Home / Kolom

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:45 WIB

Hubungan Toxic AS vs Iran: Dompet Kita Terancam?

Foto ilustrasi hubungan toxic dua negara, AS dan Iran

Foto ilustrasi hubungan toxic dua negara, AS dan Iran

Pernah dengar istilah “Toxic Relationship” dalam skala antarnegara? Kalau iya, hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran adalah juaranya. Memasuki awal 2026, tensi keduanya bukan cuma soal adu mulut di PBB, tapi sudah masuk ke level yang bisa bikin dunia “mati lampu”.

Yuk, kita bedah kenapa konflik ini bukan cuma soal mereka, tapi soal kita semua.

Bayangkan dua sahabat yang jadi musuh bebuyutan. Dulu, Iran adalah “bestie” AS di Timur Tengah di bawah kepemimpinan Shah. Tapi plot twist terjadi di 1979 (Revolusi Islam). Sejak itu, hubungan mereka putus total.

AS melihat Iran sebagai ancaman nuklir, sementara Iran melihat AS sebagai raksasa yang suka ikut campur urusan rumah tangga orang lain. Dendam ini makin “berkarat” dan puncaknya di 2025-2026 ini, diplomasi mereka benar-benar berada di titik nadir.

Di tahun 2026, perang tidak melulu berisik. Iran dan AS sedang terjebak dalam perang siber asimetris. Ingat virus Stuxnet? Itu cara AS menyabotase nuklir Iran tanpa kirim satu pun tentara.

Baca juga:  Kapuas Raya, Janji Dua Dekade yang Menggantung

Sekarang, Iran tidak tinggal diam. Mereka punya “tentara keyboard” yang jago nge-hack infrastruktur vital, mulai dari sistem perbankan hingga jaringan listrik. Perang IT ini bikin semua jadi tak pasti. Satu klik salah, ekonomi global bisa freeze dalam semalam.

Kalau kita bicara persenjataan, ini seperti pertarungan antara iPhone Pro Max vs HP Rakitan yang mematikan. AS punya jet tempur F-35 yang tak bisa dideteksi radar dan kapal induk yang besarnya seperti kota terapung. Mereka mengandalkan teknologi “Dewa”.

Sedangkan Iran, mereka sadar tak bisa menandngi budget AS. Jadi, mereka main pintar. Mereka produksi massal Drone Kamikaze dan Rudal Balistik. Murah, banyak, dan susah ditangkis. Ini taktik “David vs Goliath” versi modern.

Selat Hormuz

Nah, kenapa kita yang di Indonesia harus peduli? Jawabannya ada di Selat Hormuz. Ini adalah jalur sempit di dekat Iran tempat 20% minyak dunia lewat. Kalau Iran “ngambek” dan menutup jalur ini, harga minyak dunia bakal moonshot (terbang tinggi).

Baca juga:  Sejarah Berulang, Tak Semata Soal Masa Lalu

Efek Domino yang bakal dirasakan adalah, harga BBM naik, harga ongkir naik, harga beras dan paket data ikut naik. Inflasi bakal jadi tamu tak diundang di dapur kita.

Konflik 2026 ini adalah tentang siapa yang paling sabar. AS punya kekuatan, tapi mereka capek perang. Iran punya nyali, tapi ekonomi mereka sekarat karena sanksi.

Dunia nggak butuh pemenang di sini, dunia cuma butuh mereka untuk berhenti. Karena kalau kran di Timur Tengah tersumbat, yang haus bukan cuma mereka, tapi seluruh penghuni bumi. Gimana menurutmu? Apa kita sudah cukup siap kalau tiba-tiba harga BBM melonjak karena tensi di sana?

Opini Redaksi I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

M. Irzam Abdillah (Ketua Umum PB ISKAB 2026-2028)

Kolom

Surat Cinta PB ISKAB untuk Pemprov Kalbar di Usia ke-69 Tahun
ilustrasi kebodohan yang berulang

Kolom

Kebodohan yang Mematikan
Gambar ilustrasi Borgol Paman Sam

Kolom

Borgol Paman Sam: Keadilan atau Arogansi Imperialis?
M Taufik, Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat FK-Unand dan Dosen FIKPsi Universitas Muhammadiyah Pontianak

Kolom

Alarm Krisis Gizi, Luka Mental dan Ilusi Produktivitas
Hermawansyah, aktivis dan pegiat sosial.

Kolom

Sejarah Berulang, Tak Semata Soal Masa Lalu
KH Didik Imam Wahyudi

Kolom

Keutamaan Sedekah 10 hari Terakhir Ramadan
Beni Sulastyo

Kolom

Tak Mungkin Dibiarkan Bisa Pintar
M. Taufik, Mahasiswa S3 Kesehatan Masyarakat FK-Unand.

Kolom

Larangan Kantong Plastik, antara Idealisme dan Realisasi
error: Content is protected !!