Home / Peristiwa

Minggu, 6 November 2022 - 15:15 WIB

Singkawang Kembali Diterjang Banjir Hebat

Banjir hebat kembali melanda Kota Singkawang, Minggu (6/11/2022)

Banjir hebat kembali melanda Kota Singkawang, Minggu (6/11/2022)

Singkawang. Banjir hebat kembali menerjang Kota Singkawang setelah kejadian serupa dua bulan lalu. Banjir kali ini merata dengan titik terparah di sekitar Gunung Sari dan Jalan Diponegoro, Minggu (6/11/2022).

Air mulai merangsek naik pada malam hari. Sungai meluap meskipun curah hujan biasa saja. Banyak lokasi yang bertahun-tahun tidak pernah banjir, justeru kali ini terimbas luapan air.

“Baru kali ini lokasi kediaman kami banjir. Air masuk ke rumah merendam peralatan rumah tangga, stok sembako dan lainnya,” kata Susi Wu, warga Perumahan Villa Permata Kaliasin Kelurahan Sedau, Singkawang Selatan kepada pontianak times.

Susi Wu adalah salah seorang korban banjir yang juga Anggota DPRD Kota Singkawang. Ia mengkritik kinerja Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie terkait penanganan banjir.

“Jangan lagi beralasan banjir karena faktor alam. Dari dulu juga kita tau kalau musim hujan, tetapi tidak seperti sekarang. Ini ada kesalahan tata kelola lingkungan,” ujar Susi Wu.

Menurut Susi Wu, faktor utama adalah pelanggaran Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dan penimbunan yang sesuka hati tanpa ada tindakan tegas pemerintah.

“Walikota juga lebih memikirkan taman-taman dan lupa memikirkan dampak fisik pembangunan terhadap alam dan lingkungan. Banyak saluran yang tertutup dan menjadi sempit,” ujarnya.

Hal lainnya, kata Susi Wu, adalah minimnya normalisasi sungai dan parit. Seharusnya pada tahun pertama menjabat sudah mulai membangun drainase dan fokus pada program untuk optimalisasi fungsi sungai dan saluran. “Setelah itu baru boleh mempercantik kota,” kata dia.

Pernyataan Susi Wu ini selaras dengan fakta terjangan banjir yang dalam dua bulan ini sudah dua kali terjadi. Pusat pemerintahan di Jalan Firdaus juga tak luput dari hantaman banjir.

Demikian pula di Jalan Hermansyah, Jalan Pemuda, pasar-pasar dan pemukiman penduduk seperti di Kelurahan Condong yang warga sudah mulai mengungsi. Di lokasi lain, ketinggian air sudah mencapai setinggi 20 sentimeter. Sarana vital seperti Rumah sakit Abdul Azis juga terimbas banjir.

Solusi

Susi Wu memberikan solusi agar pemerintahan ke depan di era Penjabat (Pj) pengganti Tjhai Chui Mie memprogramkan penanganan banjir secara total. Normalisasi sungai dan parit-parit yang sudah banyak sedimentasinya.

“Semuanya harus terintegrasi dan total hingga ke muara. Sebab, normalisasi yang tidak tuntas, tidak akan berhasil. Semoga saja di era Pj bisa dilaksanakan dan berlanjut pada periode pemerintahan berikutnya,” ujar Susi Wu.

Hal seanda dikemukakan aktivis lingkungan Singkawang, Hana yang memandang perlunya pemerintah untuk ramah terhadap lingkungan dalam menjalankan pembangunan fisik.

“Banjir sekarang ini lebih parah dari banjir dua bulan sebelumnya. Lokasi banjir makin meluas dan tidak ada saluran tempat air mengalir hingga ke muara. Sementara di muara juga seperti di kuala dua telah terjadi kerusakan lingkungan,” ujar Hana.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Tim SAR Gabungan

Peristiwa

Jenazah Pemancing Sungai Kapuas Ditemukan
Nelayan lolos dari maut

Peristiwa

Tersapu Angin, Nelayan Sungai Nipah Lolos dari Maut
pontianak-times.co.id

Peristiwa

Dua Kelompok Bersajam Bentrok di Beting
Kebakaran Balitbang Provinsi

Peristiwa

Api Melahap Bangunan Balitbang, SPBU Aman
Banjir Sambas

Peristiwa

Gawat, Kabupaten Sambas Terkepung Banjir
Momen walikota singkawang mengamuk

Peristiwa

Rangkuman Wako Tjhai Chui Mie Mengamuk
Munaslub Masika ICMI

Peristiwa

Metamorfosa Masika Menjadi Pemuda ICMI
Lakalantas KM32 Segedong

Peristiwa

KM 32 Segedong Telan Dua Nyawa
error: Content is protected !!