Home / Edukasi

Kamis, 11 Agustus 2022 - 09:50 WIB

Anak Nelayan Asal Sambas Diwisuda Menteri

Sulhan anak nelayan asal Dusun Kuala Baru, Desa Sarang Burung Danau Kecamatan Jawai, Kabupateen Sambas usai prosesi wisuda di Politeknik AUP Jakarta, Rabu (10/8/2022)

Sulhan anak nelayan asal Dusun Kuala Baru, Desa Sarang Burung Danau Kecamatan Jawai, Kabupateen Sambas usai prosesi wisuda di Politeknik AUP Jakarta, Rabu (10/8/2022)

Sambas. Sulhan, anak nelayan asal Dusun Kuala Baru, Desa Sarang Burung Danau Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas diwisuda Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono, Rabu (10/8/2022) di Politeknik AUP Jakarta.

Sarjana Terapan Perikanan atau Str Pi, kini dapat disandingkan dengan nama Sulhan setelah lulus Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta.

Sulhan sebelumnya mengenyam pendidikan kedinasan bidang kelautan dan perikanan selama 4 tahun di politeknik yang berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini. Ia berkuliah secara gratis karena masuk kategori anak pelaku utama kelautan dan perikanan.

Sulhan tidak sendirian. Bersamanya ada tiga orang mahasiswa Politeknik AUP Jakarta lainnya asal Kalimantan Barat yang diwisuda bersamaan.

Menjelang proses wisuda, Sulhan bersama mahasiswa lainnya asal Kalbar mendapat kunjungan dari Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi pada 27 Agustus 2022 di Kampus Politeknik AUP.

Sulham mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sambas hingga berhasil meraih gelar STr Pi. Ia berkomitmen siap mengabdi ke daerah untuk mengembangkan ilmu kelautan dan perikanan yang diperolehnya selama pendidikan di Politeknik AUP Jakarta.

“Alhamdulillah saya telah selesai di wisuda. Ini semua tidak terlepas dari dukungan dan motivasi Pemerintah Kabupaten Sambas yang peduli dengan pendidikan,” ujarnya bangga.

Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan formal, Magister dan Sarjana Terapan di satuan Perguruan Tinggi Kelautan dan Perikan.

Menurutnya, potensi kelautan dan perikanan Indonesia sangatlah besar. Lebih dari 17.500 pulau, 6,4 juta kilometer persegi wilayah perairan dan Zona Ekonomi Eksklusive (ZEE) serta ribuan spesies ikan, rumput laut dan terumbuk karang yang merupakan kemakmuran Indonesia.

“Laut dan ekosistemnya yang sehat juga mampu memperlambat laju perubahan iklim, dan mengurangi bencana, seperti naiknya permukaan laut dan regradasi pesisir,” ujar Sakti.

Namun demikian sekitar 38 persen perikanan Indonesia juga ditangkap secara berlebihan. Akibatnya, ekosistem bakal menunjukkan kerusakan dan sampah sekitar sepertiga terumbuk karang terancam, sehingga ini harus dilestarikan.

Ia berharap kepada wisudawan, magister maupun sarjana terapan dapat menjaga dan melestarikan ekosistem laut sesuai ilmu yang didapat selama mengenyam pendidikan.(edo)

Share :

Baca Juga

Kapolsek Pemangkat

Edukasi

Kapolsek Pemangkat Khatib di Masjid Baiturrahman Perapakan
Wisuda IAIS Sambas

Edukasi

IAIS Sambas Wisuda 227 Mahasiswa
Anjangsana MKGR ke Panti Tunanetra

Edukasi

MKGR Kalbar Anjangsana ke Pondok Tunanetra
pontianak-times.co.id

Edukasi

Apresiasi Kajati Kalbar untuk Revangga
Satlantas Polres Mempawah

Edukasi

Satlantas Polres Mempawah Bagikan Takjil
Kodim Sambas tanam mangrove

Edukasi

Kodim Sambas Tanam Mangrove Cegah Abrasi
Dwija Praja Nugraha

Edukasi

8 Bupati Terima Dwija Praja Nugraha 2022
pesantren ramadan

Edukasi

Pesantren Ramadan Masjid Attaqwa Mempawah
error: Content is protected !!