Home / Hukum

Kamis, 18 Mei 2023 - 14:18 WIB

Johnny Ditahan Jaksa, Negara Rugi Rp8 T

Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informasi memakai baju tahan Kejagung RI dan ditahan di Rutan Salemba, Rabu (17/5/2023)

Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informasi memakai baju tahan Kejagung RI dan ditahan di Rutan Salemba, Rabu (17/5/2023)

Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Johnny G Plate ditahan Kejaksaan Agung dalam dugaan korupsi proyek pembangunan Base Transceiver Station (BTS) sebesar Rp8 Triliun.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan setelah evaluasi, kai simpulkan telah terdapat cukup bukti. Yang bersangkutan terlibat dalam dugaan korupsi, tentunya selaku pengguna anggaran dan selaku menteri,” kata Kuntadi, Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung RI, Rabu (17/5/2023) malam.

Dalam siaran pers Kejaksaan Agung, Kuntadi menjelaskan dari hasil pemeriksaan tersebut, tim penyidik telah meningkatkan status Johnny dari saksi menjadi tersangka. Kemudian dilakukan tindakan penahan 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Salemba.

“Kami saat ini juga melakukan penggeledahan di rumah yang bersangkutan di rumah dinas Menkominfo dan kantor Kominfo. Dari hasil pemeriksaan nanti akan pendalaman lebih lanjut, apakah masih bisa dikembangkan atau tidak,” ujar Kuntadi.

Sebelum penahanan itu, penyidik melakukan pemeriksaan kepada tujuh orang dan satu tersangka sudah ditahan, sedangkan enam orang lainnya masih dalam pemeriksaan.

Kasus korupsi yang menyeret menteri dari Partai Nasdem ini terkait proyek penyediaan infrastruktur BTS 4G infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, 5 Bakti Kominfo tahun 2020-2022.

Terkait kerugian negara, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh dalam konferensi pers itu menjelaskan hasil perhitungan jumlah kerugian keuangan negara tersebut diserahkan ke Kejaksaan Agung. Total kerugian negara sebesar Rp8.032.084.133.795.

“Kami telah menyampaikan kepada pak Jaksa Agung dan kami menyimpulkan terdapat kerugian keuangan negara,” kata Yusuf Ateh.

Kerugian keuangan negara meliputi biaya kegiatan penyusunan kajian pendukung, markup harga, dan pembayaran BTS yang belum terbangun. Selain Johnny, lima tersangka lainnya adalah AAL (Direktur Utama Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika), GMS (Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia), YS (Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia), MA (Account Director of Integrated Account Department PT Huawei Tech Investment) dan IH (Komisaris PT Solitech Media Sinergy).

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, Follow Google News

Share :

Baca Juga

Presiden Joko Widodo

Hukum

Jokowi Sindir Polisi Bergaya Hidup Mewah
Simbolis penyerahan remisi

Hukum

3.865 Napi Kalbar Mendapatkan Remisi
Bunuh Mertua di Sambas

Hukum

Pelaku Kabur Usai Bunuh Mertua di Semelagi Sambas
Silaturrahim Polda Kalbar dan PDRM Malaysia

Hukum

Polda Kalbar dan PDRM Bahas Kejahatan Perbatasan
Talkshow HANI 2022 Kemenkumham

Hukum

88 Jalur Narkoba Internasional di Kalbar
pontianak-times.co.id

Hukum

Oknum BKD Pontianak Diganjar Sanksi Berat
Joni Isnaini

Hukum

Awal Vonis Bebas, Joni Diganjar MA 6 Tahun
Jaksa Agung dan Menkeu

Hukum

Kejaksaan dan Kemenkeu Tindak Pajak dan BC
error: Content is protected !!