Home / Edukasi

Senin, 26 Mei 2025 - 14:24 WIB

Inaya Kayan Indonesia Luncurkan Perlawanan Perempuan Adat Long Pelban

Pameran Virtual Inaya Kayan Indonesia, bentuk perlawan dari perempuan adat Long Pelban.

Pameran Virtual Inaya Kayan Indonesia, bentuk perlawan dari perempuan adat Long Pelban.

Bulungan. Sabtu, 24 Mei 2025, Inaya Kayan Indonesia resmi meluncurkan pameran virtual “Suara dari Hulu: Tubuh, Alam, dan Perlawanan Perempuan Uma’ Kulit”

Peluncuran ini di tengah bayang-bayang pembangunan yang terus menggerus ruang hidup masyarakat adat, sebuah suara dari hulu akhirnya terdengar jelas, mengalir melalui layar-layar digital dan mengetuk kesadaran.

Pameran virtual ini menjadi ruang kolektif yang menyuarakan kisah perempuan adat Long Pelban, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) yang selama ini tak diberi ruang dalam proses pembangunan, tapi tak pernah berhenti menjaga tanah, tubuh, dan sejarahnya.

Bukan hanya tempat memajang karya seni, melainkan ruang hidup digital yang memuat napas-napas perlawanan. Di tengah ancaman PLTA Kayan dan ekspansi industri lainnya yang mengabaikan keberadaan masyarakat adat, terutama perempuan.

Karya-karya ini muncul dari luka yang terbuka, dari keheningan yang lama dipaksa, dan dari keberanian yang diwariskan antar generasi.

Baca juga:  TAF dan DBSF Berdayakan 80 Ribu Perempuan Marginal di Kalbar

“Perempuan Long Pelban bukan penonton dalam pembangunan. Mereka adalah penjaga hutan, perawat ladang, dan penentu musim. Tapi suara mereka diabaikan. Melalui pameran ini, kami menolak untuk dilupakan,” ujar Meta Septalisa, Ketua Inaya Kayan Indonesia.

Dalam pameran ini, kata Meta, sepuluh seniman muda Kalimantan menyumbangkan karya yang menggambarkan kekacauan, kehilangan, dan harapan.

Instalasi, ilustrasi digital, patung tanah liat, dan karya video menggambarkan keterhubungan antara tubuh perempuan dan alam, serta ancaman yang mereka hadapi ketika ruang hidup mereka dialihfungsikan atas nama kemajuan.

“Salah satu segmen tidak kalah menyentuh adalah Points of Listening, yaitu rekaman suara hutan Kalimantan Tengah selama 24 jam penuh,” jelas Meta.

Suara Hutan

Rekaman suara hutan tersebut merupakan pengalaman imersif yang mengajak pengunjung tidak hanya melihat, tapi juga mendengar gemerisik, burung, serangga, dan angin, seperti suara alam yang perlahan dibungkam oleh deru mesin.

Baca juga:  Ribuan Jamaah Hadir Tabligh Maulid di Mujahidin Pontianak

Menurut Meta, pameran ini dapat diakses secara daring selama satu bulan penuh dan terbuka bagi siapa saja, kapan saja. Tapi pameran ini tidak berhenti di sini. Tim Inaya Kayan berkomitmen untuk memperluas ruang ini ke Kalimantan Timur dan Selatan, membangun koneksi lintas wilayah, serta mendokumentasikan lebih banyak kisah dan praktik kearifan lokal perempuan adat di tengah krisis iklim.

“Kami ingin mengajak publik untuk tidak hanya menyaksikan, tapi juga mendengar, merasakan, dan bergerak bersama. Karena keadilan iklim hanya mungkin jika kita menghormati pengetahuan lokal dan memulihkan suara perempuan,” kata Meta.

Peluncuran ini juga menjadi bagian dari kerja jangka panjang antara komunitas, seniman, dan mitra pendukung seperti YAPPIKA-ActionAid, yang turut membantu mewujudkan ruang aman bagi suara perempuan adat dan mendukung program pembela keadilan iklim yang berbasis komunitas.[iz/cit-jour]

Update Berita, ikuti Google News 

Share :

Baca Juga

Kabid SD Diknas Sambas bersama Pengawalan dan Guru Peserta OSN, insert Fahry Pranaja Khairy saat menerima penghargaan juara di SDN 4 Nagur Sambas.

Edukasi

Tim Fahri Pranaja Siap Berlaga di OSNP Kalbar
Penyu

Edukasi

Edukasi Penyu Paloh Bagi Para Pelajar
Prajurit TNI mengajar anak-anak perbatasan Kalbar-Malaysia

Edukasi

Prajurit TNI Perbatasan Jadi Tenaga Pengajar Tambahan
Penelitian FK Universitas Northwestern Feinberg tentang kopi dan asupan nutrisi

Edukasi

Secangkir Kopi Bisa Tangkal 10% Covid
Audiensi Forum Tenaga Honorer Pendidikan Kabupaten Sambas bersama pihak Kemendkbudristek.

Edukasi

Jerit Honorer Pendidikan Sambas di Kemendikbudristek
Prof. Dr. Taufiqurokhman, S.H, A.Ks, S.Sos, M.Si (Kepakaran Governansi Digital)

Edukasi

UU Sisdiknas Belum Akomodasi Digitalisasi Pendidikan
Bagi Takjil

Edukasi

PMII Komisariat STAIM Bagi Takjil

Edukasi

Dewan Pers Dorong Verifikasi Media Massa
error: Content is protected !!