Home / Peristiwa

Rabu, 9 November 2022 - 15:33 WIB

Rangkuman Wako Tjhai Chui Mie Mengamuk

Capture tayangan video Walikota Tjhai Chui Mie saat mengamuk memarahi kontraktor pekerjaan di Singkawang, beberapa waktu lalu

Capture tayangan video Walikota Tjhai Chui Mie saat mengamuk memarahi kontraktor pekerjaan di Singkawang, beberapa waktu lalu

Singkawang. Menjelang berakhirnya masa jabatan Walikota (Wako) Singkawang pada 17 Desember 2022, berikut ini rangkuman Wako Tjhai Chui Mie (TCM) mengamuk.

Kamis (20/12/2018) TCM mengamuk dan marah habis-habisan kepada kontraktor proyek drainase di Jalan Sama-Sama Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. Ia meninjau lokasi pekerjaan tersebut.

Dalam tayangan video yang banyak disebar netizen itu, TCM terlihat dengan muka sangar mengenakan kemeja batik yang dipadu celana panjang cokelat. Staf dari pihak pelaksana pekerjaan berada berhadapan dengan TCM. Ia hanya terdiam melihat omelan TCM.

Kemarahan TCM kembali meledak ketika inspeksi mendadak, Jumat malam (13/09/2019). Ia meninjau pekerjaan proyek Penataan Kawasan Pusaka Kota Singkawang yang banyak dikeluhkan warga. Progress pekerjaan kala itu baru 55%, sedangkan sisa waktu hanya 8 hari lagi.

Proyek tersebut didominasi pekerjaan saluran sepanjang kawasan pertokoan dimulai dari jalan Diponegoro-Setiabudi-Budi Oetomo. Kondisinya terlihat semrawut. Ditambah kondisi banjir yang menambah rumit permasalahan.

Pendanaan proyek menggunakan APBN 2019 dari Kementrian PU PERA dengan pagu Rp14,4 Miliar lebih. Pelaksana pekerjaan yang memenangkan tender adalah PT Tesar Catur Nusa dengan nilai penawaran Rp13, 4 Miliar (buang 9,7%) dengan waktu pelaksanaan 113 Hari.

Senin (21/2/2022) sekitar pukul 15.00 WIB, TCM mengamuk membabibuta di ruang kerjanya ketika bertemu Anggota DPRD Singkawang Dido Sanjaya dan dua orang rekannya sesama legislator Singkawang.

Baca juga:  RSUD dan Lapas Terkena Banjir Singkawang

Ia melemparkan kotak tisu, toples kue, dan plakat ke arah tiga legislator tersebut. Tak hanya barang-barang itu, TCM juga melemparkan sebuah telepon genggam miliknya hingga membuat gaduh suasana dalam ruang kerjanya.

Kejadian ini disaksikan beberapa staf aparatur sipil negara (ASN) termasuk petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dengan kejaidan ini membuat pendukung Dido dari Partai Gerindra menggelar jumpa pers mengecam tindakan TCM.

Seperti diketahui, Dido adalah Anggota DPRD 2019-2024 dari Partai Gerindra Singkawang yang getol melancarkan kritik terhadap kebijakan TCM terutama terkait beberapa kasus Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Perda RTRW kemudian mendapat banyak penolakan dari anggota dewan. Termasuk saat pandangan akhir fraksi. Dua fraksi yakni Hanura dan PKB menolak. Hingga kina RTRW tersebut masih diperdebatkan meski sudah dalam bentuk Perda.

Kisah TCM marah-marah seolah sudah biasa dan sering terjadi meskipun luput dari ekspose media massa. Masalnya saja pada saat Hari Ulang Tahun (HUT) Pemkot Singkawang 17 Oktober 2022. Beberapa ASN malah banyak yang dibentak dan diancam mutasi.

Lawan Setimpal

Kebiasaan TCM selaku eksekutif yang suka marah-marah ini seolah mendapat lawan setimpal dari rivalnya di legislatif yakni Susi Wu. Anggota Dewan perempuan ini selalu lantang menyuarakan suara dan kepentingan rakyat kecil.

Baca juga:  Singkawang Kembali Diterjang Banjir Hebat

Jiwa humanis Susi Wu selalu berontak. Puncaknya ketika banjir hebat melanda Singkawang untuk yang kesekian kalinya, Minggu (6/11/2022). Ia mengkritik kondisi banjir di Kota Singkawang yang tidak terlepas dari program dan kebijakan TCM dalam tata kelola pembangunan.

Menurut Susi Wu, faktor utama banjir lantaran pelanggaran Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dan penimbunan yang sesuka hati tanpa ada tindakan tegas pemerintah.

“Walikota juga lebih memikirkan taman-taman dan lupa memikirkan dampak fisik pembangunan terhadap alam dan lingkungan. Banyak saluran yang tertutup dan menjadi sempit,” ujarnya saat diwawancara pontianak times.

Hal lainnya, kata Susi Wu, adalah minimnya normalisasi sungai dan parit. Seharusnya pada tahun pertama menjabat sudah mulai membangun drainase dan fokus pada program untuk optimalisasi fungsi sungai dan saluran. “Setelah itu baru boleh mempercantik kota,” kata dia.

Kekesalan yang memuncak terhadap hal itu, membuat Susi Wu mengeluarkan kata-kata makian kepada TCM selaku walikota.

“Apa gali-gali parit, kalau muara sungai tak diurus. Malah sibuknya bikin taman, bikin gerbang yang tak berguna. Buat apa yang tak berguna dibuat. Memang t*** c*m* bo**ba**, bikin kesal saja,” demikian bunyi ungkapan kekesalan Susi Wu di awal video yang viral tersebut.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Relawan Pascabanjir Sambas

Peristiwa

Rangkuman Aksi Relawan Pascabanjir Sambas
Rumah Abun Terbakar

Peristiwa

Rumah Milik Abun Ludes Terbakar
Tim SAR Gabungan

Peristiwa

Pekerja JSSB Ditemukan Tim SAR Meninggal
Loggo HMI

Peristiwa

Lima Ribu Kader HMI Bakal Kumpul di Pontianak
Mayat Tertimpa Sepeda Motor

Peristiwa

Heboh Mayat Tertimpa Sepeda Motor di Sekura
Sepmot Satlantas

Peristiwa

Sigap, Sepmot Patroli Ganjal Truk Mogok
Bripka Frengky

Peristiwa

Bripka Frengky Nihil Catatan Buruk
pontianak-times.co.id

Peristiwa

Fery Pimpin Ziarah HBI-72 di Makam Pahlawan
error: Content is protected !!