Home / Peristiwa

Selasa, 12 April 2022 - 00:54 WIB

Mengapa Massa Membenci Ade Armando?

Detik-detik menjelang Ade Armando dokeroyok massa pada demonstrasi, Senin (11/4/2022)

Detik-detik menjelang Ade Armando dokeroyok massa pada demonstrasi, Senin (11/4/2022)

Jakarta. Aktivis media sosial kontroversial sekaligus Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando, babak belur dan ditelanjangi massa dalam demo di depan Gedung DPR/MPR Senayan, Senin (11/4/2022) sekitar pukul 16.15 WIB.

Ade datang ke lokasi untuk memberikan dukungan atas tuntutan aksi massa mahasiswa pada siang hari itu. Ia tampak memakai kaos oblong hitam bertuliskan Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), dipadu celana panjang jeans warna gelap. Ia hilir mudik memantau kondisi sekitar lokasi demonstrasi bersama seorang rekannya yang mengenakan atribut bertuliskan PIS.

Bersamaan dengan kedatangan Kapolri dan Perwakilan DPR yang menemui massa sekitar pukul 15.00 WIB, saat itulah Ade terlihat bersitegang dengan ibu-ibu yang meneriakinya dengan sebutan provokator. Dari rekaman video yang memenuhi lini massa somed, Ade juga diteriaki sebagai penista agama, buzzer dan munafik.

Hanya dalam hitungan beberapa menit saja setelah cekcok mulut itu, terjadi serangan berupa pukulan dari kelompok bukan mahasiswa ke arah kepala Ade. Namun rekan satu timnya masih sempat menghalangi dan melindungi Ade dari serangan.

Baca juga:  Tim Evakuasi Korban Longsor Bengkayang

Jumlah massa yang banyak membuat Ade oleng dan tumbang saat celana panjangnya dilucuti massa. Ia pun tak tahan menahan pukulan yang datang silih berganti. Terlihat luka lebam pada bagian mata dan hidung mengeluarkan darah. Sungguh nahas, doktor ilmu sosial dan ilmu politik ini kemudian menjadi bulan-bulanan.

Ade terlihat menutupi mukanya dalam posisi meringkuk ke sebelah kanan. Beberapa orang kembali menendang bagian bokongnya yang hanya dilapisi celana dalam. Tak lama kemudian, beberapa orang dari aparat kepolisian membopong Ade masuk ke dalam Gedung DPR RI.

Massa malah merangsek melakukan pelemparan batu hingga kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata. Massa mundur dan bubar. Ade kemudian dibawa ke RS Siloam untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan pihak kepolisian dengan cepat mengungkap para pelaku yang terlibat dalam penganiayaan terhadap Ade Armando.

Baca juga:  Akal-akalan Pasar Beringin Singkawang
Narasi Publik

Kehadiran Ade Armando di lokasi aksi massa cepat beredar dari mulut ke mulut hingga melalui perangkat selular yang menginformasikan keberadaan Ade. Sosok yang kerap membuat pernyataan di chanel youtube, twitter dan facebook ini memang sangat kontroversial dan memancing reaksi publik.

Jejak digitalnya antara lain membuat konten meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di akun Facebooknya dengan alasan untuk kritik. Kemudian Ade Armando juga membuat narasi publik berupa status di media sosial tentang ‘Allah bukan orang Arab’.

Bukan itu saja, Ia juga membuat status soal Azan yang tidak suci, memajang foto Habib Rizieq bersama ulama lainnya mengenakan topi Santa Claus dan sejumlah statemen lainnya. Semua tindakan Ade tersebut dilaporkan warga dengan delik pelanggaran UU ITE, namun tanpa proses hukum. (ris)

Share :

Baca Juga

Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sambas Anwari, bersama Ketua DPN HKTI periode 2025-2030, Sudaryono pada acara Musyawarah Nasional (Munas) X HKTI di Jakarta.

Peristiwa

Wamentan Terpilih Aklamasi Ketua DPN HKTI
Ratusan warga mendatangi Kantor Bupati Mempawah memprotes terhadap keberadaan perusahaan sawit PT Aria Hijau Alam Lestari (AHAL), Senin (25/8/2025) pagi.

Peristiwa

Ratusan Warga Protes 13 Tahun PT AHAL Tanpa Manfaat
Jalan Ahmad Yani Pontianak

Peristiwa

Cek Pengalihan Arus Lalulintas 1 Juli 2023
HUT Kabupaten Kubu Raya ke 15

Peristiwa

Amanat Muda di Momen 15 Tahun Kubu Raya
pontianak-times.co.id

Peristiwa

Tjhai Chui Mie Mencoreng Rekor MURI Sicita
Haspawi Koordinator Tagana Kabupaten Sambas

Peristiwa

Tagana Sambas Imbau Warga Waspada Banjir
Bayi perempuan ditemukan di teras rumah kosong di tepi Jalan Negara, Desa Kaliau, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Jumat (19/9/2025) sekitar pukul 14.00 WIB

Peristiwa

Bayi Perempuan Ditemukan di Rumah Kosong
Kasat Lantas Polres Sambas, AKP Nanda Sulvy Pratama

Peristiwa

Delapan Prioritas Penindakan Operasi Keselamatan Kapuas 2026
error: Content is protected !!