Home / Hukum

Rabu, 26 Januari 2022 - 20:23 WIB

Beli Aset, Bupati Buru Selatan Ditangkap

Jumpa pers penahanan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa (TSS) beserta dua orang kontraktor, Rabu (26/1/2022) di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada-Jakarta. Foto: pontianak-times.co.id

Jumpa pers penahanan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa (TSS) beserta dua orang kontraktor, Rabu (26/1/2022) di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada-Jakarta. Foto: pontianak-times.co.id

Jakarta. Bupati Buru Selatan-Maluku dua periode, Tagop Sudarsono Soulisa (TSS) beserta dua orang kontraktor, JRK dan IKA, resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (26/1/2022).

Aib TSS terbongkar berawal dari kepemilikan sejumlah aset dari hasil yang diduga dari tindak pidana penerimaan hadiah dan gratifikasi senilai Rp10 Miliar.

Duit tersebut diperoleh dengan cara menerima fee atas empat paket proyek jalan di Dinas PUPR Kabupaten Buru Selatan dalam waktu 2011-2016, senilai total Rp52,9 Miliar.

“Setelah pengumpulan informas dan data, ditemukan bukti permulaan yang cukup, kemudian ditingkatkan ke penyidikan. Penggeledahan di Kantor Dinas PUPR juga dilakukan hinggaupaya paksa penahanan tersangka,” kata Lili Pintauli Siregar, Komisioner KPK saat jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada-Jakarta.

Baca juga:  Gawat, Starlink Ancaman Bagi Indonesia

Lili didampingi Deputi Penindakan Karyoto dan Juru Bicara Ali Fikri, menjelaskan konstruksi perkara yang dilakukan TSS, JRK dan IKA. “TSS sejak awal menjabat memberikan atensi lebih pada Dinas PUPR dengan mengundang Kadis PUPR dan Bina marga untuk membicarakan besaran paket kegiatan,” ujar Lili.

Selanjutnya, kata dia, TSS menentukan secara sepihak pekerjaan yang bisa dimenangkan untuk lelang dan penunjukkan langsung (PL). Dari penunjukkan ini, TSS meminta sejumah uang fee sebesar 7% hingga 10% dari setiap pekerjaan. “Khusus dana alokasi khusus, fee 7-10% ditambah 8% dari nilai kontrak pekerjaan,” papar Lili.

Dijelaskan Lili, penerimaan fee yang dilakukan TSS dengan cara menggunakan orang kepercayaan TSS yakni JRK untuk mengambil uang tersebut yang kemudian ditransfer ke rekening TSS.

Baca juga:  Paslon NKRI Singgung Soal Kapuas Raya

“Dari uang itu, TSS diduga membeli sejumlah aset dengan menggunakan nama pihak-pihak lain dengan maksud menyamarkan asal-usul uang yang diterima dari para rekanan kontraktor,” papar Lili.

KPK, kata Lili, selain fokus menangani tindak pidana korupsinya, juga akan mengungkap tindak pidana pencucian uangnya.

“Sehingga penegakkan hukum dalam pemberantasan korupsi bisa lebih optimal dalam memulihkan kerugian keuangan Negara yang telah timbul akibat kejahatan tersebut,” ujar Lili yang pernah berkunjung ke Singkawang di tengah ramainya kasus rekaman bagi-bagi proyek Walikota dan sejumlah Anggota Dewan.

  • Penulis : R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Mari Dandy dan ayahnya Rafael

Hukum

Sri Mulyani Copot RAT Akibat Ulah Anak
Dua tersangka dugaan korupsi dana hibah pembangunan SMA Mujahidin, IS dan MR ditahan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat.

Hukum

Dua Tersangka Hibah SMA Mujahidin Ditahan
Rapat Tim SMSI bahas Revisi UU Penyiaran

Hukum

SMSI Dukung Revisi UU Penyiaran Lindungi Konten Lokal
H Subhan Nur mengunjungi lokasi perkebuna PT SEC.

Hukum

PT SEC Rampas Aset Pemkab dan Lahan Warga
Aginta Ginting, penasehat hukum Indra perkara pencurian

Hukum

Bebaskan Indra, Korban Kriminalisasi Pencurian
Barang bukti mobil tangki yang memasok BBM jenis solar ilegal ke PKS PT SEC.

Hukum

Disorot Rampas Lahan, Kini PT SEC Tersandung BBM Ilegal
Kasus kerangkeng manusia

Hukum

TRP Hadapi Dakwaan Korupsi dan Perbudakan
Kasat Reskrim Polres Sambas dan jajaran sesaat pelimpahan berkas tahap I.

Hukum

Berkas Kasus Kosmetik Berbahaya Masuk Kejari Sambas
error: Content is protected !!