Home / Peristiwa

Selasa, 12 September 2023 - 03:26 WIB

Empati PASS untuk Konflik Rempang dan Galang

Mulyadi bersama Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persaudaraan Sambas Serantau (PASS).

Mulyadi bersama Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persaudaraan Sambas Serantau (PASS).

Pontianak. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persaudaraan Sambas Serantau (PASS) mengeluarkan pernyataan sikap terkait konflik lahan di Rempang dan Galang, Kepulauan Riau.

“Kami turut berempati dan simpati atas perjuangan Puak Melayu Rempang dan Galang Kepulauan Riau dalam menuntut hak-haknya,” kata Mulyadi, Ketua Harian DPP PASS, Senin (11/9/2023) saat membacakan pernyataan sikap bersama para pengurus.

Pernyataan yang disampaikan secara resmi itu merupakan bentuk dukungan PASS kepada organisasi adat di Rempang dan Galang pasca bentrok aparat gabungan dengan warga, Kamis (7/8/2023) siang. “Ibarat bagian tubuh ada yang dicubit, maka seluruh tubuh merasakan sakit,” ujar Mulyadi.

Baca juga:  Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan Satgas Pamtas

Insiden itu berawal saat petugas gabungan dari Polri, TNI, Ditpam Badan Pengusahaan (BP) Batam, dan Satpol PP yang datang ke lokasi saat pengukuran lahan untuk pengembangan kawasan Rempang Eco City.

Demonstrasi penolakan warga itu berujung pada tindakan petugas petugas keamanan yang menembakkan gas air mata. Situasi semakin memanas. Beberapa siswa SMPN 22 Galang di dekat lokasi demonstrasi dibawa ke rumah sakit akibat terkena imbas gas air mata.

Terkait hal itu, DPP PASS dalam pernyataan sikapnya, mengutuk keras segala tindakan kekerasan represif oknum aparat yang menyebabkan banyaknya korban.

Selanjutnya, DPP PASS menuntut pemerintah untuk mengambil langkah bijaksana agar investasi dapat berjalan seiring, tanpa mengorbankan hak-hak dan kepentingan masyarakat setempat.

Baca juga:  PASS Beri Anugerah Prabasa Tokoh Sambas

Seperti diketahui, Pulau Rempang adalah pemukiman warga asli yang terdiri dari Suku Melayu, Suku Orang Laut, dan Suku Orang Darat. Mereka telah bermukim sejak tahun 1800-an yang tersebar di 16 kampung tua.

Konflik lahan muncul sejak BP Batam mengembangkan kawasan industri, jasa, dan pariwisata. Sebanyak 7,5 ribu jiwa di lokasi tersebut hendak direlokasi untuk mendukung pengembangan investasi yang digarap PT Makmur Elok Graha (MEG).

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Perayaan Imlek

Peristiwa

Diguyur Hujan, Imlek Sungai Pinyuh Meriah
Bulan dan Bintang

Peristiwa

Ramai, Fenomena Bulan dan Venus Berdekatan
Jumat Curhat Polsek Pontianak Kota

Peristiwa

Jumat Curhat Polsek Pontianak Kota di Warkop Ara
Munaslub Masika ICMI

Peristiwa

Metamorfosa Masika Menjadi Pemuda ICMI
Aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Tugu Digulis, Pontianak, Kamis (18/6/2026).

Peristiwa

Mahasiswa Kalbar Soroti MBG dan Koperasi Merah Putih
Pagar Lorong Ruko Pasar Hongkong

Peristiwa

Satpol PP Arogan Bongkar Pagar Pasar Hongkong
Pemakam Rio Wiranda

Peristiwa

Anggota Polres Mempawah Korban Tabrak Lari
Bayi Dibuang

Peristiwa

Tega, Bayi Dibuang di Tempat Sampah
error: Content is protected !!