PONTIANAK – Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Digulis, Pontianak, Kamis (18/6/2026). Massa aksi meminta evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Mahasiswa memilih Tugu Digulis sebagai lokasi aksi karena memiliki nilai historis dalam perjalanan perjuangan masyarakat Kalimantan Barat. Aksi berlangsung hingga malam hari dengan rangkaian orasi dan pertunjukan teatrikal yang menggambarkan berbagai persoalan sosial dan pembangunan.
Koordinator aksi, Habib Iqbal, mengatakan mahasiswa membawa sedikitnya 16 poin tuntutan yang mencerminkan berbagai isu strategis di daerah maupun nasional.
Salah satu tuntutan yang mendapat perhatian peserta aksi ialah evaluasi terhadap kebijakan Koperasi Desa Merah Putih. Menurut Habib, program tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak mengganggu alokasi anggaran pembangunan di tingkat desa.
“Kami melihat masih ada sejumlah kebijakan yang perlu dievaluasi agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak mengurangi prioritas pembangunan di daerah,” kata Habib.
Selain KDMP, mahasiswa juga meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Mereka berharap kebijakan tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran serta mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Habib menilai masih banyak persoalan yang memerlukan perhatian serius pemerintah, terutama terkait pembangunan dan pemerataan infrastruktur di Kalimantan Barat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang merata akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga kegiatan berakhir, massa menyampaikan aspirasi secara terbuka melalui orasi dan berbagai aksi simbolik tanpa mengganggu ketertiban umum.
Mahasiswa berharap pemerintah pusat dan daerah memberikan perhatian terhadap 16 tuntutan yang mereka sampaikan serta membuka ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan pembangunan dan kebijakan publik.(tim satukata)
Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times


















