Home / Hukum

Minggu, 25 Agustus 2024 - 23:29 WIB

Kasus Best Profit Bergulir ke Polda Kalbar

Kantor operasional PT Best Profit Future (BPF) di Komplek Ayani Megamalll Pontianak.

Kantor operasional PT Best Profit Future (BPF) di Komplek Ayani Megamalll Pontianak.

Pontianak. Kuasa hukum DN, korban investasi miliaran rupiah PT Best Profit Future (BPF) Pontianak, Denie Amiruddin SH MHum telah melapor ke Direskrimsus Polda Kalimantan Barat.

“Laporan telah kami buat dan klien kami telah dimintai keterangan oleh penyidik Polda Kalbar,” kata Denie kepada pontianak times, Minggu (25/8/2024).

Menurut Denie, sejumlah barang bukti juga sudah diberikan kepada penyidik dan masih terus menunggu proses lebih lanjut. “Kami juga telah menyiapkan banyak saksi, termasuk saksi ahli jika diperlukan oleh penyidik,” ujar Denie.

Baca juga:  Hari Kelima Peparnas XVI, Kalbar Urutan 8

Intinya, kata Denie, kasus BPF Pontianak tersebut perlu tuntas dan bergulir ke pengadilan, lantaran banyak korban lain yang bernasib sama dengan DN. “Hal ini juga sebagai warning agar tidak ada korban berikutnya,” kata Denie.

Soal saksi, lanjut Denie, telah dipersiapkan. Bahkan, ada saksi yang berasal dari mantan karyawan BPF Pontianak. “Mereka siap dimintai keterangan,” ujar Denie.

Denie yang juga akademisi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak ini menerangkan pihaknya telah menyurati para phak terkait. Bahkan telah menyurati Badan Pengawas Perdagagan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Baca juga:  30 Armada Siap Angkut Mudik Gratis Presisi

Diberitakan sebelumnya, DN, salah seorang korban BPF Pontianak mengalami kerugian miliaran rupiah setelah setoran dananya raib. Banyak kejanggalan dari setoran dana yang hilang di BPF Pontianak itu.

DN melalui pengacaranya itu meminta pertanggungjawaban BPF Pontianak atas hilangnya dana DN sebesar Rp2,1 Miliar. Dari total dana tersebut, ada yang masih terselamatkan sebesar Rp350 juta.(rdo)

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Herawan Utoro dan pointer perlawanan dalam sidang eksepsi korupsi hibah Yayasan Mujahidin Kalbar.

Hukum

Kuasa Hukum Ungkap Perkara YMK Nihil Unsur Korupsi
HS Direktur PT PNN

Hukum

HS Tersandung Proyek Stadion Mandala Krida
Peta Lokasi Penemuan Mayat

Hukum

Bendahara KONI KKU Terbunuh di Bogor
Talkshow HANI 2022 Kemenkumham

Hukum

88 Jalur Narkoba Internasional di Kalbar
Pencabulan

Hukum

Pelajar Pelaku Cabul Pemangkat Ditangkap
Diskusi reguler di dapur redaksi Pontianak Times terkait RUU Perampasan Aset.

Hukum

Regulasi Perampasan Aset Tidak Urgen, Benarkah?
ILC (17), ibu kandung yang membunuh bayinya usai melahirkan di Desa Semata Kecamatan Tangaran Kabupaten Sambas, Kamis (24/4/2025).

Hukum

Rekonstruksi Ibu Kandung Bunuh Bayi
Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumio

Hukum

Hakim Adil Vonis 1 Tahun 6 Bulan Bharada E
error: Content is protected !!