Home / Edukasi

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:45 WIB

Restorasi 21 Ribu Hektare Gambut, CarbonEthics Gandeng Lima Desa

Tim CarbonEthics dan Masyarakat Lokal Menjajaki Area Proyek

Tim CarbonEthics dan Masyarakat Lokal Menjajaki Area Proyek

Palangkaraya – CarbonEthics, perusahaan restorasi ekosistem, menjalin kerja sama dengan lima desa di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Selasa (6/1/2026).

Melalui proyek bertajuk Pulang Pisau PRESERVE, kolaborasi ini menargetkan restorasi lebih dari 21.000 hektare hutan gambut.

Lima desa yang terlibat dalam kemitraan ini adalah Desa Henda, Pilang, Simpur, Tumbang Nusa, dan Tanjung Sangalang. Kerja sama ini memosisikan masyarakat lokal sebagai mitra aktif dalam menjaga dan memulihkan ekosistem, bukan sekadar penerima manfaat.

Co-Founder & CEO CarbonEthics, Bimo Soewadji, menyatakan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama pelestarian hutan.

“Kami percaya ketika masyarakat berdaya, hutan akan terjaga dengan sendirinya. Perjanjian ini menegaskan adanya tanggung jawab selaras, transparansi, dan manfaat jangka panjang yang adil bagi masyarakat,” ujar Bimo dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga:  30 Armada Siap Angkut Mudik Gratis Presisi

Proyek ini tidak hanya berfokus pada pemulihan alam, tetapi juga kemandirian ekonomi. CarbonEthics bersama perwakilan desa telah merumuskan rencana pemberdayaan yang mencakup pengembangan kapasitas petani, kelompok perempuan, pelatihan organisasi, beasiswa, hingga potensi ekowisata.

Prinsip Hutan Lestari

Kepala Balai Perhutanan Sosial Banjarbaru, Eko Nopriadi, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menekankan pentingnya prinsip pengelolaan hutan lestari dalam implementasinya.

“Dengan niat baik bersama, kita laksanakan kolaborasi ini sesuai prinsip pengelolaan hutan lestari agar menghasilkan dampak positif bagi lingkungan dan warga,” tutur Eko.

Kabupaten Pulang Pisau menghadapi tantangan besar kebakaran hutan (karhutla) selama satu dekade terakhir, dengan laju kebakaran mencapai tujuh persen per tahun.

Untuk menekan angka tersebut, proyek Pulang Pisau PRESERVE menerapkan metodologi restorasi menyeluruh. Metode itu adalah Rewetting (pembasahan kembali lahan gambut), Revegetation (penanaman kembali hutan yang gundul) dan Revitalization (Pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat).

Baca juga:  Pasar Murah Beras 5 Kg di Pemangkat Diserbu Warga

Selain mencegah karhutla, proyek ini menjadi benteng perlindungan bagi biodiversitas langka yang masuk dalam Daftar Merah IUCN, seperti Orangutan, Kucing Merah, Owa Kalawat, dan Monyet Ekor Panjang.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap hak masyarakat lokal, CarbonEthics telah melaksanakan proses Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) melalui sosialisasi dan diskusi mendalam sebelum proyek dimulai.

“Besar harapan kami agar program ini benar-benar bermanfaat. Dengan pola kerja sama ini, semoga terwujud hutan yang lestari dan masyarakat yang sejahtera,” kata Rusli, perwakilan Lembaga Pengelola Hutan Desa Pilang.

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Sulhan anak nelayan asal Jawai Kabupaten Sambas

Edukasi

Anak Nelayan Asal Sambas Diwisuda Menteri
pontianak-times.co.id

Edukasi

H Syauqi Beri Motivasi WBP Lapas Pontianak
Poltesa

Edukasi

Perusahaan Jepang Berkunjung ke Poltesa
Nur Aulia Juara 1 Olimpiade Akuntansi Vokasi

Edukasi

Aulia Ukir Prestasi di Olimpade Akuntansi
pontianak-times.co.id

Edukasi

SMSI Jadi Gurita Media Siber di Indonesia
Tabligh Akbar Maulid Nabi

Edukasi

Ribuan Jamaah Hadir Tabligh Maulid di Mujahidin Pontianak
HUT Pramuka SMPN 1 Teluk Keramat

Edukasi

Pramuka Berjiwa Pancasila, Jaga NKRI
Muhammad Khusyairi

Edukasi

SMSI Kalbar Segera Gelar Diskusi Literasi Beretika
error: Content is protected !!