Home / Ekonomi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 12:54 WIB

Pasmata Segera Ubah Gelapnya Malam di Pasar Tanjungpura Pontianak

Desain Pasmata (Pasar Malam Tanjungpura).

Desain Pasmata (Pasar Malam Tanjungpura).

Pontianak. Pasmata (Pasar Malam Tanjungpura), sebuah komunitas pedagang di Kota Pontianak segera mengubah gelapnya malam di Pasar Jalan Tanjungpura menjadi pusat kuliner.

Bahri, inisiator sekaligus Ketua Pasmata kepada pontianak times, Sabtu (18/10/2025) menjelaskan konsep awal untuk menghidupkan kondisi pasar agar menjadi pusat jajanan atau kulner alternatif. Pasmata mengutamakan para pedagang kuliner yang menjual aneka makanan tradisional khas masing-masing etnis.

Harapannya, kata Bahri, dapat mengakomodir semua etnis dengan menampilkan jajanan halal. Operasional Pasmata mulai pukul 17.30 WIB hingga 23.00 WIB, setelah para pedagang reguler siang hari berakhir.

“Para pedagang Pasmata dalam setiap malamnya diwajibkan untuk mengemasi gerobak atau lapaknya dan menyimpan di tempat tertentu agar tak mengganggu para pedagang yang beroperasi di siang hari. Sekaligus untuk menciptakan keindahan dan kebersihan kota,” ujar Bahri.

Baca juga:  Peluang Pengusaha UMKM Buka Bisnis Tambang

Rencananya, Pasmata akan launching 23 Oktober 2025. Namun tergantung jumlah pedagang yang siap dan ditargetkan paling lambat akhir Oktober 2025, sudah beroperasi. “Kami masih akan menggelar rapat pemantapan bersama berbagai pihak,” ujar Bahri.

Hingga saat ini, sudah 30 para pedagang yang telah siap untuk bergabung di Pasmata, di luar segmentasi pedagang yang mewakili kalangan etnik.

“Kami menyiapkan slot untuk 50 lapak. Namun bisa saja bertambah karena sudah ada permintaan dari pedagang lain, termasuk instansi. Ke depan memungkinkan untuk jualan selain kuliner dan mengakomodir kalangan pedagang dari kalangan umum,” ujar Bahri.

Baca juga:  Gedung UMKM Center Pontianak, Megah Tanpa Guna
Terimakasih

Bahri mengucapakan terimakasih kepada ibu-ibu UMKM yang tergabung dalam IPMI yang diketuai ibu Nurhayati. Ucapan terimakasih juga kepada pihak Pemkot Pontianak dan Dinas Kumindag Pontianak.

“Semua bersinergi. Pemkot menyiapkan tempat dan kami yang mengakoordinir pedagang,” ujar Bahri seraya menegaskan setiap lapak tidak diperjualbelikan. Hanya saja para pedagang yang menyiapkan sarana untuk berjualan.

Jika sudah berjalan, kata Bahri, Pasmata memiliki nilai tambah sebagai ruang dialog multietnis. “Misalnya saja sebulan sekali digelar pertemuan. Tak terkecuali membahas kerukunan etnis dan jika ada masalah dapat diselesaikan sambil menikmati kuliner,” tutup Bahri.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Sekretariat PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Jalan Sultan Agung Jaksel. foto: fp PB-HMI

Ekonomi

PB-HMI Desak Pemerintah Gratiskan PCR
Airlangga Hartarto Menko Perekonomian

Ekonomi

Airlangga Yakin Ekonomi Kalbar Tumbuh 10%
Kunjungan Pj Gubernur Kalbar, Harisson di Perbatasan Entikong

Ekonomi

Bank Kalbar Dorong Ekonomi Perbatasan
Kemendag

Ekonomi

Harga Ayam Ras Tingkat Peternak, Turun
Hana Satriyo, Country Representative The Asia Foundation (TAF) Indonesia.

Ekonomi

SHE CAN Lawan Investasi Bodong, Judol dan Pinjol di Kalbar
Peserta sosialisasi layanan digtalisasi nasabah pensiunan.

Ekonomi

Bank Kalbar dan Taspen Sosialisasi Digitalisasi Layanan Pensiun
Tanaman jeruk milik Sukiman

Ekonomi

Wow, Kisah Sukses Sukiman Kembangkan Jeruk
UMKM Binaan Bank Kalbar mengikuti Expo Hari Oeang Ri 78

Ekonomi

UMKM Binaan Bank Kalbar Ikut Expo Hari Oeang RI 78
error: Content is protected !!