Home / Peristiwa

Kamis, 22 September 2022 - 14:33 WIB

Polres Sintang Usut Kasus CPO Tumpah

Kepala Kepolisian Resort Sintang AKBP Tommy Ferdian SIK MSc

Kepala Kepolisian Resort Sintang AKBP Tommy Ferdian SIK MSc

Sintang. Polres Sintang terus mengusut kasus tumpahnya 25 kontainer Crude Palm Oil (CPO) di Bantaran Sungai Melawi Desa Tertung Kabupaten Sintang.

“Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan permintaan keterangan dari pihak terkait tumpahnya CPO tersebut mulai pihak perusahaan, supplier dan transportir maupun pembeli,” kata AKBP Tommy Ferdian SIK MSc, Kapolres Sintang kepada pontianak times, Kamis (22/9/2022).

Terhadap kemungkinan unsur tindak pidana pencemaran lingkungan dalam kasus itu, Tommy menjelaskan akan segera ke tahap penyidikan jika bukti-bukti telah terpenuhi. “Untuk itu, kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang sebagai lembaga bersertifikasi untuk uji air pasca tumpahnya CPO,” kata Tommy.

Baca juga:  Tim Putra Voli Landak Juara I Porprov XIII

Menurut Tommy, pengambilan sampel air untuk diuji telah dilakukan dan kami masih menunggu hasilnya. “Yang jelas masih berproses dan dalam tahap keterangan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kapal tongkang pengangkut 25 kontainer berisi CPO PT Wahana Plantation and Product (WPP) atau PT Julong karam di bantaran Sungai Melawi, Minggu (11/9/2022) sekitar pukul 20.00 WIB. Insiden itu terjadi saat pengisian CPO dari tong penampungan PT Julong ke dalam kontainer di atas kapal tongkang.

Satu kontainer CPO itu diperkirakan memiliki berat 20 hingga 27 ton CPO, satu kontainer diketahui kosong. Asumsinya CPO yang tumpah ke Sungai Melawi mencapai 648 ton. Kontainer yang sudah dievakuasi sebanyak 22 buah. Masih dicari 3 kontainer lagi hingga proses evakuasi, Kamis (22/9/2022).

Baca juga:  Mayat Tanpa Identitas Terapung di Sungai Depan RSUD Soedarso

Dampak dari kejadian itu masyarakat sekitar seperti warga di Desa Tertung hingga ke Desa Baning Kota Sintang yang memanfaatkan air sungai itu untuk aktivitas rumah tangga, mulai mengeluhkan kualitas air yang bercampur CPO.

“Sudah ada keluhan warga terhadap kondisi air bercampur CPO. Makanya kami juga mendorong pihak perusahaan untuk melakukan upaya pembersihan sungai menggunakan teknologi lingkungan,” kata Tommy.

Upaya pembersihan tersebut sudah berlangsung dalam tiga hari terakhir ini. “Tumpahan CPO itu diambil dan memang memerlukan proses untuk mengurangi tingkat kerusakan lingkungan,” ujar Tommy.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie

Share :

Baca Juga

Sebuah rumah warga di Jalan Antibar Kecamatan Mempawah Hilir, ambruk masuk ke sungai, Sabtu (26/7/2025).

Peristiwa

Rumah Warga Antibar Ambruk Akibat Pergeseran Tanah
Tersengat Listrik

Peristiwa

Pasang Baliho Caleg, Meninggal Tersengat Listrik
Foto ilustrasi tindakan brutal WNA asal Beiing China di Tumbang Titi Ketapang.

Peristiwa

15 WNA China Bertindak Brutal di Ketapang
pontianak-times.co.id

Peristiwa

Bentrok Beting Pontianak Akibat Utang Sabu
pontianak-times.co.id

Peristiwa

Dilantik Kapolri, Suryanbodo dan Sigid Tukar Posisi
Kajari Ketapang Ricky Febriandi bersama Forkopimda saat ekspos pemusnahan barang bukti dari 83 perkaa yang telah inkrah.

Peristiwa

Insiden BB Kejari Ketapang Dipicu Senapan Lantak
Bantuan BNPB untuk banjir Kabupaten Sanggau

Peristiwa

BNPB Serahkan Bantuan Banjir Tayan Hulu Sanggau
Kondisi Banjir di Kecamata Bonti Kabupate Sanggau

Peristiwa

Kecamatan Bonti Sanggau Terparah Dihantam Banjir
error: Content is protected !!