Home / Hukum

Jumat, 24 April 2026 - 19:55 WIB

Korupsi Pilkada Sumba Timur, 2 Pejabat Divonis 6 Tahun

Saca da Delti saat pembacaan amar putusan dalam sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kupang.

Saca da Delti saat pembacaan amar putusan dalam sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kupang.

KUPANG – Majelis Hakim PN Kupang menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada dua terdakwa tindak pidana korupsi (tipikor) anggaran Pilkada Sumba Timur NTT, Sacarias Lenggu dan Sedelti Remi, Jumat (24/4/2026).

Vonis tersebut berkesesuaian dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang sebelumnya, meski vonis lebih rendah dua tahun dari tuntutan.

Sacarias Lenggu alias Saca selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Sedelti Remi alias Delti selaku Bendahara KPUD Sumba Timur, dinyatakan secara sah dan meyakinkan terbukti korupsi anggaran Pilkada Sumba Timur Tahun Anggaran 2024.

Sidang vonis dipimpin I Nyoman Agus Hermawan dengan anggota Raden Haris Prasetyo dan Agustina Lamabelawa. Hadir dalam persidangan itu, JPU Bagus Aulia Yusril Imtihan dan para pengacara dari kedua terpidana.

Baca juga:  Satukata Podcast Kupas Peran Binmas Jaga Kamtibmas Digital

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim PN Tipikor Kupang menyatakan Delti terbukti pada dakwaan subsidair (Pasal 3 UU Tipikor) dengan vonis enam tahun penjara, denda Rp400 juta, Uang Pengganti (UP) sebesar Rp1,2 Miliar.

Demikian pula Saca terbukti pada dakwaan subsidair (Pasal 3 UU Tipikor) dengan vonis enam tahun penjara, denda Rp400 juta, Uang Pengganti (UP) sebesar Rp1,2 Miliar.

Sebelumnya, JPU menuntut hukuman delapan tahun penjara untuk Saca dan Delti. Keduanya dianggap melanggar Pasal 603 Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Baca juga:  Regulasi Perampasan Aset Tidak Urgen, Benarkah?

Selain tuntutan delapan tahun, JPU juga meminta hakim agar Saca dan Delti tetap ditahan dan didenda sebesar Rp400 juta. Apabila tak dibayar denda, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan.

Saca dan Delti juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 1,2 miliar lebih. Jika uang pengganti tidak dilunasi dalam satu bulan setelah putusan persidangan, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupinya.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

Korban Best Profit Future Pontianak

Hukum

Korban Bertambah Akibat Bujuk Rayu Best Profit Future
Unit Lidik Satreskrim melakukan pencarian di TPA Sorat, Kecamatan Sambas.

Hukum

Usai Melahirkan, Remaja Puteri Buang Bayi di TPA Sorat
Tim gabungan mengamakan dua dari tiga tahanan Kejari Pontianak yang kabur.

Hukum

Tim Gabungan Tangkap 2 Tahanan Kabur Kejari Pontianak
Paulus Andy Mursalin ditahan Kejati Kalbar

Hukum

Baru Dilantik, Anggota DPRD Kalbar Ditahan Jaksa
Majelis Hakim PN Tipikor yang menjatuhkan vonis kepada Sumastro cs dan memerintahkan izin HGB PT Palapa Wahyu Grup (PWG) dicabut.

Hukum

Hakim Perintahkan HGB PT PWG Singkawang Dicabut Terkait Korupsi
Erry Iriansyah,Narapidana korupsi BP2TD Mempawah dan Ria Norsan,

Hukum

Fakta Norsan Dibalik Korupsi BP2TD dan PUPR
pontianak-times.co.id

Hukum

Simpan Ekstasi, 3 Tersangka Ditangkap di Hotel
Kejari Sambas

Hukum

Kejari Sambas Amankan Rp1,882 Miliar
error: Content is protected !!