Home / Peristiwa

Minggu, 19 Oktober 2025 - 23:23 WIB

Pria di Pemangkat Gantung Diri Usai Bertengkar dengan Istri

Tali bekas gantung diri D di sebuah Pekong Jalan Badak Putih, Pemangkat, Kabupaten Sambas.

Tali bekas gantung diri D di sebuah Pekong Jalan Badak Putih, Pemangkat, Kabupaten Sambas.

Sambas. Jangan tiru tindakan nekat pria di Pemangkat, D (28), yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri usai bertengkar via telepon dengan istrinya di Taiwan, Sabtu (18/10/2025) dini hari sekitar pukul 00.58 WIB

Jasad D tewas tergantung, tepatnya di sebuah Pekong di Jalan Badak Putih. Ia diduga depresi setelah sering bertengkar dengan istrinya yang bekerja di Taiwan. Hal itu diungkapkan ibu korban kepada pihak kepolisian.

Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo melalui Kapolsek Pemangkat AKP Ronald Deny Napitupulu membenarkan kejadian tersebut.

“Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya di Pekong samping rumah mereka. Saat itu, ibu korban melihat korban sudah tergantung menggunakan seutas kain berwarna merah,” ujar Ronald, Sabtu (18/10/2025).

Baca juga:  Depresi Impitan Ekonomi, Akhirnya Gantung Diri

Melihat kejadian itu, ibu korban berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Tetangga yang mendengar teriakan segera datang dan menurunkan tubuh korban ke lantai.

Mendapat laporan warga, petugas Polsek Pemangkat langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Pemangkat untuk pemeriksaan medis.

“Dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Ronald.

Bertengkar via telepon

Menurut keterangan ibu korban, sekitar pukul 24.00 WIB, korban sempat terlibat pertengkaran melalui sambungan telepon dengan istrinya yang sudah tiga tahun bekerja di Taiwan. Setelah menutup telepon, korban sempat memukul dinding kamar sebelum keluar rumah.

Baca juga:  Polsek Pemangkat Tangkap Tersangka 42 Paket Sabu

“Ibu korban menyampaikan, pertengkaran dengan istrinya memang kerap terjadi hampir setiap malam. Dugaan sementara, korban mengalami tekanan mental akibat masalah rumah tangga,” kata Ronald.

Kapolsek menegaskan bahwa Polsek Pemangkat telah melakukan penanganan sesuai prosedur dan akan tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan motif di balik peristiwa ini.

“Kami mengimbau masyarakat agar menjaga komunikasi yang baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Jika mengalami tekanan psikologis atau masalah pribadi, segera cari bantuan dari keluarga, sahabat, atau tenaga profesional,” pesannya.

Penulis: Jaynudin I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Barang bukti sabu-sabu

Peristiwa

Sat Resnarkoba Polres Sambas Tangkap Pengedar Sabu
Pemuda Pancasila

Peristiwa

Pemuda Pancasila Dukung Visi Misi Pontianak
Proses Evakuasi Korban Longsor PETI

Peristiwa

Korban PETI Bengkayang 5 Tewas 8 Selamat
Banjir Hebat Singkawang

Peristiwa

Singkawang Kembali Diterjang Banjir Hebat
MDMC Mempawah

Peristiwa

MDMC Mempawah Responsif Penanggulangan Banjir
Hendri Iswanto dan Suhartoyo

Peristiwa

21 Tahun Singkawang Jangan Lupakan Pejuang
pontianak-times.co.id

Peristiwa

Kemenkumham Kalbar Gelar Donor Darah HBI 72
Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) dan Gojek Kalbar membagikan atribut HUT RI ke-80, Minggu (10/8/2025).

Peristiwa

Aptrindo dan Gojek Kalbar Bagikan Atribut HUT RI 80
error: Content is protected !!