Home / Hukum

Kamis, 23 Juni 2022 - 22:51 WIB

KPK Tambah 2 Tersangka PEN Kolaka Timur

Nurul Ghufron, Komisioner KPK-RI memberikan keterangan pers di Gedung KPK Jalan Kuningan, Kamis (23/6/2022). Foto: Capture Kanal Youtube KPK

Nurul Ghufron, Komisioner KPK-RI memberikan keterangan pers di Gedung KPK Jalan Kuningan, Kamis (23/6/2022). Foto: Capture Kanal Youtube KPK

Jakarta. Setelah menetapkan dan menahan 3 tersangka korupsi pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kabupaten Kolaka Timur, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan 2 tersangka baru dalam kasus tersebut, Kamis (23/6/2022).

Kedua tersangka baru itu adalah Sukarman Loke (SL) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Muna, dan pihak swasta yang juga adik kandung Bupati Muna LM Rusdianto Emba (LMRE).

Sebelumnya, KPK menahan mantan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri M Ardian Noervianto, Rabu (2/2/2022). Penahanan ini setelah penetapan tiga tersangka dalam kasus dana PEN Kolaka Timur Tahun 2021.

Para tersangka itu adalah Bupati Kolaka Timur periode 2021-2026 Andi Merya Nur (AMN), M Ardian Noervianto (MAN) dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Laode M Syukur Akbar (LMSA).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers di Gedung KPK Jalan Kuningan, Kamis (23/6/2022) menjelaskan dari hasil pengumpulan berbagai informasi dan data kemudian menemukan bukti permulaan yang cukup. KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke penyidikan.

Baca juga:  Tersangka Pembunuh di Jelutung Peragakan 31 Adegan Rekonstruksi

Dari informasi SL, yang memiliki kedekatan dengan MAN adalah LMSA karena pernah menjadi  teman seangkatan di STPDN.

AMN mempercayakan LMRE dan SK untuk menyiapkan seluruh kelengkapan administrasi pengusulan pinjaman dana PEN yang diajukan ke kementerian keuangan senilai Rp350 Miliar. SL dan LMRE menjadi perantara suap dari  AMN sebesar Rp2,4 Miliar kepada MAN melalui transfer rekening bank dan penyerahan secara tunai.

“Atas pembantuannya tersebut, keduanya diduga menerima sejumlah uang dari AMN melalui LMRE sekitar Rp750 juta,” kata Nurul Ghufron.

SL dan LMSA  turut serta membantu mengurus pengajuan dana PEN untuk Kabupaten Kolaka Timur. Rusdianto Emba berperan membantu Andi Merya Nur untuk pengusulan tambahan dana kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kolaka Timur.

Baca juga:  Adik Bupati Muna Pemberi Suap Ditahan KPK

“LMRE selanjutnya menjalin komunikasi dengan SL yang menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Muna di mana memiliki banyak kenalan di pemerintah pusat,” kata Nurul Ghufron.

SL kemudian melanjutkan komunikasi tersebut kepada LMSA. Saat itu Pemkab Muna juga sedang mengajukan pinjaman dana PEN. SL, Andi Merya Nur dan LMRE bertemu membahas persiapan pengusulan dana PEN Kolaka Timur.

SL, LMRE, dan LMSA kemudian aktif mempertemukan Andi Merya Nur dengan Ardian Noervianto yang waktu itu menjabat sebagai mantan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri. Ardian berperan memuluskan dana PEN untuk Kolaka Timur. Mereka akhirnya bertemu di Jakarta dan menghasilkan kesepakatan jahat.

Penulis: Dwi Agma Hidayah

Share :

Baca Juga

H Subhan Nur mengunjungi lokasi perkebuna PT SEC.

Hukum

PT SEC Rampas Aset Pemkab dan Lahan Warga
Ketua Tim Investigasi DPP LPK Kalbar Wahyudi

Hukum

LPK Kalbar Dukung Vonis Bebas 4 Nelayan Kalbar
pontianak-times.co.id

Hukum

BRI Pontianak Ganti Uang Nasabah Hilang
Kuat Ma'ruf

Hukum

Salam Metal Kuat Ma’ruf Usai Vonis 15 Tahun
pontianak-times.co.id

Hukum

Kalbar Segera Memiliki Lapas Narkotika
Pengrusakan makam tionghoa

Hukum

Resmob Tangkap 3 Terduga Perusak Makam Tionghoa
pontianak-times.co.id

Hukum

Apa Hasil Polda Kalbar Selama Tahun 2021
pontianak-times.co.id

Hukum

Asong Bebas, Kembali Terbelit Soal Paspor
error: Content is protected !!