Home / Hukum

Senin, 5 Mei 2025 - 16:33 WIB

Singkawang Darurat Judi Tembak Ikan, Mana Respons Aparat?

Syarifuddin, Praktisi Hukum yang juga anggota Persatuan Advokat Indonesia (Peradi)

Syarifuddin, Praktisi Hukum yang juga anggota Persatuan Advokat Indonesia (Peradi)

Singkawang. Telah beroperasi bertahun-tahun, namun belum ada tindakan aparat hukum. Singkawang darurat judi jenis ketangkasan permainan Tembak Ikan.

“Perjudian jangan sampai ada pembiaran dari aparat penegak hukum. Kalau dibiarkan berlarut larut, maka dampak negatifnya sangat besar dan akan merusak berbagai sendi kehidupan,” kata Syarifuddin SH SHI MH MSi, Pengamat Hukum kepada wartawan, Senin (5/5/2025).

Pernyataan Syarifuddin yang juga anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini terkait maraknya perjudian di Kota Singkawang. Lokasi perjudian tembak ikan itu berada di kawasan Jalan Kridasana Singkawang dan Jalan Tani Singkawang.

Memang sempat dilakukan penggerbekan ketika beroperasi di bulan puasa, dan sekarang kembali beroperasi. Pemilik lokasi perjudian itu ada yang berkewarganegaraan Malaysia. Selain itu terdapat bos judi berinisial Aw dan Asg.

Keduanya merupakan bos judi jaringan Singkawang dan Sambas, tersebar di empat kecamatan, Selakau, Pemangkat, Tebas, dan Jawai. Mereka menunjuk beberapa orang koordinator di setiap lokasi perjudian tersebut.

“Aparat penegak hukum, khususnya kepolisian yang dalam hal ini wilayah hukum Polres Singkawang, jangan sampai menutup mata. Segera tindak tegas dan proses hukum,” kata Syafaruddin seraya menyebut perjudian telah jelas dilarang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, serta Pasal 303 KUHP, yang mengatur sanksi pidana bagi pelaku perjudian.

Baca juga:  Presiden Persilakan Usul Ganti Nama Kijing

Fakta di lapangan, kata Syafaruddin, menunjukkan aparat penegak hukum terkesan mengabaikan larangan ini. Bahkan, ada dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam melindungi operasi perjudian tersebut.

“Hal ini bertentangan dengan arahan tegas dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang melarang keras segala bentuk perjudian di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat berharap jika Polres Singkawang tak mampu bertindak, maka pihak Polda Kalbar dapat melakukan tindakan. “Judi dalam berbagai perspektif telah nyata dilarang,” tegas dia.

Ia menjabarkan dari sisi agama, banyak agama melarang judi karena dianggap merusak moralitas dan dapat menyebabkan masalah ekonomi.  Dari sisi hukum positif, juga sudah jelas.

“Judi juga dianggap merusak ketertiban umum dan dapat menyebabkan masalah sosial. Judi menyebabkan ketergantungan dan memiliki dampak negatif pada kehidupan individu dan keluarga. Termasuk judi online,” kata Syarifuddin.

Baca juga:  Unggulan Edi Kamtono di 2023, Apa Saja?

Sementara itu, DPW Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Provinsi Kalimantan Barat telah melayangkan surat kepada Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto SIK MH. Surat itu terkait audiensi penanganan 8 kasus yang menjadi atensi Kapolri, salah satu perjudian.

“Selain perjudian, terdapat penanganan kasus yang kami pertanyakan antara lain penyaluran BBM Subsidi, Pertambangan Emas Tanpa Izin, investasi bodong dan kasus pertanahan. Juga terdapat kasus BP2TD Mempawah yang masih menjadi tunggakan satu berkas sisanya,” kata Syafarudin Delvin, Ketua DPW IWOI Kalbar.

Data Polda Kalbar dari 2022-2025, khusus judi online terdapat 10 Laporan Polisi (LP) di tahun 2022 dan telah selesai proses hukum. 2023 sebanyak 1 LP, 2024 sebanyak 9 LP dan di tahun 2025 hingga April sebanyak 3 LP. Keseluruhannya telah selesai pelimpahan tahap II.[ind/tim]

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Perdagangan Manusia

Hukum

Korban Perdagangan Manusia Terus Meningkat
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, DR MAsyhudi SH MH didampingi Asisten Intelijen Kajati Kalbar, Taliwondo SH MH

Hukum

Buron 5 Tahun, Ditangkap di Batam
pontianak-times.co.id

Hukum

Marolop Sijabat Ditangkap Tim Tabur Kejati Kalbar
Penambangan Emas Tanpa Izin

Hukum

Genderang Perang Kapolda untuk Pelaku PETI di Kalbar
Nur Handayani dan penggantinya, Imang Job Marsudi.

Hukum

Kajari Singkawang Nur Handayani Diganti Saat Tsunami Proses Hukum
Sumastro, Sekda Singkawang dan Walikota Tjhai Chui Mie.

Hukum

Ada Fakta Alternatif 4 di Kasus Sumastro Singkawang
Jaksa Agung dan Menkeu

Hukum

Kejaksaan dan Kemenkeu Tindak Pajak dan BC
J, seorang paman di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat diduga berbuat cabul terhadap keponakannya yang masih di bawah umur.

Hukum

Paman Cabul di Tebas Terancam 10 Tahun Penjara
error: Content is protected !!