Home / Hukum

Kamis, 15 Mei 2025 - 18:54 WIB

Ribuan Kosmetik Ilegal Asal Malaysia dan Filipina Dimusnahkan

Pemusnahan kosmetik ilegal di belakang Mapolres Sambas, Kamis (15/5/2025)

Pemusnahan kosmetik ilegal di belakang Mapolres Sambas, Kamis (15/5/2025)

Sambas. Ribuan kosmetik ilegal asal Malaysia dan Filipina yang mengandung zat berbahaya dimusnahkan dengan cara dibakar, Kamis (15/5/2025) pagi di belakang Mapolres Sambas.

Pemusnahan ribuan kosmetik ini setelah melalui uji sampel oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak. Pemusnahan dipimpin Wakapolres Sambas, Kompol Hoerrudin didampingi Kasat Reskrim Polres Sambas AKP Rahmad Kartono.

Hadir dalam acara pemusnahan ini adalah pihak BPOM, Kejaksaan Negeri Sambas, Bea Cukai, dan instansi terkait.

Wakapolres Sambas, Kompol Hoerrudin, mengatakan barang bukti kosmetik ilegal tersebut telah diuji sampel dan mengandung Asam Retinoat dan Hidroquinon Positif, yang bersifat terlarang dan dilarang untuk diedarkan.

Baca juga:  Dimusnahkan, Ini Merek Kosmetik Berbahaya

Hoerrudin menjelaskan kosmetik ilegal yang dimusnahkan terdiri dari 11 kotak styrofoam dengan total 4.970 buah. “Kosmetik ilegal ini berbahaya bagi kesehatan karena mengandung zat yang tidak seharusnya digunakan dalam produk kecantikan,” ujarnya.

Hoerrudin menjelaskan tersangka dalam kasus ini terancam hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar karena melanggar Undang-Undang Kesehatan.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memeriksa kosmetik sebelum membelinya, karena produk yang terlihat bagus dari luar belum tentu aman digunakan. “Semoga dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan produk yang aman dan berkualitas,” jelasnya.

Baca juga:  Penyuap Gubernur Papua Masuk Rutan KPK

Sebelumnya, ribuan kosmetik ilegal asal Filipina dan Malaysia tersebut berhasil digagalkan oleh Satreskrim Polres Sambas di kawasan perbatasan Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

Tersangka IA (39) ditangkap saat membawa kosmetik ilegal dari jalur tikus perbatasan Malaysia menuju Paloh-Indonesia. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 11 kotak stirofoam berisi total 4.970 produk kosmetik ilegal.

Penulis: Jaynudin I Editor: R. Rido Ibnu Syahrie

Update Berita, ikuti Google News 

Share :

Baca Juga

PU Kejari Samosir menghadirkan tiga ahli dalam sidang dugaan korupsi bantuan ekonomi korban banjir bandang Samosir 2024, Senin (14/9/2026) di Pengadilan Tipikor Medan.

Hukum

JPU Hadirkan Tiga Ahli di Sidang Korupsi Bantuan Banjir Samosir
Syariful Hamzah Direktur Utama Perusahaan Daerah Aneka Usaha.

Hukum

Kasus Perusda Aneka Usaha 2018, Syariful Belum Dirut
Divisi Pemasyarakatan Kumham Kalbar

Hukum

Sidang TPP Usul Mutasi Narapidana Kalbar
BP2TD Mempawah

Hukum

Kasus BP2TD yang Melibatkan Norsan Dilimpahkan
Nelayan Kalbar

Hukum

Proses Hukum 3 Kapal Pencuri Ikan di Perairan Kalbar Dipertanyakan
pontianak-times.co.id

Hukum

Yasonna: Lapas Jadi Pasar Narkoba
Kakanwil dan Kadiv Pemasyarakatan

Hukum

Lapas dan Rutan di Kalbar Over Kapasitas
L Bin DL pembunuh mertua di Sambas

Hukum

Pembunuh Mertua Terancam 15 Tahun Penjara
error: Content is protected !!