Pontianak – Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak (BEM Polnep) mengkritik rencana pembangunan Pendopo Bupati Mempawah Rp15 Miliar.
Ketua BEM Polnep, Muhammad Iqbal, Rabu (4/3/2026) menjelaskan pembangunan pendopo tersebut bukan kategori prioritas. Seharusnya dana Rp15 milar tersebut dialokasikan untuk sektor yang lebih mendesak.
“Masih banyak prioritas yang memerlukan penanganan antara lain persoalan pendidikan dan kebutuhan dasar masyarakat. Masih banyak fasilitas publik di Mempawah yang memerlukan perbaikan serius,” kata Muhammad Iqbal.
Mahasiswa asal Kecamatan Sungai Kunyit mempawah ini merinci soal fasilitas publik yang memerlukan penanganan cepat dan serius yakni Stadion Opu Daeng Manambon. “Stadion itu lebih layak mendapatkan renovasi dibanding membangun pendopo baru,” kata Iqbal.
Stadion, lanjut Iqbal, memiliki dampak langsung bagi pengembangan minat dan bakat generasi muda di Mempawah.
Ia menegaskan BEM Polnep akan menjalankan fungsi kontrol sosial secara total jika pembangunan tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
“Kami dari BEM Polnep akan mengkritisi habis-habisan jika pembangunan ini tidak berdampak pada masyarakat. Kami tidak ingin rakyat hanya menjadi penonton dalam kebijakan daerah,” tegasnya.
Desak Legislatif
Selain mengkritik pihak eksekutif, Iqbal juga mendesak pihak DPRD Mempawah untuk menjalankan fungsinya dalam bidang legislasi, budgetting dan pengawasan. Dengan fungsi itu, maka DPRD selalu mengawal setiap proses pengambilan kebijakan di Kabupaten Mempawah.
“Legislatif harus benar-benar menjalankan fungsi pengawasan, bukan hanya diam. Setiap kebijakan perlu melbatkan partisipasi publik, termasuk masyarakat danmahasiswa,” kata Iqbal seraya mengajak seluruh mahasiswa asal Kabupaten Mempawah untuk mengawal setiap kebijakan agar tepat sasaran.[in]
Update Berita, ikuti Google News



















