Home / Hukum

Senin, 12 Januari 2026 - 16:18 WIB

Dikritik Kasus Korupsi, Walikota Singkawang Polisikan Sejumlah Aktivis

Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie usai diperiksa majelis hakim sebagai saksi perkara korupsi yang sekarang telah vonis.

Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie usai diperiksa majelis hakim sebagai saksi perkara korupsi yang sekarang telah vonis.

Singkawang – Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie, resmi melaporkan sejumlah aktivis dan seniman ke Kepolisian Resor (Polres) Singkawang atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial.

Pelaporan ini merupakan buntut dari unggahan kritik terkait kasus korupsi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Pasir Panjang.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan (STPLP) nomor STPLP/06/I/2026, laporan tersebut dibuat Kamis, 8 Januari 2026. Tjhai Chui Mie mempersoalkan unggahan di beberapa akun media sosial yang menampilkan foto dirinya telah diedit mengenakan rompi berwarna pink dengan tulisan “Tahanan Korupsi Singkawang”.

“Saya merasa sangat dirugikan nama baik saya karena saya merasa tidak pernah memakai rompi tersebut di mana pun saya berada,” tulis Tjhai Chui Mie dalam kronologi laporannya. Terdapat empat akun media sosial yang dilaporkan, termasuk akun milik Muhammad Syafiuddin dan beberapa warga lainnya.

Baca juga:  Bos Tambang Kalbar, Sudianto Ditahan Kejagung
Respons MPAK

Menanggapi laporan tersebut, kelompok yang menamakan diri Masyarakat Peduli Anti Korupsi (MPAK) Singkawang menyatakan tindakan Walikota tersebut adalah bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi dan “darurat demokrasi”.

Menurut juru bicara kelompok tersebut, Muhammad Syafiuddin, kritik yang disampaikan warga memiliki dasar faktual yang kuat, yakni Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Pontianak tanggal 18 Desember 2025.

“Kutipan pertimbangan majelis hakim merupakan fakta persidangan resmi. Hal ini menjadi dasar bagi warga negara untuk menyampaikan kritik sebagai bagian dari pengawasan publik,” ujar Syafiuddin dalam siaran persnya, Minggu (11/1/2026).

Persoalan ini berakar dari perkara korupsi HPL Pasir Panjang yang telah menjerat tiga pejabat Pemerintah Kota Singkawang yakni mantan Sekda Sumastro, mantan Kepala BKD Widatoto dan sekretarisnya, Parlinggoman. Sumastro divonis empat tahun tujuh bulan penjara. Widatoto dan Parlinggoman empat tahun tiga bulan .

Baca juga:  Hakim Perintahkan HGB PT PWG Singkawang Dicabut Terkait Korupsi

Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim menyatakan Walikota Singkawang telah melakukan perbuatan melawan hukum bersama pihak swasta dalam pembuatan perjanjian pemanfaatan tanah tanpa proses kajian yang patut secara hukum.

Atas dasar tersebut, Masyarakat Peduli Anti Korupsi Singkawang menyampaikan lima tuntutan utama:

  1. Polres Singkawang diminta menghentikan penyelidikan karena kritik tersebut merupakan hak konstitusional.
  2. Kejaksaan Negeri Singkawang didesak menindaklanjuti putusan pengadilan dan menelusuri pihak lain yang terlibat.
  3. Walikota Singkawang diminta menghentikan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap warga.
  4. Komnas HAM dan Polri diminta memantau dugaan pelanggaran kebebasan berekspresi ini.
  5. Masyarakat Sipil diajak bersolidaritas mengawal kasus ini sebagai perjuangan melawan korupsi.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum di Polres Singkawang dilaporkan masih dalam tahap penyelidikan.

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Penangkapan Judi Onli ePolres Kubu Raya

Hukum

Polisi di Kalbar Gerak Cepat Berantas Judi
Kejari Sumba Timur menggelar pers rilis penetapan tiga tersangka korupsi dana Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun Anggaran 2024.

Hukum

Kejari Sumba Timur Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Dana Pilkada
Grafis peluang positif pengusutan under pricing dan transfer pricing ekspor CPO.

Hukum

Bocor Triliunan Rupiah, Kejagung Bidik 10 Raksasa Sawit
pontianak-times.co.id

Hukum

Fakta Dibalik Gerebek Oknum BKD Pontianak
KPK tahan AKBP BK

Hukum

KPK Tahan AKBP BK Tersangka Suap Rp56 M
Narkoba dalam botol deodoran

Hukum

Rutan Bengkayang Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dalam Deodoran
Kondisi Jalan Desa Mengkalang

Hukum

Kejari Mempawah Usut APBDes Mengkalang
Habib Alwi Almuthohar diapit personil Tim Tabur.

Hukum

Tim Tabur Kejati Kalbar Tangkap Buronan Surat Palsu
error: Content is protected !!