Home / Edukasi

Sabtu, 25 Juni 2022 - 12:19 WIB

Ini Kajian Islam Tentang Parade 5 Planet

Gugusan bintang dan planet dalam tata surya yang beredar pada garis edarnya masing-masing

Gugusan bintang dan planet dalam tata surya yang beredar pada garis edarnya masing-masing

Pontianak. Peristiwa munculnya 5 buah planet sejajar baru-baru ini banyak yang mengabadikan melalui foto dan video. Bagaimana kajian Islam terhadap fenomena terlihatnya Merkurius, Venus, Mars, Yupiter dan Saturnus ini?

Posisi sejajar planet-planet itu menjadi bagian dari kekuasaan dan bukti penciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Agama Islam telah mengupasnya, bahkan jauh sebelum mengenal teknologi canggih untuk melihat benda-benda luar angkasa.

“Dialah yang telah menciptakan siang dan malam, matahari dan bulan masing-masing beredar pada garis edarnya” QS Al Anbiya ayat 33.

Ayat itu bermakna agar manusia memerhatikan kekuasaan-Nya. Setiap benda antariksa itu beredar pada garis edarnya yang setia patuh dan tunduk kepada hukum alam. QS Yasin ayat 38 juga menyebutkan, yang artinya “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”

Penjelasan tentang ini juga dapat ditemukan dalam tafsir QS. Az-Zariyat ayat 7 yang artinya, Melanjutkan sumpahNya, ”Demi langit yang mempunyai jalan-jalan yang merupakan garis edar atau orbit yang teratur sebagai arah dari pergerakan semua benda langit, seperti bumi, bintang-bintang, planet-planet, dan galaksi-galaksi”

Menurut Quraish Shihab, kata al-hubuk dalam ayat tersebut dapat berarti yang indah dan baik atau yang teratur. Dapat pula dipahami sebagai bentuk jamak dari habikah atau hibak, yakni jalan, seperti jalan-jalan yang terlihat di atas air apabila ditimpa hembusan angin.

Teori fisika relativitas umum, dikenal mengenai mekanisme pemendekan jarak yang sangat jauh menjadi hanya beberapa meter saja. Einstein menyebutnya sebagai jembatan dan saat ini para ilmuwan menyebutnya sebagai wormhole (lubang cacing).

Wormhole ini jalan pintas yang menghubungkan dua tempat di jagad raya ini. Sebagai gambaran, kita ingin bepergian ke suatu galaksi yang letaknya 100 juta tahun cahaya dari bumi (jika 1 tahun cahaya = 9,46 x 1012 km, maka galaksi tersebut jaraknya dari bumi sekitar 9,46×1018 km, atau 9,46 juta-juta-juta km!).

Andaikata ada pesawat ulang-alik yang memiliki kecepatan mendekati kecepatan cahaya saja kita memerlukan waktu 100 juta tahun. Tetapi jika kita menggunakan jalan pintas ‘wormhole, kita akan sampai di galaksi hari ini.

Perlu dicatat bahwa ini merupakan konsekuensi dari pemendekan jarak yang terjadi dalam wormhole. Dengan demikian bisa jadi, al-hubuk berupa sebuah jalan seperti yang digambarkan oleh para ahli fisika, wormhole, sebuah jalan ‘khusus yang diberikan Allah kepada para Malaikat dan hambahambaNya yang terpilih.

Perjalanan Rasulullah dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, boleh jadi melewati mekanisme pemendekan jarak sehingga jarak yang demikian jauhnya ditempuh Rasulullah hanya dalam bilangan jam. Wallahu’alam Bishowab. (rdo)

Share :

Baca Juga

Poltesa raih penghargaan

Edukasi

Poltesa Raih Pengelola KIP Terbaik 2023
Milad PMB ke 31

Edukasi

Jelang Milad PMB, Berbagi Paket Pangan
pontianak-times.co.id

Edukasi

Beda Pemahaman Tentang Isra Mikraj (1)
Calvin Sapta Wijaya

Edukasi

Calvin, Siswa Jago TOEIC se-Indonesia
Diskusi Terarah Koridor Bekantan

Edukasi

Koridor Bekantan Masuk Lansekap Kubu
Tes Kesamaptaan Poltekip dan Poltekim

Edukasi

6 Peserta Tes Samapta Poltekip/Poltekim
Kuliah umum dan bedah buku Aldera

Edukasi

Pius Kobarkan Semangat Aldera di Pontianak
Ustaz Abdul Somad

Edukasi

Ribuan Warga Ikut Ceramah UAS di Segedong
error: Content is protected !!