Home / Ekonomi

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:12 WIB

Menggali ‘Emas Hijau’ yang Terlupakan: Tengkawang

Mahasiswa Ilmu Politik dan Direktur Intan Deman Huri serta Dosen Fisipol Universitas Tanjungpura Firdaus usai memberikan kuliah Ekonomi Politik.

Mahasiswa Ilmu Politik dan Direktur Intan Deman Huri serta Dosen Fisipol Universitas Tanjungpura Firdaus usai memberikan kuliah Ekonomi Politik.

Pontianak – Ruang kelas 2.3 di Gedung Kuliah Bersama (Gedung A) Universitas Tanjungpura mendadak riuh. Pagi itu, mata kuliah Ekonomi Politik Indonesia tidak sekadar menyuguhkan deretan teori usang dari buku teks.

Di hadapan para mahasiswa, hadir sebuah realita tentang kedaulatan pangan dan politik sumber daya alam yang terangkum dalam satu nama: Tengkawang.

Dosen pengampu, Firdaus, S.Ip., M.Sos., sengaja menghadirkan Deman Huri, S.Hut., seorang praktisi sekaligus eksportir tengkawang, untuk menjembatani jurang antara diskursus akademik dan realitas pasar global.

“Teori itu sudah biasa, tetapi praktik itu yang luar biasa,” tegas Firdaus, membuka cakrawala mahasiswanya tentang pentingnya melihat ekonomi politik dari kacamata aktor lapangan.

Sains di Balik Pengetahuan ‘Kuno’

Deman Huri, yang akrab disapa Kang Deman, memulai paparannya dengan mematahkan stigma. Selama ini, pengetahuan lokal sering kali dianggap sebagai warisan kuno yang tidak relevan. Namun, di tangan para praktisi, pengetahuan tradisional ini justru bertransformasi menjadi sains tingkat tinggi.

“Kami menjadikan apa yang dianggap orang sebagai sesuatu yang kuno, lalu kami mengubahnya menjadi ilmu pengetahuan,” ungkap Kang Deman yang juga Direktur Lembaga Intan, sebuah lembaga yang berfokus pada konservasi Pohon Tengkawang.

Baca juga:  Satono: Panen Raya Jagung Bukti Sinergi Ketahanan Pangan

Salah satu fakta mencengangkan yang diungkap adalah kandungan nutrisi buah tengkawang. Berdasarkan riset, kandungan omega-3 dalam buah tengkawang diklaim lebih tinggi dibandingkan ikan salmon. Fakta ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan solusi politis bagi isu kesehatan nasional, yakni pencegahan stunting pada anak.

Identitas dan Kedaulatan

Bagi masyarakat Kalimantan Barat, baik etnis Dayak maupun Melayu, tengkawang adalah identitas. Minyak tengkawang atau yang dikenal sebagai green butter telah lama menjadi bagian dari ritual adat hingga pengobatan tradisional.

Namun, secara ekonomi politik, tengkawang menawarkan posisi tawar yang lebih kuat dibandingkan komoditas monokultur. Kang Deman menjelaskan bahwa karakteristik minyak tengkawang sangat unik; titik lelehnya mendekati suhu tubuh manusia. Hal ini menjadikannya bahan baku kosmetik premium (body cream) yang sangat dicari pasar internasional.

Melawan Arus Monokultur

Diskusi memanas saat membahas ketergantungan ekonomi Kalimantan Barat pada komoditas sawit dan karet. Menurut Kang Deman, tengkawang adalah jawaban atas tantangan lingkungan dan fluktuasi harga komoditas global.

Baca juga:  Senator Malaysia Berkunjung ke Kalbar

“Kalau potensi tengkawang dimaksimalkan, masyarakat Kalimantan Barat tidak perlu terlalu bergantung pada karet dan sawit,” tegasnya.

Berbeda dengan sawit yang membutuhkan pembukaan lahan masif, tengkawang adalah tanaman hutan yang ramah lingkungan dan menjaga ekosistem tetap terjaga. Hampir seluruh bagian tanaman, mulai dari akar hingga daun, memiliki nilai guna.

Mendorong Perubahan Regulasi

Keberhasilan Kang Deman dan rekan-rekannya tidak hanya berhenti pada ekspor. Mereka berhasil menyentuh ranah politik praktis dengan memengaruhi regulasi terkait pengelolaan tanaman lokal. Ini adalah bukti nyata bagaimana pemberdayaan sumber daya alam dapat menjadi strategi ekonomi politik yang berkelanjutan.

Melalui forum ini, para mahasiswa diajak menyadari bahwa masa depan ekonomi politik Kalimantan Barat mungkin tidak berada di tangan korporasi besar, melainkan terkubur di bawah rimbunnya pohon-pohon tengkawang yang menunggu untuk diberdayakan kembali.

Penulis : Deo Capala (Mahasiswa Ilmu Politik Untan) I Editor: R. Rido Ibnu Syahrie

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Akal-akalan Pasar Beringin Singkawang
pontianak-times.co.id

Ekonomi

Bank BJB Bangun Kemitraan Bersama SMSI

Ekonomi

Bisnis Manis Gula Aren ‘Opung Yusuf’
Umar, Nasabah Bank Kalbar

Ekonomi

Umar Terbebas dari Kendala Modal Berkat Bank Kalbar
JNE Goll Aboarsi

Ekonomi

JNE Ajak Optimalisasi Bisnis Online
Kunjungan BPK RI ke Bank Kalbar

Ekonomi

Apresiasi, Anggota 6 BPK RI Kunjungi Bank Kalbar
Eskpos rencana revitalisasi Pasar Beringin Singkawang beberapa waktu lalu

Ekonomi

5 Inti Masalah Pasar Beringin Singkawang
Gubernur Kalbar Ria Norsan, Bupati Mempawah Erlina dan Dirut Bank Kalbar menerima penghargaan pada ajang TOP GRC Awards 2025, Senin (8/9/2025) di Hotel Raffles Kuningan.

Ekonomi

Bank Kalbar Raih Predikat Tertinggi TOP GRC Awards 2025 di Jakarta
error: Content is protected !!