Home / Peristiwa

Senin, 1 Agustus 2022 - 16:21 WIB

Serpihan Roket, Indonesia Wajib Kirim Nota Protes

Ireng Maulana, Pengamat Sosial dan Politik alumnus IOWA University-US

Ireng Maulana, Pengamat Sosial dan Politik alumnus IOWA University-US

Pontianak. Pihak otoritas Indonesia diminta untuk serius memastikan serpihan roket yang jatuh di wilayah Sekayam Kalimantan Barat. Segera kirimkan nota protes kepada Pemerintah Tiongkok (China) karena dapat berbahaya jika itu terkait kepentingan surveillance.

Demikian dikemukakan Ireng Maulana, praktisi sosial politik yang mengkaji disiplin ilmu strategi perang di IOWA University United States kepada pontianak-times.co.id, Senin (1/8/2022).

“Pemerintah Indonesia harus segera memeriksa kebenaran rongsokan atau puing tersebut. Jika benar berasal dari serpihan roket milik China, maka segera minta klarifikasi dan nota protes ke pemerintah Tiongkok,” ujar Ireng Maulana.

Bagaimanapun, kata Ireng, resiko jatuhnya serpihan itu sangat tinggi dari sisi keamanan warga Indonesia. “Ini menyangkut keselamatan warga kita. Iya kebetulan jatuh di tanah lapang. Kalau jatuh menimpa rumah penduduk atau lokasi ramai manusia, maka akibatnya bisa parah,” ujar Ireng.

Baca juga:  Terungkap, Identitas Mayat Terapung di Perairan Peniti Luar Mempawah

Menurut dia, nota protes juga dimaksudkan untuk mengetahui apakah peluncuran roket ke orbit itu ada kaitannya dengan surveillance atau kepentingan pengawasan Indonesia oleh pihak luar. “Hal ini tentu akan menjadi persoalan keamanan dan strategi pertahanan negara. Jangan sampai Indonesia abai dan lalai soal ini,” ujarnya.

Pemerintah Tiongkok, kata Ireng, seharusnya sudah bisa memprediksi lokasi-lokasi mana yang akan dijatuhi serpihan roketnya itu. “Kenyataannya, tidak ada sama sekali warning dari Tiongkok untuk Indonesia,” papar Ireng.

Sebelumnya, logam berbentuk pipih ukuran 5×2 meter yang diduga serpihan roket, ditemukan di lahan sawit Desa Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Minggu (31/7/2022) pukul 17.00 WIB.

Benda padat diduga serpihan roket itu pertama kali ditemukan Yulius Thalib (68)di lahan sawit miliknya saat ia pergi ke kebun sawit untuk mengecek kebunnya itu. Tiba di lokasi, Yulius melihat benda tersebut sudah berada di tengah-tengah kebunnya.

Baca juga:  MPTB 4 Spektakuler untuk Indonesia

Beberapa hari sebelumnya, kawasan dirgantara Kalimantan Barat memang pernah dikejutkan oleh suara dentuman. Tak lama kemudian US Space Command mengkonfirmasi keberadaan roket sepanjang 30 meter jenis Long March 5B milik China dengan berat 22 ton, memasuki atmosfer bumi.

Setelah mengedrop pasokannya ke orbit, roket itu jatuh di Samudra Hindia dekat Sarawak yang berbatasan dengan Kalimantan Barat. China mengirimkan roket ke orbit untuk keperluan modul inti stasiun luar angkasa Tiangong.

Manned Space Agency milik China mengungkapkan serpihan roketnya akan jatuh di lokasi yang sama, dan kemungkinan besar sudah terbakar habis. Long March 5B membawa modul laboratorium menuju orbit stasiun antariksa milik China. Ketika memasuki atmosfer, badan roket akan hancur. Namun menyisakan bongkahan besar yang jatuh ke bumi.(rdo)

Share :

Baca Juga

Banjir Desa Sebatuan Pemangkat

Peristiwa

Jalan Nasional Sebatuan Diterjang Banjir
Kondisi Puskesmas Matang Suri, Kabupaten Sambas saat pasien IGD meninggal dunia.

Peristiwa

Pasien Meninggal di IGD Puskesmas Matang Suri, Dinkes Sambas Beraksi
Pembakaran mobil

Peristiwa

Mobil Warga Sambas Dibakar di Kuching
Jelajah Alam Melawi

Peristiwa

Ratusan Riders Kalbar Jelajah Alam Melawi
Kondisi longsor di Kabupaten Sanggau

Peristiwa

Bencana Banjir dan Longsor Hantam Sanggau
Kajari Ketapang Ricky Febriandi bersama Forkopimda saat ekspos pemusnahan barang bukti dari 83 perkaa yang telah inkrah.

Peristiwa

Insiden BB Kejari Ketapang Dipicu Senapan Lantak
Denie Serpihan Roket China

Peristiwa

Insiden Roket China, Indonesia Bisa Gunakan Konvensi Liability 1972
TIm SAR

Peristiwa

Tim SAR Temukan Anak Hilang Diterkam Buaya
error: Content is protected !!