Home / Hukum

Minggu, 19 Februari 2023 - 22:07 WIB

Kasus BP2TD yang Melibatkan Norsan Dilimpahkan

Kolase beberapa bagian Gedung BP2TD Mempawah

Kolase beberapa bagian Gedung BP2TD Mempawah

Pontianak. Perkara korupsi Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) yang melibatkan Wagub Kalbar Ria Norsan sebagai saksi, akan memasuki pelimpahan tahap II, Selasa (21/2/2023).

Pelimpahan ini dikenal dengan Tahap II yang berarti penyerahan para tersangka berikut barang bukti dari pihak Direskrimsus Polda Kalbar kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar.

“Setelah dinyatakan lengkap atau P21, kemudian tahap II akan dilaksanakan Selasa 21 Februari 2023,” kata Asisten Intelijen Kejati Kalbar, Taliwondo SH MH, Minggu (19/2/2023).

Taliwondo menjelaskan setelah tahap II itu akan masuk proses berikutnya untuk penuntutan. “Perkara BP2TD telah melewati berbagai proses, termasuk gelar perkara yang sudah lama dilakukan. Selasa ini dijadwalkan pelimpahan tahap II,” ujarnya.

Pelimpahan tahap II tersebut akan dilakukan di Kantor Kejati Kalbar dan dihadiri pihak Kejaksaan Negeri Mempawah. Pada proses penuntutan nantinya, akan diserahkan kepada pihak Kejari Mempawah.

Baca juga:  Norsan Kembali Singgung Golkar, Ini Reaksinya

“Kami nanti hadir ke Kejati Kalbar,” ujar salah seorang jaksa di Kejari Mempawah saat dikonfirmasi Pontianak Times, Minggu (19/2/2023).

Tersangka dan Barang Bukti

Pelimpahan perkara tahap II BP2TD ini meliputi para tersangka beserta barang bukti. Jumlah tersangka sebanyak 6 orang yakni JI Direktur PT BAB, RB dari PT Malabar Mandiri (MM), dan NL dari PT Tehnik Jaya Mandaya (TJM).

Selain itu, P selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), G pembantu penyediaan dokumen penawaran dan EI dari PT Rajawali Sakti Kalbar (RSK) yang juga orang kepercayaan Ria Norsan. Keenam tersangka seluruhnya masih dalam sel tahanan Polda Kalbar.

Ria Norsan dalam perkara ini menjadi salah seorang saksi yang diperiksa sejak awal kasus bergulir di Polda Kalbar. (Baca : Ria Norsan dalam Pusaran Kasus BP2TD).

Baca juga:  Amanah Besar, Kedepankan Praduga Tak Bersalah untuk Norsan

Norsan merupakan Bupati Kabupaten Mempawah dua periode, 2009-2013 dan 2013-2018. Ia awalnya diprediksi menjadi tersangka, namun hingga berkas dinyatakan lengkap ternyata hanya berstatus sebagai saksi.

Sedangkan barang bukti perkara tersebut salah satunya adalah hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Barat. Dari hasil audit itu terdapat dugaan korupsi sebesar Rp32 miliar.

Kerugian itu meliputi pekerjaan BP2TD dalam empat paket kegiatan yang proses lelangnya pada tahun 2016 meliputi paket 1, 2, 3, dan 4 sebesar Rp 16,7 miliar dan kerugian pembangunan infrastruktur Rp15,7 miliar.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Penyerobotan lahan di Jalan Komyos Sudarso Singkawang

Hukum

Lahan Diserobot, Hendri Lapor Polda dan Pasang Plang
Massa dari Forum Anti Korupsi Indonesia (FASI) menggelar aksi di Halaman Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (23/5/2025).

Hukum

FASI Demo KPK Minta Tangkap Aktor Korupsi Mempawah
Tim Penyidik Pidana Khusus Kejari Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur memeriksa Sekda Kabupaten Sumba Timur, Umbu Ng Ndamu, Kamis (9/10/2025).

Hukum

Giliran Sekda Diperiksa dalam Kasus Korupsi KPUD Sumba Timur Rp27,3 M
Tahanan KPK

Hukum

Adik Bupati Muna Pemberi Suap Ditahan KPK
Pengrusakan makam tionghoa

Hukum

Resmob Tangkap 3 Terduga Perusak Makam Tionghoa
Sri Mulyani

Hukum

Sri Mulyani Minta Klub Moge DJP Dibubarkan
Kejati Kalbar dan Bank Kalbar teken MoU

Hukum

Pesan Penting Kajati Kalbar kepada Jajaran Bank Kalbar
Kantor Dinas PUPR Kabupaten Mempawah saat digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hukum

KPK Periksa 19 Saksi Kasus PUPR Mempawah
error: Content is protected !!