Home / Hukum

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:27 WIB

Dua Tersangka Korupsi APBDes Sintang Diserahkan ke Jaksa

Proses penyerahan tersangka dan barang bukti korupsi APBDes dua desa di Kabupaten Sintang, Rabu (25/2/2026) di Kantor Kejati Kalbar.

Proses penyerahan tersangka dan barang bukti korupsi APBDes dua desa di Kabupaten Sintang, Rabu (25/2/2026) di Kantor Kejati Kalbar.

Pontianak – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) perkara dugaan tindak pidana korupsi kepada Penuntut Umum Kejari Sintang.

Proses penyerahan dilakukan di Kantor Kejati Kalbar, Rabu (25/2/2026), setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 sejak akhir Januari lalu.

Dua tersangka yang dilimpahkan berasal dari kasus berbeda. Tersangka pertama, Hendrikus Mada, diduga menyelewengkan APBDes Tinum Baru, Kecamatan Tempunak, tahun anggaran 2022-2024.

Berdasarkan audit, perbuatannya merugikan negara sebesar Rp834,5 juta. Meski telah dikembalikan sebagian, sisa kerugian negara masih mencapai Rp692,9 juta.

Sementara tersangka kedua, Kereng, terjerat kasus korupsi APBDes Nanga Segulang, Kecamatan Serawai, periode 2016-2018. Nilai kerugian negara dalam kasus ini jauh lebih besar, yakni mencapai Rp1,3 miliar.

Baca juga:  Tim Gabungan Sergap HR Bawa 7,5 Ons Sabu

Modus operandi yang digunakan para tersangka meliputi penyimpangan kegiatan fisik dan nonfisik, penggelembungan anggaran (mark-up), hingga pembuatan laporan pertanggungjawaban fiktif yang tidak sesuai dengan realisasi di lapangan.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 603 dan/atau Pasal 604 KUHP RI Nomor 1 Tahun 2023, serta Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasi Penkum Kejati Kalbar, I Wayan Gedin Arianta, menegaskan bahwa dengan penyerahan ini, tanggung jawab penahanan kini beralih ke Penuntut Umum. “Dalam waktu dekat, perkara akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan,” ujar Wayan.

Baca juga:  Begal Celurit di Sambas Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Komitmen

Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Taufik Effendi, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas penyelewengan dana desa. Ia menyebut dana tersebut adalah hak masyarakat untuk pembangunan.

“Ketika anggaran itu diselewengkan, yang dirampas bukan hanya uang negara, tetapi juga masa depan warga desa,” tegas Taufik.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi perangkat desa lainnya agar memperketat pengawasan pengelolaan anggaran publik guna menghindari praktik lancung yang merugikan masyarakat luas.

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Advokat Herawan Utoro

Hukum

Herawan Ajukan Pra Peradilan Kasus Tanah Bank Kalbar
Pemusnahan kosmetik ilegal di belakang Mapolres Sambas, Kamis (15/5/2025)

Hukum

Ribuan Kosmetik Ilegal Asal Malaysia dan Filipina Dimusnahkan
pontianak-times.co.id

Hukum

Kalbar Segera Memiliki Lapas Narkotika
Jaksa tangkap Kades Lorong

Hukum

Kejaksaan Sambas Tahan Kades Lorong
Warga pemilik lahan sengketa PT SEC dan PT MI bersama Kades Lubuk Dagang, Su'aib membantah pernyataan Humas PT SEC di Kantor Desa Lubuk Dagang, Selasa (1/7/2025)

Hukum

PT SEC Putar Balik Fakta Demi Rampas Lahan Sawit
Ika Yusanti

Hukum

Napi Pengadu Domba, Perketat Zero Halinar
Pelaku pembunuh mertua

Hukum

Pembunuh Mertua di Semelagi Dibekuk Polisi
CU Panca Mitra

Hukum

Walikota TCM Jadi Anggota CU Bermasalah
error: Content is protected !!