Home / Hukum

Jumat, 10 April 2026 - 20:20 WIB

Usut Korupsi Tambang, Kejati Kalbar Periksa 5 Pejabat ESDM

Salah seorang saksi kunci yang diperiksa tim penyidik Kejati Kalimantan Barat di Gedung Bundar JAM PIDSUS Kejaksaan Agung RI.

Salah seorang saksi kunci yang diperiksa tim penyidik Kejati Kalimantan Barat di Gedung Bundar JAM PIDSUS Kejaksaan Agung RI.

Jakarta – Kejati Kalbar memeriksa lima saksi Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis (9/4/2026), terkait penyidikan dugaan korupsi tambang bauksit dan emas.

Pemeriksaan dugaan korupsi tersebut berlangsung secara maraton mulai pukul 09.30 hingga 17.00 WIB di Gedung Bundar JAM PIDSUS Kejaksaan Agung RI, Jakarta. Kelima saksi tersebut sebelumnya sempat berhalangan hadir saat dijadwalkan pemeriksaannya di Kantor Kejati Kalbar.

Mereka diperiksa sebagai saksi kunci untuk dua perkara besar. Pertama, dugaan korupsi tata kelola pertambangan bauksit periode 2017–2023. Kedua, dugaan korupsi hasil produksi tambang emas periode 2019–2021 yang dinilai tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Baca juga:  Usai Melahirkan, Remaja Puteri Buang Bayi di TPA Sorat

Materi pemeriksaan difokuskan pada proses krusial aktivitas pertambangan, mulai dari perizinan, penyusunan dan persetujuan RKAB, hingga penerbitan rekomendasi ekspor. RKAB sendiri bukan sekadar dokumen administratif, melainkan syarat mutlak legalitas operasi tambang yang memuat perencanaan produksi dan teknis. Celah pada proses inilah yang diduga menjadi titik rawan penyimpangan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kalbar, I Wayan Gedin Arianta, membenarkan adanya agenda pemeriksaan tersebut.

“Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka memperkuat alat bukti dan melengkapi pemberkasan perkara. Saksi-saksi tersebut adalah pihak yang langsung berkaitan dengan proses perizinan RKAB dan rekomendasi ekspor tambang di wilayah Kalbar,” ujar Wayan.

Baca juga:  Kakek Pengedar Sabu di Selakau Ditangkap

Wayan menambahkan, langkah cepat pascalibur Idulfitri ini menandai keseriusan Kejati Kalbar dalam membongkar dugaan korupsi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara yang signifikan. Penyidik juga memastikan pengusutan akan terus dikembangkan untuk menelusuri keterlibatan pihak lain.

“Kejaksaan tetap berkomitmen menjalankan proses penegakan hukum secara profesional, objektif, dan transparan, tanpa kompromi. Publik diharapkan tetap mengawal proses penyidikan ini,” pungkasnya.[in]

Ediitor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Dua tersangka dugaan korupsi dana hibah pembangunan SMA Mujahidin, IS dan MR ditahan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat.

Hukum

Dua Tersangka Hibah SMA Mujahidin Ditahan
Pria berinisial H alias C (40) yang diduga melakukan tindak pidana narkotika sabu, Rabu (4/2/2026).

Hukum

Satresnarkoba Polres Sambas Ringkus Pengedar Sabu di Teluk Keramat
Silaturahmi Kapolda Kalbar

Hukum

Penjara Penuh, Pipit Sebut Ultimum Remedium
Barang bukti hasil operasi gabungan dengan sasaran Sembako Ilegal di Perbatasan Entikong Malaysia-Kalbar.

Hukum

Operasi Gabungan Sembako Ilegal di Entikong
Aktivitas tambang Galian C diduga ilegal di Sungai Cenrana, Soppeng, Sulawesi Selatan.

Hukum

Petaka Tambang Galian C Ilegal di Sungai Cenrana Soppeng
pontianak-times.co.id

Hukum

DPO Cukai Bekasi Diringkus Tim Tabur Kejati Kalbar
Barang bukti Solar

Hukum

Penimbun Solar Subsidi di Galing Ditangkap
Tim Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Kalimantan Barat kembali melakukan penggeledahan kasus penggunaan dana hibah Pemkab Sintang untuk GKE (Gereja Kalimantan Evangelis), Senin (24/11/2025).

Hukum

Ada Volkswagen dan Mini Cooper di Kasus Hibah GKE Sintang
error: Content is protected !!