Home / Hukum

Rabu, 17 Agustus 2022 - 12:28 WIB

3.865 Napi Kalbar Mendapatkan Remisi

Gubernur Kalbar secara simbolis menyerahkan remisi HUT RI ke 77 kepada narapidana, Rabu (17/8/2022) di Aula Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar

Gubernur Kalbar secara simbolis menyerahkan remisi HUT RI ke 77 kepada narapidana, Rabu (17/8/2022) di Aula Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar

Pontianak. Sebanyak 3.865 narapidana mendapatkan remisi atau pemotongan masa tahanan dari Kementerian Hukum dan HAM bersamaan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, Rabu (17/8/2022).

“Hari kemerdekaan ini juga menjadi hari kemerdekaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pemerintah memberikan apresiasi dalam bentuk kebijakan pengurangan masa menjalani pidana,” kata Pria Wibawa, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar.

Remisi tersebut, kata Pria Wibawa, bagi mereka yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi dan disiplin yang tinggi dalam mengikuti program pembinaan sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, dan Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang remisi.

Penerima remisi adalah WBP atau narapidana yang tersebar di 13 Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Tahanan, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak di Kalimantan Barat.

Meurut Pria Wibawa, pemberian remisi bukan serta-merta bentuk kemudahan bagi WBP untuk cepat bebas, tetapi upaya meningkatkan kualitas pembinaan, mendorong motivasi diri sehingga WBP mempunyai kesempatan dan kesiapan budaya adaptasi tinggi dalam proses masuk kembali ke dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Seperti diketahui, remisi adalah pengurangan menjalani masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan Anak yang memenuhi syarat dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Remisi tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 03 Tahun 2018.

Baca juga:  Penghargaan DJP untuk Laporan Keuangan

Hadir pada kesempatan pemberian remisi itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Kapolda Kalimantan Barat, Suryanbodo Asmoro yang secara simbolis memberikan SK Remisi kepada 4 perwakilan narapidana.

Gubernur juga sekaligus membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H Laoly. Yasonna berpesan kepada penerima remisi agar terus berperilaku baik dan taat kepada aturan yang berlaku di masyarakat.

“Manfaatkanlah momen ini sebagai motivasi untuk tetap berperilaku baik, taat pada aturan dan tetap mengikuti program pembinaan dengan tekun dan bersungguh-sungguh. Proses yang dijalani sekarang bukan penderitaan, namun sebuah proses pendidikan dan pembinaan untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya”, jelas Yasonna.

Tidak Sembarangan

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Pemasyarakatan Ika Yusanti mengatakan pemberian remisi tidak sembarangan. Terdapat syarat pemberian remisi bagi narapidana yang diberikan oleh menteri kepada narapidana yakni berkelakuan baik dan telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan.

Baca juga:  Kemenkumham Kalbar Gelar MIC di Singkawang

“Salah satu syaratnya adalah WBP tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu enam bulan terakhir, terhitung sebelum tanggal pemberian remisi. Selain itu, telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan Lapas dengan predikat baik,” jelas Ika Yusanti.

Lebih lanjut, Ika menjabarkan jumlah narapidana penerima remisi dari 3.865 orang ini terdiri dari 1.823 orang dengan pidana umum dan 2.042 orang kasus tindak pidana khusus berdasarkan PP Momor 28 tahun 2006/PP Nomor PP tahun 2012. Dari total 3.865 tersebut terdapat 3.786 orang yang mendapatkan remisi umum I atau pengurangan sebagian dan 79 orang mendapatkan remisi umum II atau langsung bebas.

Selain Gubernur dan Kapolda Kalbar, turut hadir secara langsung pada pemberian remisi itu Kepala BIN Daerah Kalbar, Perwakilan Ketua Pengadilan Tinggi Kalbar, Danlanud Supadio, Perwakilan Pangdam XII Tanjungpura, Kakanwil DJPB Kalbar, Perwakilan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Ombudsman RI Perwakilan Kalbar, Pimpinan Tinggi Pratama Kanwil Kemenkumham Kalbar dan Kepala UPT Pemasyarakatan dan Keimigrasian dalam Kota Pontianak.(dwi/rls)

Share :

Baca Juga

Penculik Bayi Pemangkat

Hukum

Hendak Dijual, Penculik Bayi Ditangkap
Sumastro Sekda Kota Singkawang yang tengah menghadapi sidang dugaan korupsi.

Hukum

Akibat Demo, Sidang Eksepsi Sumastro Pindah Lokasi
Lukas Enembe

Hukum

Gubernur Papua Lukas Enembe Ditangkap KPK
Denie Amiruddin SH MHum, Sekretaris Pengda Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Adminisitrasi Negara (APHTN-HAN) Kalbar, Senin (19/5/2025).

Hukum

Hai.. Apa Kabar Satgas Antipremanisme Kalbar
waterfront sambas

Hukum

MA Vonis Erwin 2 Tahun Penjara Perkara Waterfront Sambas
Akademisi Hukum Universitas Tanjungpura (Untan), Dr Hermansyah SH MHum

Hukum

Akademisi Hukum Apresiasi Sikap Kooperatif Ria Norsan
Paulus Andy Mursalin ditahan Kejati Kalbar

Hukum

Baru Dilantik, Anggota DPRD Kalbar Ditahan Jaksa
Tahanan KPK

Hukum

Adik Bupati Muna Pemberi Suap Ditahan KPK
error: Content is protected !!