Home / Hukum

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:14 WIB

Kontroversi Putusan Korupsi Askiman, Final atau Lanjut

Askiman terpidana bebas dan kuasa hukumnya, Denie Amiruddin.

Askiman terpidana bebas dan kuasa hukumnya, Denie Amiruddin.

PONTIANAK – Askiman, Wakil Bupati  Sintang Periode 2016–2021 telah menghirup udara bebas setelah putusan hakim pada perkara korupsi dana hibah Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Petra Sintang.

Putusan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Selasa 30 Juni 2026 itu akan terjadi kontroversi jika Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan upaya banding atau kasasi. Hal ini dimungkinkan lantaran perbedaan penafsiran terhadap Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru berlaku.

Menurut Kuasa Hukum Terpidana, Denie Amiruddin SH MHum, Senin (6/7/2026), kliennya yakni Askiman diputus bebas atau vrijspraak. Dalam paradigma KUHAP yang baru, UU No 20 Tahun 2025, vrijspraak tidak bisa diajukan upaya hukum banding maupun kasasi.

“Berbeda dengan paradigma KUHAP yang lama. Dalam KUHAP yang baru ini, Indonesia telah menerapkan sistem hukum pidana yang modern, bahwasanya putusan bebas adalah putusan yang tidak terbukti dilakukan oleh terdakwa dalam fakta persidangan,” kata Denie.

Ini artinya, lanjut Denie, dalam paradigma tersebut menandakan negara tidak boleh menghukum orang yang benar-benar tidak bersalah. Banyak negara-negara maju telah menerapkan sistem hukum pidana yang modern seperti ini.

Baca juga:  Harga Pupuk Melambung, Petani Tolak Jual Beras

Menurut Denie, berbeda dengan putus lepas atau ontslag. Dalam KUHP baru dimungkinkan adanya upaya hukum oleh JPU, karena dalam putusan lepas yang menjadi fokusnya adalah penerapan hukumnya sedang putus bebas.

“Persoalannya pada pembuktian, sehingga masih dapat diuji kembali di tingkat peradilan diatasnya,” terang Denie yang juga akademis Universitas Muhammadiyah Pontianak ini.

Kini, Majelis Hakim Tipikor Pontianak membebaskan mantan Wakil Bupati Sintang Askiman dari seluruh dakwaan korupsi hibah GKE Petra dan memulihkan haknya. Perkara Askiman diputus dalam sidang yag diketuai Rina Lestari Br. Sembiring dengan anggota Edwar Samosir dan Ukar Priyambodo.

Askiman tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primer maupun subsider.

Ditahan

Sebelumnya, Askiman ditahan pihak Kejati Kalbar sejak, Selasa (10/11/2025) di Rutan Kelas IIA Pontianak dalam kasus korupsi dana hibah kepada Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Petra.

Baca juga:  Kasus Best Profit Bergulir ke Polda Kalbar

Ia didakwa merugikan negara sebesar Rp3 miliar, sesuai hasil audit dari Politeknik Negeri Pontianak dan Tim Auditor Kejati Kalbar. Dana itu dianggap menguntungkan pihak lain, yakni Hidayat Nawawi ST.  

Askiman dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 ayat (1), (2), (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam pengusutan awal, terdapat mobil volkswagen dan Mini Cooper yang disita pihak kejaksaan dari hasil penggeledahan lanjutan, Senin (24/11/2025) di rumah Hidayat Nawawi di Jalan Purnama II, Komplek Purnama Elok, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

pontianak-times.co.id

Hukum

Fakta Lain Kritik Dido Dewan Singkawang
Kuat Ma'ruf

Hukum

Salam Metal Kuat Ma’ruf Usai Vonis 15 Tahun
Barang bukti yang diamankan penyidik Polres Singkawang dari para terduga pelaku pembunuhan Aliat.

Hukum

Peran Adik di Balik Penembakan Pengusaha di Singkawang
Gedung KPK

Hukum

Breaking News! KPK OTT Bupati Pemalang
pontianak-times.co.id

Hukum

DPO Cukai Bekasi Diringkus Tim Tabur Kejati Kalbar
Herawan Utoro dan pointer perlawanan dalam sidang eksepsi korupsi hibah Yayasan Mujahidin Kalbar.

Hukum

Kuasa Hukum Ungkap Perkara YMK Nihil Unsur Korupsi
pontianak-times.co.id

Hukum

Kalbar Segera Memiliki Lapas Narkotika
Sidang perkara korupsi bantuan penguatan ekonomi bagi korban banjir bandang tahun anggaran 2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (12/10/2026).

Hukum

JPU Tuntut Kadis Sosial Samosir 4 Tahun Penjara
error: Content is protected !!