Sambas – Pesona eksotis Sajingan Besar di ujung utara Kabupaten Sambas, sungguh luar biasa. Lokasi dimana garis khatulistiwa memeluk perbukitan, tersembunyi sebuah permata yang masih terjaga keasriannya.
Kecamatan Sajingan Besar bukan sekadar titik koordinat di peta perbatasan Indonesia–Malaysia. Sajingan Besar adalah sebuah simfoni alam; perpaduan antara gemuruh air terjun, kejernihan sungai, dan kemegahan hutan tropis yang menanti untuk dijelajahi.
Bagi mereka yang jenuh dengan hiruk-pikuk kota, Sajingan Besar menawarkan kemewahan yang sulit ditemukan di tempat lain: ketenangan yang murni.
Perjalanan menyusuri Sajingan Besar takkan lengkap tanpa menginjakkan kaki di Desa Sanatab. Di sana, Riam Pancarek menyambut dengan udara sejuk yang menusuk pori. Air terjun ini bukan sekadar jatuhan air; ia adalah orkestra alam yang menenangkan. Suara gemericik air yang menghantam bebatuan menciptakan suasana magis yang mampu meluruhkan segala penat.
Tak jauh dari sana, mengalir Sunge Banong’k. Sungai ini seolah menjadi kolam renang alami yang disediakan Tuhan. Airnya jernih kristal, memantulkan hijau pepohonan di sekelilingnya. Pada akhir pekan, sungai ini menjadi ruang riuh rendah kebahagiaan bagi keluarga yang ingin berendam di bawah bayang-bayang pegunungan yang menjulang di kejauhan.
Jika ingin melihat “wajah” Sajingan Besar dari perspektif berbeda, cobalah mendaki Batu Kuran. Dari atas batu raksasa ini, sejauh mata memandang, yang tampak hanyalah hamparan hijau yang menyegarkan mata. Lokasinya yang strategis—berdekatan dengan Riam Pancarek—memungkinkan wisatawan mendapatkan paket lengkap: kesegaran air dan kemegahan panorama dalam satu helaan napas.
Bergerak ke Desa Kaliau, ada satu destinasi yang menjadi incaran para fotografer dan pemburu senyap: Riam Berasap. Nama ini bukan tanpa alasan.
Aliran air yang jatuh dari ketinggian menciptakan butiran uap lembut yang melayang di udara, menyerupai kabut atau asap tipis yang menyelimuti area sekitar. Suasana eksotis ini memberikan kesan misterius sekaligus romantis, menjadikannya lokasi ideal bagi mereka yang mencari petualangan autentik.
Modernitas di Garis Batas
Sajingan Besar tidak hanya soal rimba dan jeram. Di tengah balutan alam, berdiri megah Border Aruk (PLBN Aruk). Gerbang lintas negara ini kini telah bersolek menjadi destinasi wisata modern.
“Border Aruk bukan lagi sekadar pintu keluar-masuk negara, tapi sudah menjadi ikon kebanggaan. Ada food court dan banyak spot foto menarik yang membuat warga betah berlama-lama di sini,” ungkap salah satu pengunjung setempat.
| Destinasi Utama | Keunggulan | Lokasi |
| Riam Pancarek | Suasana tenang, udara sejuk pegunungan. | Desa Sanatab |
| Sunge Banong’k | Air jernih, aliran tenang, ramah keluarga. | Desa Sanatab |
| Riam Berasap | Efek kabut air yang eksotis dan unik. | Desa Kaliau |
| Batu Kuran | Viewpoint panorama hijau dari ketinggian. | Dekat Riam Pancarek |
| Border Aruk | Wisata modern, spot foto, dan kuliner. | Perbatasan RI-MLY |
Infrastruktur Kian Membaik
Dahulu, akses menuju keindahan ini mungkin terasa menantang. Namun kini, wajah infrastruktur di Sajingan Besar telah berubah drastis. Jalanan yang kian mulus memudahkan akses bagi wisatawan yang ingin mencicipi potongan surga di beranda negeri ini.
Dengan kekayaan alam yang melimpah dan kemudahan akses yang terus ditingkatkan, Sajingan Besar kini berdiri tegak sebagai destinasi unggulan baru di Kalimantan Barat. Ia adalah bukti nyata bahwa pesona di garis perbatasan tidak kalah berkilau dibandingkan destinasi populer lainnya di nusantara.
Penulis: Jaynudin I Editor: Kisra Ramadani | Update Berita, ikuti Google News


















