Home / Hukum

Jumat, 2 Juni 2023 - 22:11 WIB

Napi Adu Domba Ida Dayak dan Ustaz Hatoli

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Raden Petit Wijaya dan Direskrimsus Polda Kalbar AKBP Sardo Mangatur PS menunjukkan barang bukti tersangka KA dalam kasus UU ITE mengadu domba yang mengarah ke SARA

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Raden Petit Wijaya dan Direskrimsus Polda Kalbar AKBP Sardo Mangatur PS menunjukkan barang bukti tersangka KA dalam kasus UU ITE mengadu domba yang mengarah ke SARA

Pontianak. Tujuh hari setelah peristiwa tersebarnya meme adu domba Ida Dayak dan Ustaz Hatoli yang bernuansa SARA, KA (36) Napi 18 tahun penjara menjadi tersangka, Kamis (1/6/2023).

KA merupakan Napi atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Sambas yang tengah menjalani hukuman 18 tahun penjara. Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar menyelidiki laporan Ustaz Hatoli pada 25 April 2023 ke Polres Sambas.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto melalui Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Raden Petit Wijaya mengatakan, KA yang membuat sebuah meme dengan membangun narasi ke arah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antaragolongan) telah ditangkap dan menjadi tersangka.

Baca juga:  Restorasi 21 Ribu Hektare Gambut, CarbonEthics Gandeng Lima Desa

KA menjadi tersangka dugaan kasus UU ITE karena mengadu domba antara Ustaz Hatoli dengan Ida Dayak, melalui sosial media. Foto Ustaz Hatoli dicatut, kemudian diedit bersama Ibu Ida Dayak dan diberi narasi SARA.

“Sebuah meme yang dibuat KA pada 23 April 2023 dengan objek Ustadz Hatoli, tentang pengobatan tradisional Ida Dayak. Dituliskan bahwa pengobatan tersebut, Ida Dayak menggunakan minyak yang mengandung babi,” ujar Petit.

Modus operandi yang dilakukan KA dijelaskan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar AKBP Sardo Mangatur PS. Pelaku menggunakan sebuah smartphone dan menyebarkan meme tersebut di facebook.

Baca juga:  Penolakan RUU KUHP Melandai Akibat Edukasi

Menurut Sardo, KA telah mengakui perbuatannya dan hal tersebut dilakukan karena ingin membuat situasi di Kalbar terjadi kegaduhan dan pelaku bisa kabur dari penjara.

“KA merupakan seorang narapidana di Rutan Sambas dengan beberapa kasus di antaranya narkoba, pencabulan, manipulasi data ITE, dan penipuan dengan penggelapan dengan hukuman 18 tahun penjara,” kata Sardo.

KA sempat mengiming-imingi sejumlah uang yang cukup besar kepada kawan-kawannya utuk mengakui perbuatan yang dilakukan. “Trik yang dilakukan KA ini untuk menghindar dari kasus ini. IA menghubungi temannya dan memberikan uang Rp15 juta. Tetapi temannya tidak menyetujui hal tersebut,” kata Sardo. (dwi)

Update Berita, Follow Google News

Share :

Baca Juga

Pria berinisial H alias C (40) yang diduga melakukan tindak pidana narkotika sabu, Rabu (4/2/2026).

Hukum

Satresnarkoba Polres Sambas Ringkus Pengedar Sabu di Teluk Keramat
L Bin DL pembunuh mertua di Sambas

Hukum

Pembunuh Mertua Terancam 15 Tahun Penjara
Kakanwil Kemenkumham Kalbar Pria Wibawa

Hukum

Dua Cara Atasi Napi Narkotika Membludak
upati Sumba Timur periode 2021–2025, Krishtofel Praing memenuhi panggilan penyidik Kejari, Senin (20/10/2025).

Hukum

Mantan Bupati Diperiksa 8 Jam dalam Dugaan Korupsi KPU Sumba Timur
Presiden RI, Prabowo Subianto menunjukkan potongan ayam untuk anak-anak Indonesia sebagai ppenerima manfaat MBG, Rabu (3/6/2026) di SICC Bogor.

Hukum

Pesan Keras Prabowo untuk Koruptor di Forum Konsolidasi MBG
Firdaus SMSI

Hukum

2000 Perusahaan Pers Siap Gugat KUHP ke MK
PTDH Anggta Polri

Hukum

Dua Anggota Polres Kapuas Hulu Dipecat
Kuat Ma'ruf

Hukum

Salam Metal Kuat Ma’ruf Usai Vonis 15 Tahun
error: Content is protected !!