Home / Infrastruktur

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Pemindahan Pelabuhan Dwikora Harus Diikuti Jalur Distribusi

Terminal Peti Kemas Pelabuhan Dwikora Pontianak dan inzet, Slamet Widodo, Praktisi Transportasi.

Terminal Peti Kemas Pelabuhan Dwikora Pontianak dan inzet, Slamet Widodo, Praktisi Transportasi.

PONTIANAK – Pemindahan aktivitas Pelabuhan Dwikora Pontianak perlu diikuti penataan jalur distribusi barang agar tidak memindahkan persoalan kemacetan ke wilayah lain. Konektivitas jalan menuju pusat distribusi menjadi kunci kelancaran arus logistik.

Akademisi Universitas Tanjungpura, Dr. Ing. Ir. Slamet Widodo, M.T., IPM menilai rencana pemindahan aktivitas pelabuhan, termasuk pengembangan Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah, tidak otomatis menghilangkan kemacetan di Kota Pontianak.

Menurutnya, barang yang dibongkar di pelabuhan tetap harus diangkut menuju gudang, pusat distribusi, dan kawasan tujuan, termasuk Pontianak dan sekitarnya. Tanpa jalur distribusi yang memadai, kendaraan angkutan barang berpotensi tetap membebani jaringan jalan perkotaan.

Karena itu, penanganan kemacetan tidak cukup hanya dengan memindahkan aktivitas pelabuhan. Pemerintah perlu menyiapkan jaringan jalan yang mampu menghubungkan pelabuhan dengan kawasan distribusi tanpa memusatkan arus kendaraan berat di jalan-jalan utama kota.

Baca juga:  6.050 Titik Panas Karhutla Kalbar, Ini Reaksi Keras Muhammadiyah

Slamet yang juga Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kalimantan Barat ini menekankan pentingnya pembangunan jalan lingkar yang terhubung dengan jalur distribusi barang. Infrastruktur tersebut diperlukan agar pergerakan kendaraan logistik dapat menjangkau kawasan tujuan secara lebih efisien sekaligus mengurangi tekanan lalu lintas di Pontianak.

Menurutnya, tanpa konektivitas yang terencana, pemindahan aktivitas pelabuhan berisiko hanya menggeser titik kepadatan. Kendaraan barang tetap harus melewati jaringan jalan yang sama atau beralih ke jalur lain yang belum tentu mampu menampung tambahan arus lalu lintas.

Jalan Lingkar

Menurut Slamet, pemerintah perlu melihat persoalan pelabuhan dan kemacetan sebagai bagian dari satu sistem transportasi. Lokasi pelabuhan, jalur angkutan barang, jaringan jalan lingkar, serta akses menuju pusat distribusi harus direncanakan secara terintegrasi.

Ia juga menilai koordinasi antarpemerintah daerah penting, terutama antara Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Arus kendaraan tidak berhenti pada batas administrasi, sehingga penanganannya perlu mempertimbangkan keterhubungan jaringan jalan di kedua wilayah.

Baca juga:  Muhammadiyah Kalbar Aktifkan Poskor Karhutla

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dinilai memiliki peran strategis untuk mendorong sinkronisasi kebijakan tersebut agar solusi di satu wilayah tidak menimbulkan persoalan baru di wilayah lainnya.

Slamet menambahkan, jalan lingkar dan konektivitas antarkawasan tidak hanya mendukung distribusi logistik, tetapi juga memperkuat pergerakan ekonomi, sosial, dan budaya.

Dengan demikian, pemindahan aktivitas Pelabuhan Dwikora Pontianak perlu dibarengi perencanaan jalur distribusi yang jelas. Tujuannya bukan sekadar memindahkan lokasi kegiatan pelabuhan, melainkan memastikan arus barang menuju Pontianak dan sekitarnya tetap lancar tanpa menambah beban kemacetan di jalan perkotaan.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Google News Pontianak Times

Share :

Baca Juga

Jalan Lingkar Antibar Mempawah

Infrastruktur

10 Tahun Jalan Lingkar Antibar Rusak Parah
PSC Sintang

Infrastruktur

Sintang Miliki Layanan Darurat PSC 119
Satono-Hero kampanye di Desa Tri Mandayan Teluk Keramat

Infrastruktur

Satono-Hero Siap Lebarkan Jalan Sekura-Simpang Empat
pontianak-times.co.id

Infrastruktur

Penentuan Titik Gerbang PLBN Jagoi Babang
Farhan Wabup Ketapang

Infrastruktur

25 Jalan di Ketapang Diusulkan Ubah Status
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, R. Gun Gun Mulyawan S dan Muhammad Dipo Alam, Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di Studio Podcast Satukata.

Infrastruktur

Dishub Andalkan Rekayasa Lalu Lintas Urai Macet Kapuas I
Bupati Sambas, H. Satono, secara resmi meresmikan Jembatan Bailey Ramayadi, Selasa (13/1/2026)

Infrastruktur

Akses Wisata Batu Lapak Makin Lancar, Bupati Satono Resmikan Jembatan Bailey Ramayadi
Petani Padi Teluk Kermat

Infrastruktur

Petani Teluk Keramat Mendambakan Mesin Panen Padi
error: Content is protected !!