Home / Hukum

Selasa, 14 Februari 2023 - 16:49 WIB

Salam Metal Kuat Ma’ruf Usai Vonis 15 Tahun

Gaya Kuat Ma'ruf mengacungkan jarinya pertanda Sarangheyo kepada pengunjung sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2023)

Gaya Kuat Ma'ruf mengacungkan jarinya pertanda Sarangheyo kepada pengunjung sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2023)

Jakarta. Kuat Ma’ruf, terdakwa pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat mengacungkan tiga jari pertanda salam metal usai dirinya divonsi 15 tahun penjari oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2023).

Kuat merupakan asisten rumah tangga (ART), sekaligus sopir pribadi Ferdy Sambo. Ia memberikan salam metal kepada majelis hakim yang hendak meninggalkan meja persidangan usai sidang ditutup. Gaya nyeleneh Kuat, juga ditujukan kepada pengunjung sidang dengan menunjukkan simbol tangan ‘sarangheyo’.

Tingkah Kuat Ma’ruf diluar kebiasaan para terdakwa umumnya ini, memang telah menjadi catatan tersendiri majelis hakim yang diketuai Wahyu Imam Wibowo.

Dalam proses pemeriksaannya sebagai terdakwa, Kuat kerap tidak sopan dan sering menjadi bahan tertawaan pengunjung sidang. Kuat juga berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan. Sangat wajar jika majelis hakim memasukan hal yang memberatkan dalam pertimbangannya.

“Menyatakan terdakwa Kuat Ma’ruf terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan pembunuhan berencana. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Kuat Ma’ruf 15 tahun penjara,” kata hakim ketua saat membacakan amar putusan.

Kuat dinyatakan bersalah melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Hakim menyatakan tak ada alasan pembenar dan pemaaf atas perbuatan Kuat Ma’ruf.

Terdakwa lain dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua yakni Ricky Rizal diganjar vonis hukuman penjara 13 tahun. Ricky terbukti turut serta dalam pembunuhan tersebut. Hal yang memberatkan, terdakwa berbelit-beit dan menyulitkan persidangan, mencoreng institusi kepolisian.

Hal yang meringankan Ricky, memiliki tanggungan keluarga dan usianya yang muda sehingga memiliki peluang untuk memperbaiki perilakunya di kemudian hari.

Dalam sidang sebelumnya, Ferdy Sambo divonis hukuman mati. Sedangkan istrinya, Putri Candrawathi mendapat vonis 20 tahun penjara. Tersisa vonis untuk terdakwa Richard Eliezer yang akan menghadapi sidang putusan, Rabu (14/2/2023).

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Korban pengeroyokan singkawang

Hukum

Korban Pengeroyokan Singkawang Meninggal
Bunuh Mertua di Sambas

Hukum

Pelaku Kabur Usai Bunuh Mertua di Semelagi Sambas
pontianak-times.co.id

Hukum

Kalbar Segera Memiliki Lapas Narkotika
AP Hasanuddin

Hukum

Peneliti BRIN Ancam Bunuh Ditangkap
Bangunan BP2TD

Hukum

Ria Norsan Dalam Pusaran Kasus BP2TD
HS Direktur PT PNN

Hukum

HS Tersandung Proyek Stadion Mandala Krida
Oknum Anggota Dewan

Hukum

Antre BBM, Anggota Dewan Aniaya Perempuan
Ika Yusanti

Hukum

Ini Solusi Penjara Dipenuhi Napi Narkoba
error: Content is protected !!