Ketapang. Ratusan warga Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, menggelar aksi damai menuntut perbaikan layanan listrik, Jumat (3/10/2025).
Aksi yang digelar di depan Kantor PLTD Air Upas – Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tumbang Titi ini merupakan protes akibat seringnya pemadaman listrik. Pemadaman tersebut bahkan tanpa pemberitahuan maupun penanganan yang memadai.
“Kami berharap pihak PLN segera memperbaiki layanan agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu,” ujar Heriadi Wibowo, perwakilan warga.
Warga yang menggelar aksi damai ini berasal dari berbagai desa yang lokasinya menjadi cakupan layanan PLN ULP Tumbang Titi. Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan aparat kepolisian.
Pada kesempatan itu, warga menyampaikan tujuh tuntutan resmi kepada PLN, di antaranya percepatan penambahan kapasitas pembangkit, evaluasi kontraktor, transparansi jadwal pemadaman, pemenuhan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), hingga kompensasi bagi pelanggan terdampak.
Mereka menilai gangguan teknis yang berulang serta lambannya respons pengelola merugikan masyarakat. “Pemadaman mendadak maupun terjadwal semakin sering terjadi akibat defisit daya yang tak kunjung teratasi,” kata Wibowo.
Menanggapi hal tersebut, Manajer PLN ULP Tumbang Titi, Elang Perkasa M, menyatakan pihaknya sudah menyiapkan langkah konkret. Langkah itu antara lain percepatan perbaikan unit pembangkit yang ditargetkan selesai 15 Oktober 2025, serta program penambahan daya melalui proyek 6ND Jelai Hulu dan Marau pada November 2025.
“PLN berkomitmen memberikan pembaruan informasi secara berkala dan memenuhi TMP dengan melibatkan pemangku kepentingan dalam komunikasi rutin,” kata Elang.
Warga menyatakan akan terus mengawal realisasi janji tersebut dan siap melakukan aksi lanjutan apabila tidak ada perubahan signifikan dalam waktu dekat.[rls]
Update Berita, ikuti Google News


















