sampai sekarang terduga pelaku masih bebas. Ini tidak sejalan dengan prinsip negara hukum dan sangat mengkhawatirkan,” ujar Muslim dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

Baca juga:  Kakek Pengedar Sabu di Selakau Ditangkap
Kejahatan Luar Biasa

Muslim menegaskan bahwa kekerasan seksual terhadap anak adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Menurutnya, penundaan penangkapan pelaku dapat membangun persepsi negatif publik terhadap kredibilitas aparat penegak hukum.

“Penegakan hukum tidak cukup berhenti pada pemeriksaan. Harus ada tindakan konkret. Penangkapan pelaku adalah langkah awal yang tidak bisa ditunda demi menjamin rasa aman korban,” tegasnya.

Ia menambahkan, penahanan kedua terduga pelaku sangat mendesak dilakukan untuk mencegah adanya intimidasi terhadap korban maupun potensi pengulangan tindak kejahatan serupa.

Ancaman Aksi Turun ke Jalan

Aliansi Mahasiswa Mempawah menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Muslim memperingatkan bahwa jika tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat, mahasiswa siap turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi.

Baca juga:  Polda Kalbar dan PDRM Bahas Kejahatan Perbatasan

“Kami berharap Polda Kalbar bertindak cepat. Namun jika kasus ini kembali stagnan, kami siap menyuarakan aspirasi melalui aksi damai dan konstitusional. Ini tanggung jawab moral kami untuk berdiri bersama korban,” kata Muslim.

Pihaknya menuntut agar pelaku dijerat dengan hukuman maksimal sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak yang berlaku di Indonesia.

“Negara tidak boleh kalah oleh kejahatan seksual. Penangkapan pelaku adalah harga mati untuk keadilan,” pungkasnya.

Penulis: Rizki Firnanda I Editor: Kisra Ramadani I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

pontianak-times.co.id

Hukum

Simpan Ekstasi, 3 Tersangka Ditangkap di Hotel
Foto ilustrasi pemeriksaan empat orang saksi dari Kementerian ESDM oleh penyidik Kejati Kalbar di Gedung Bundar Kejagung RI, Jumat (27/2/2026).

Hukum

Empat Saksi Kementerian ESDM Diperiksa Terkait Tambang Bauksit Kalbar
Sumastro usai sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Pontianak.

Hukum

LBH BN Kupas Berkas Dakwaan Korupsi HPL Singkawang
pontianak-times.co.id

Hukum

Kejari Singkawang Incar Tersangka Lain BPNT
Pamtas Yonif 645/Gardatama Yudha

Hukum

Pamtas Amankan Sabu 7,1 Kg di Bengkayang
M Chandra Djamaluddin

Hukum

Usut Unsur Korupsi Utang Pemkab Melawi
Eddy Tansil dan ilustrasi tumpukan uang Rp51,6 Miliar.

Hukum

Negara Rebut Kembali Aset Eddy Tansil Senilai Rp51,6 Miliar
Sidang vonis persetubuhan anak di bawah umur dengan terdakwa Herman, Anggota DPRD Singkawang, Rabu (21/5/2025)

Hukum

Oknum Anggota DPRD Singkawang Diganjar 12 Tahun Penjara
error: Content is protected !!