PONTIANAK – Listrik padam secara bergilir di beberapa wilayah. Persatuan Mahasiswa Melayu (PMM) mendesak transparansi di tubuh PLN UID Kalimantan Barat.
Ketua Umum PMM Kalimantan Barat, Ferdiansyah, Sabtu (4/7/2026) mengatakan pemadaman listrik telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, dunia usaha, hingga kegiatan rumah tangga.
Menurutnya, percepatan pemulihan harus berjalan seiring dengan penyampaian informasi yang terbuka, konsisten, dan mudah diakses agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.
“Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas, terbuka, dan tepat waktu. Kami mendesak PLN UID Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan transparansi dan tanggung jawab dalam menyampaikan perkembangan pemulihan. Jangan biarkan masyarakat terus menunggu tanpa kepastian,” ujar Ferdiansyah.
PMM Kalimantan Barat menilai keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Karena itu, PLN perlu menyampaikan pembaruan secara berkala mengenai kondisi sistem kelistrikan, wilayah yang masih terdampak, progres perbaikan, serta estimasi waktu normalisasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
PMM Kalimantan Barat juga menyampaikan lima tuntutan kepada PLN UID Kalimantan Barat, yakni menyampaikan perkembangan pemulihan sistem kelistrikan secara terbuka, berkala, dan mudah diakses masyarakat.
Selai itu, memberikan estimasi waktu normalisasi yang jelas serta memperbaruinya apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan. Menyampaikan informasi mengenai wilayah terdampak, progres perbaikan, dan langkah teknis yang sedang dilakukan.
“PLN juga harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan serta memaparkan langkah pencegahan agar gangguan serupa tidak terulang. Terpenting, membuka ruang dialog dan audiensi dengan masyarakat, mahasiswa, serta organisasi kepemudaan sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan publik,” kata Ferdiansyah.
Ferdiansyah menegaskan PMM Kalimantan Barat mendukung upaya PLN mempercepat pemulihan sistem kelistrikan. Namun, menurutnya, komunikasi publik yang baik menjadi faktor penting untuk mencegah kebingungan dan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami tidak hanya menunggu listrik kembali normal, tetapi juga menginginkan adanya kepastian, keterbukaan, dan komunikasi yang baik dari penyelenggara layanan publik. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui pelayanan yang profesional dan informasi yang transparan,” tegasnya.
Kawal Proses
PMM Kalimantan Barat berharap pemulihan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Kalimantan Barat dapat segera tuntas. Organisasi tersebut menyatakan akan terus mengawal proses penanganan pemadaman sebagai bentuk kepedulian terhadap hak masyarakat memperoleh pelayanan publik yang berkualitas.
Apabila PLN masih belum memberikan informasi yang memadai mengenai proses pemulihan, PMM Kalimantan Barat berencana mengajukan audiensi resmi untuk memperoleh penjelasan secara langsung sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat.
“Kami akan menempuh langkah tersebut secara dialogis, konstruktif, dan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Penulis: Muhammad Ridho I Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times


















