Home / Kolom

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:06 WIB

Surat Cinta PB ISKAB untuk Pemprov Kalbar di Usia ke-69 Tahun

M. Irzam Abdillah (Ketua Umum PB ISKAB 2026-2028)

M. Irzam Abdillah (Ketua Umum PB ISKAB 2026-2028)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat hari ini memperingati hari ulang tahun ke-69. Usia ini menjadi penanda perjalanan panjang pemerintahan daerah dalam membangun Kalimantan Barat serta menghadirkan pelayanan dan kesejahteraan bagi masyarakat dari wilayah perkotaan hingga pedalaman.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat, Pengurus Besar Ikatan Santri Kalimantan Barat (PB ISKAB) Nusantara menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih.

Salah satu capaian penting adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat yang pada tahun terakhir mencapai angka 72,09. Capaian ini menunjukkan adanya kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.

Namun demikian, capaian tersebut perlu dilihat secara lebih utuh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nasional, Kalimantan Barat masih berada di peringkat ke-31 dari seluruh provinsi di Indonesia.

Posisi ini menempatkan Kalbar dalam kelompok provinsi dengan IPM terendah secara nasional, sehingga peningkatan yang terjadi di tingkat provinsi belum sepenuhnya mencerminkan daya saing Kalbar secara nasional.

Baca juga:  Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik

Selain itu, disparitas IPM antar kabupaten dan kota di Kalimantan Barat masih cukup besar. Hingga saat ini, hanya Kota Pontianak dan Kota Singkawang yang memiliki IPM di atas rata-rata provinsi. Sementara itu, sebagian besar kabupaten lainnya masih berada di bawah rata-rata IPM Kalimantan Barat. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi tantangan serius, terutama bagi wilayah pedalaman dan perbatasan.

Di sektor kesehatan, ketimpangan juga masih dirasakan. Akses layanan kesehatan di desa-desa terpencil belum sepenuhnya merata. Keterbatasan fasilitas kesehatan, minimnya tenaga medis, serta sulitnya akses transportasi menjadi kendala yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Persoalan ini perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut hak dasar masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak.

Selain ketimpangan IPM dan akses kesehatan, Kalimantan Barat juga masih dihadapkan pada sejumlah persoalan lain, seperti keterbatasan infrastruktur dasar, ketergantungan ekonomi pada sektor primer, serta kualitas dan pemerataan sumber daya manusia. Isu-isu tersebut menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara bertahap dan terukur.

Baca juga:  Akhirnya Harisson Jadi Sekda Kalbar
Harapan dalam momentum peringatan HUT ke-69

Momentum peringatan HUT ke-69 ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus dorongan percepatan pembangunan. Peningkatan capaian statistik perlu diiringi dengan kebijakan yang lebih berkeadilan, berbasis data, dan berpihak pada daerah tertinggal agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kalimantan Barat.

Surat cinta ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral. Kami meyakini Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk terus maju. Dengan komitmen bersama dan kebijakan yang tepat, Kalbar dapat melangkah menuju pembangunan yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan.

Selamat ulang tahun ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Semoga ke depan semakin kuat dalam menghadirkan pembangunan yang adil dan menyejahterakan seluruh rakyat Kalimantan Barat. [rls]

[M. Irzam Abdillah, Ketua Umum PB Ikatan Santri Kalimantan Barat/ISKAB 2026-2028] | Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia menjadi bahan perbincangan geopolitik dunia pasca menandatangani Board of Peace (BoP).

Kolom

Prabowo Menguji Batas Diplomasi “Bebas Manuver”
Sejarah perang dan apa pentingnya mengetahui sejarah ini

Kolom

Kuasa Pemenang Perang
R. Rido Ibnu Syahrie, penulis di Kantor Redaksi Pontianak Times.

Kolom

Kapuas Raya, Janji Dua Dekade yang Menggantung
M Hermayani Putera

Kolom

Sita Rekening dan Tanah Tak Digarap, Adilkah?
KH Didik Imam Wahyudi

Kolom

Keutamaan Sedekah 10 hari Terakhir Ramadan
Ya’ Asurandi A. Hamid, Aktivis dan Mahasiswa Magister Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Kolom

Awas, Petani Sawit Jadi Korban Ekspor Satu Pintu
Foto ilustrasi hubungan toxic dua negara, AS dan Iran

Kolom

Hubungan Toxic AS vs Iran: Dompet Kita Terancam?
Khairul Rahman, Editor in Chief Pontianak Times dan Pimpinan Baznas Provinsi Kalbar

Kolom

Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik
error: Content is protected !!