Sambas – Jembatan Dusun Matang Putus, Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh kini dalam kondisi kritis. Kejadian terus terulang akibat masalh abrasi tak ditangani.
Kondisi terbaru, Jumat (9/1/2026), Jembatan Matang Putus yang menjadi akses utama penghubung antar-kecamatan tersebut terancam ambruk. Kondisi ini akibat abrasi ekstrem yang dipicu pasang laut dan angin kencang sejak awal Januari 2026.
Akhmad, warga setempat, melaporkan hantaman ombak telah mengikis fondasi jembatan hingga menyebabkan penurunan struktur. “Ini akses utama warga dari Tangaran menuju Paloh. Kondisinya sangat mengkhawatirkan dan membahayakan pengendara,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Sehan A. Rahman, mendesak pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Barat untuk segera turun tangan.
Menurut Sehan, pembangunan penahan ombak harus menjadi prioritas APBN 2026. Kondisi ini terjadi setiap tahun dan skala kerusakannya besar.
“Kami berharap BWS dan kementerian terkait segera merealisasikan pembangunan tanggul abrasi demi menyelamatkan infrastruktur vital ini,” tegas Sehan.
Selain mengancam jembatan, luapan air laut juga dilaporkan telah merendam lahan persawahan dan merusak sejumlah lapak UMKM di pesisir Pantai Matang Danau.
Penulis: Muhammad Ridho I Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News


















