Home / Kolom

Jumat, 7 Februari 2025 - 19:07 WIB

Kecerdasan Perang Dagang

Beni Sulastiyo

Beni Sulastiyo

Menarik mengamati perang dagang antara Amrik VS China, khususnya di balik fenomena peluncuran platform Deepseek. RRC untuk sementara jadi the winner!

Menurut saya, strategi negeri tirai bambu itu keren. Gimana tidak, bisa-bisanya negara sebesar Amerika Serikat terguncang, hanya dengan meluncurkan Deepseek. Gimana ceritanya?

Sebagai informasi, Deepseek adalah sebuah platform AI. Platform ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan IT yang masih ‘bau kencur’ yang berbasis di RRC.

Dampak dari peluncuran platform AI tandingan CHatGpt itu, perusahaan-perusahaan teknologi di Amrik pun kehilangan uang sebesar 16.000 trilyun hanya dalam beberapa hari. Dunia bisnis di Amerikapun berkontraksi, karena perusahaan-perusahaan berbasis teknologi lainnya ikut-ikutan terguncang.

Wajar jika terguncang. Karena nilai kerugiannya teramat besar. Setara dengan 6 tahun APBN indonesia. Strategi perang dagang di balik peluncuran Deepseek ini juga sangat unik, sangat berbeda dengan perang dagang konvensional yang sering diterapkan oleh berbagai negara di dunia selama ini, seperti melakukan boikot, membuat regulasi yang ketat, dumping, atau menaikan tarif bea impor.

Baca juga:  Surat Cinta PB ISKAB untuk Pemprov Kalbar di Usia ke-69 Tahun

Strategi yang diterapkan oleh Negerinya Xi Jinping ini adalah melalui perang informasi, yaitu dengan menjatuhkan kepercayaan pemegang saham dari perusahaan-perusahaan berbasis teknologi di Amrik.

Caranya adalah dengan mempublish informasi tentang keefisienan dan kehebatan platform AI yang bernama Deepseek yang dibuat oleh sebuah perusahaan IT di RRC.

Dalam publikasinya RRC menjelaskan bahwa untuk membuat model AI yang setara dengan ChaTGPT, perusahaan di RRC hanya memerlukan biaya tak sampai 100 milyar rupiah. Sementara biaya yang dikeluarkan oleh OpenAI, perusahaan yang membuat platform ChatGPT sebesar 1 trilyun rupiah, sepuluh kali lipat lebih besar.

Tak ayal, informasi ini langsung menggerus kepercayaan para pemegang saham perusahaan teknologi di Amrik seperti OpenAi, dan NVIDIA. Merekapun menjual sahamnya. Akibatnya, harga saham perusahaan IT di Amerika anjlok dan secara otomatis, diiringi dengan anjloknya value perusahaan-perusahaan teknologi yang bermarkas di Amerika Serikat.

Baca juga:  Larangan Kantong Plastik, antara Idealisme dan Realisasi

Akibat lanjutannya, rakyatnya Donald Trump yang sudah kadung membeli saham perusahaan-perusahaan itupun histeris karena kehilangan fulus. “Damn it!”

Bagi saya, peristiwa perang dagang di balik peluncuran Deepseek ini memberikan banyak pelajaran menarik. Salah satunya adalah tentang kecerdasan RRC dalam memahami kelemahan sistem ekonomi kapitalisme liberal. Bahwa,hanya dengan modal sepuluh kali lipat lebih kecil dari biaya untuk membangun platform coretax di kemenkeu RI saja, negara sebesar Amrika bisa terguncang.

Sejak dulu, orang-orang Asia memang cerdas-cerdas. Heran juga dengan bangsa kita. Kok malah dikatakan punya IQ setara primata.

Gas elpiji mana gas elpiji?!

[Bung Ben Corner – Kolom yang dikhususkan untuk kolumnis Beni Sulastiyo yang menumpahkan kegundahannya terhadap realitas – Diramu dalam berbagai perspektif] Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Sejarah perang dan apa pentingnya mengetahui sejarah ini

Kolom

Kuasa Pemenang Perang
M Taufik, Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat FK-Unand dan Dosen FIKPsi Universitas Muhammadiyah Pontianak

Kolom

Alarm Krisis Gizi, Luka Mental dan Ilusi Produktivitas
M. Irzam Abdillah (Ketua Umum PB ISKAB 2026-2028)

Kolom

Surat Cinta PB ISKAB untuk Pemprov Kalbar di Usia ke-69 Tahun
Foto ilustrasi hubungan toxic dua negara, AS dan Iran

Kolom

Hubungan Toxic AS vs Iran: Dompet Kita Terancam?
Khairul Rahman, Editor in Chief Pontianak Times dan Pimpinan Baznas Provinsi Kalbar

Kolom

Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik
Foto ilustrasi peta kekuatan menjelang pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu 2026.

Kolom

Membaca Sinyal Legalistik Otokratik via RUU Pemilu 2026
R. Rido Ibnu Syahrie, penulis di Kantor Redaksi Pontianak Times.

Kolom

Kapuas Raya, Janji Dua Dekade yang Menggantung
M Hermayani Putera

Kolom

Sita Rekening dan Tanah Tak Digarap, Adilkah?
error: Content is protected !!