Namanya sudah tidak asing lagi di jagat politik Kalimantan Barat. Dikenal sebagai pria yang lentur dalam bertindak, namun tegas dalam mengambil keputusan. Ia adalah Prabasa Anantatur, politisi Partai Golkar yang sangat militan, tidak pernah lompat partai dan memiliki konstituen yang cukup banyak.
Seperti kebanyakan tokoh publik lainnya, Prabasa menjalani dunia pendidikan secara formal. Ia mengenyam Sekolah Dasar dan SMP di Bruder Nusa Indah Pontianak. Kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 1 Pontianak. Pada tahun 1990 melanjutkan studi ke Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak tahun 1990 dan strata II Fakultas Hukum di universitas yang sama pada tahun 2006.
Hobi di masa muda Prabasa ternyata telah membawanya sebagai sosok yang terlatih di segala medan. Siapa nyana, suami dari Rubaeti Erlita ini ternyata gemar berkelahi. Tentu saja bukan berkelahi bebas, tetapi untuk olahraga dan beladiri. Sejak kelas 5 SD sudah berlatih Judo hingga meraih kualifikasi Sabuk Hitam Dan Satu . Selain itu, ia menyukai olahraga sepakbola hingga didaulat sebagai pemain Pra PON (Pekan Olahraga Nasional) Kalbar.
Perjalanan hidupnya di dunia kampus juga terbilang cemerlang. Bukan saja mendapatkan nilai akademik yang baik, Prabasa juga aktif dalam Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Teknik Untan. Selepas menyelesaikan studi S-1 kemudian Prabasa mulai merambah ke kalangan profesional bidang pengadaan barang dan jasa, sesuai dengan skill yang dimiliknya dari bangku kuliah. Iapun menjadi Direktur PT. Bahana Mitra Usaha.
Tak lama kemudian, ayah dari tiga orang anak ini mulai mengenal dunia politik. Mula-mula masuk sebagai pengurus Gerakan Masyarakat (GEMA) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kotamadya (sekarang Pemkot) Pontianak sebagai ketua periode 1997-2002. Selanjutnya Wakil Sekretaris Ormas MKGR Kotamadya Pontianak periode 1997-2001, sebagai sayap Partai Golkar di Kotamadya Pontianak.
Loyalitasnya kepada partai, mengantarkan Prabasa masuk sebagai pengurus DPD Partai Golkar Tingkat I Provinsi Kalbar 1999 – 2004. Seiring waktu yang menempa sosok pria ini, terus membawanya ke kancah politik jenjang berikutnya. Nah, saat musim pemilihan kepala daerah tiba melalui jalur pemilihan di DPRD Sambas, Prabasa terpilih sebagai Wakil Bupati Sambas mendampingi Burhanuddin A Rasyid untuk masa kerja 2001 – 2006.
Di masa menjalankan amanah wakil kepala daerah itu Prabasa tetap mengurus partai yang membesarkannya, dan iapun menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sambas periode 2004-2009. Sejumlah organisasi dan lembaga lain digelutinya. Mulai dari Lembayu Pontianak, dan turut menjadi pendiri Lembaga Adat Melayu Serantau. Usai membesarkan Golkar di Kabupaten Sambas, Prabasa menjadi Wakil Ketua DPD Partai Golkar.
Karir politik selanjutnya mengantarkan pria kelahiran 4 Februari 1960 ini sebagai anggota DPRD Provinsi Kalbar secara berturut-turut tiga periode yakni periode 2009-2014 sekaligus menempati posisi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat.
Posisi wakil ketua itu layak diterimanya lantaran ia cukup signifikan membawa gerbong Partai Golkar dalam pengumpulan suara elektoral. Di tahun itu Partai Golkar di Kabupaten Sambas menyumbangkan suara terbanyak kedua se-Kalbar sebanyak 39.941. Suara tersebut merupakan ranking 1 di Kabupaten Sambas mengalahkan PDI Perjuangan.
Pada perhelatan pilegislatif 2014, nama Prabasa kembali mewarnai panggung politik Kalbar dan lolos menjadi anggota Dewan untuk periode 2014-2019. Demikian pula untuk periode 2019-2024 yang serta merta menempatkannya pada posisi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar.
Satu hal yang membuat Prabasa matang dalam bertindak adalah ketika menyikapi gonjang-ganjing Partai Golkar secara internal di pusat yang berimbas ke daerah. Namun demikian dapat dilewatinya dengan mulus akibat kelenturan dan kesantunannya dalam berpolitik. Prabasa pada Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar Tahun 2020 cukup banyak berperan. Untuk lima tahun periodisasi Partai Golkar Kalbar tersebut Prabasa menempati posisi sekretaris.
Apapun karir politik selanjutnya yang akan ditempuh Ir. H. Prabasa Anantatur MH, yang jelas dirinya secara psikologis dan religiusitas semakin matang dalam berpolitik. Ia terus menjaga kebersamaannya dengan konstituen dan masyarakat, terutama di daerah pemilihan.
Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie


















