Home / Hukum

Kamis, 3 Februari 2022 - 21:22 WIB

KPK Tahan Penerima Rp3 Miliar Urus Dana PEN

Alexander Marwati memberikan penjelasan konstruksi hukum atas penahanan mantan Dirjen Bina Keuangan Kemendagri, Rabu (2/2/2022). Foto: Capture Chanel Youtube KPK

Alexander Marwati memberikan penjelasan konstruksi hukum atas penahanan mantan Dirjen Bina Keuangan Kemendagri, Rabu (2/2/2022). Foto: Capture Chanel Youtube KPK

Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri M Ardian Noervianto terkait dugaan korupsi dana PEN, Rabu (2/2/2022)

Penahanan ini setelah penetapan tiga tersangka dalam kasus dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kabupaten Kolaka Timur Tahun 2021. Para tersangka itu adalah Bupati Kolaka Timur periode 2021-2026 Andi Merya Nur (AMN), M Ardian Noervianto (MAN) dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Laode M Syukur (LMA).

“Pada 27 Januari 2022 telah diumumkan para tersangka. Untuk kepentingan penyidikan melakukan upaya paksa penahanan terhitung 2 Februari 2022,” kata Komisioner KPK Alexander Marwata dalam keterangan pers melalui live streaming youtube.

Hadir juga dalam jumpa pers itu, Juru Bicara Ali Jufri, Irjen Kemendagri Tumpak Haposan Simanjuntak dan Deputi Penindakan Karyoto. Pada kesempatan itu Alexander memaparkan konstruksi hukumnya.

Tersangka MAN meminta kompensasi atas Tindakan itu sebesar 3% dari nilai pengajuan pinjaman PEN oleh Kabupaten Kolaka Timur secara bertahap. “MAN selaku selaku dirjen memiliki tugas salah satunya mengurus peminjaman dana PEN melalui PT SMI,” kata Alexander.

MAN memiliki kewenangan menyusun surat pertimbangan Mendagri atas pinjaman dana. Sekitar Maret 2021, AMN menghubungi LMA agar bisa dibantu untuk pinjaman dana PEN. Ada pula bantuan lain AMN pada Rusdianto yang mengenal MAN.

Baca juga:  Ternyata ada Kajati dan Kajari Main Proyek

Kemudian pada Mei 2021, LMA mempertemukan AMN dengan MAN di Kantor Kemendagri. Kemudian mengajukan dana PEN Rp350 Miliar. AMN meminta MAN untuk mengawal proses pengajuannya. “Tindak lanjut pertemuan tersebut MAN meminta kompensasi uang 3 persen secara bertahap dari nilai pinjaman,” papar Alexander.

Tahapan itu adalah sebesar 1 persen saat keluarnya pertimbangan dari Mendagri. Satu persen lagi ketika keluar penilaian awal dari menteri Keuangan dan satu persen saat penandatanganan antara PT SMI dengan Pemkab Kolaka Timur.

PT SMI atau Sarana Multi Infrastruktur (Persero) merupakan Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu yang mendapat tugas dari Menteri Keuangan RI untuk menjaga perputaran roda ekonomi di Indonesia melalui penyaluran fasilitas Pinjaman PEN.

“Pemenuhan dari keinginan MAN itu kemudian AMN mengirimkan uang sebagai tahap awal sejumlah Rp2 Miliar ke rekening bank milik LMA. Rusdianto mengetahui hal ini,” ujar dia.

LMA kemudian menyerahkan uang tersebut di rumah pribadi MAN di Jakarta. Uang dalam bentuk dolar singapura sebesar 131 ribu atau setara Rp1, 5 Miliar. Sedangkan LMA mendapatkan Rp500 juta. Setelah itu, MAN aktif memantau proses penyerahannya meskipun sedang menjalankan isolasi mandiri. Ia selalu berkomunikasi dengan beberapa orang yang telah dikenalkan dengan LMA.

Baca juga:  Darwis Buka Bikers Terabas MPTB 4 Jagoi

Selanjutnya terjadi pertemuan berikutnya antara MAN dan LMA untuk membahas pengawalan serta penegasan adanya jaminan bahwa permohonan dana PEN telah lengkap, disetujui. Pembuktian lengkap adalah dengan telah adanya paraf pada surat final dari Mendagri ke Menkeu.

Atas perbuatannya itu, ujar Alexander, tersangka MAN melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap Tersangka MAN untuk 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 2 s.d 21 Februari 2022 di Rutan KPK pada gedung Merah Putih,” kata Alexander.

Penulis : R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

pontianak-times.co.id

Hukum

Telanjur Dipecat, Hakim Vonis Bebas Sigit
Satgas PKH (Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan) menyerahkan aset Rp371 triliun. Jumlah itu setara 10 persen APBN, untuk bangun sekolah dan jembatan desa.

Hukum

Prabowo Apresiasi Satgas PKH Selamatkan Aset Rp371 Triliun
BP2TD Mempawah

Hukum

Kasus BP2TD yang Melibatkan Norsan Dilimpahkan
MR, oknum polisi anggota Polres Sambas ditangkap, diduga terlibat narkoba.

Hukum

Oknum Polisi di Sambas Ditangkap, Diduga Terlibat Narkoba

Hukum

Beli Aset, Bupati Buru Selatan Ditangkap
Tim Kejari Sumba Timur menggeledah Kantor KPUD di enggeledahan di Jalan Jenderal Soeharto, Waingapu.

Hukum

Dugaan Korupsi Rp27,3 Miliar, Kejari Geledah KPU Sumba Timur
Pengamanan HD pembunuh Nor Azizah

Hukum

Terungkap Alasan HD Membunuh Nor Azizah
Pencabulan

Hukum

Pelajar Pelaku Cabul Pemangkat Ditangkap
error: Content is protected !!