SAMBAS – Sebanyak tiga proyek strategis di Kabupaten Sambas segera terealisasi. Proyek tersebut meliputi Sekolah Rakyat, infrastruktur air bersih dan penanganan abrasa.
Kepastian terwujudnya proyek strategis itu setelah peninjauan lokasi, Sabtu (6/6/2026) oleh Bupati Sambas H Satono bersama Stafsus Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky.
Kunjungan tersebut melibatkan Tim Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas.
Peninjauan pertama berlangsung di lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Penakalan Sambas. Program ini bertujuan menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta mereka yang putus sekolah di Kabupaten Sambas.
Bupati Satono menegaskan, Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Pemerintah daerah terus mendorong percepatan seluruh tahapan administrasi agar pembangunan Sekolah Rakyat ini dapat segera berjalan sesuai rencana,” katanya.
Rombongan kemudian meninjau bangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) di Desa Sentalik, Kecamatan Sejangkung. Pemerintah daerah ingin memastikan kesiapan lokasi dan fasilitas infrastruktur air bersih agar memenuhi standar teknis serta mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Menurut Satono, pembangunan infrastruktur air bersih merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Fasilitas air bersih ini bukan sekadar pembangunan, tetapi investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin memastikan proyek ini memberikan manfaat maksimal bagi warga,” ujarnya.
Abrasi
Agenda peninjauan dilanjutkan ke Desa Arung Parak, Kecamatan Tangaran. Bupati Satono melihat langsung kondisi abrasi yang menggerus bibir pantai dan mengancam permukiman warga serta berbagai fasilitas umum.
Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat dan pemerintah desa mengenai abrasi yang semakin mendekati kawasan permukiman.
Bupati Satono memastikan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sambas akan berkolaborasi menangani persoalan tersebut melalui pembangunan beton pemecah ombak.
Menurutnya, langkah itu diharapkan mampu mengurangi risiko abrasi, melindungi kawasan permukiman, serta menjaga fungsi wilayah pesisir sebagai ruang publik dan penopang ketahanan pangan masyarakat.
Melalui peninjauan tiga proyek strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Sambas memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan sektor pendidikan, infrastruktur dasar, dan perlindungan kawasan pesisir guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.[im]
Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times



















