Home / Energi

Sabtu, 19 November 2022 - 12:30 WIB

PLTA Kayan Cascade Era Baru Energi Ramah Lingkungan

Penandatanganan perjanjian prinsip kerjasama proyek transisi energi antara PLN dan Sumitomo Corporation, Minggu (13/11/2022) di sela-sela perhelatan KTT G20 di Hotel Intercontinental Sanur Denpasar, Bali

Penandatanganan perjanjian prinsip kerjasama proyek transisi energi antara PLN dan Sumitomo Corporation, Minggu (13/11/2022) di sela-sela perhelatan KTT G20 di Hotel Intercontinental Sanur Denpasar, Bali

Bali. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade di Peso Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara merupakan era baru proyek energi yang ramah lingkungan.

“PLTA Kayan Cascade adalah bukti jika Indonesia mampu berkegiatan produktif yang sejalan dengan prinsip-prinsip ramah lingkungan,” kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Minggu (13/11/2022) di sela-sela perhelatan KTT G20 di Hotel Intercontinental Sanur Denpasar, Bali.

Menurut Moeldoko, proyek PLTA Kayan Cascade adalah era baru dari proses produksi energi di Indonesia. “Ini adalah sejarah dan jawaban masa depan,” ujarnya usai memberikan sambutan The Signing Ceremony of Principles Agreement for Project Cooperation Related to Energy Transition between PLN and Sumitomo Corporation.

Selain Moeldoko, hadir dalam acara itu Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Presiden Direktur Sumitomo Corporation Masayuki Hyodo, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi, dan Kepala Perwakilan Sumitomo di Indonesia Eko Hadipermana. Dari PT Kayan Hydro Energy (KHE) dihadiri Direktur Utama Andrew Suryali.

Proyek energi raksasa ini adalah salah satu bagian penting dari pemerintahan Presiden Jokowi. Fasilitas infrastruktur ini adalah proyek investasi terbesar di hampir 10 tahun belakangan. “Ini akan menjadi legacy dari pemerintahan Pak Jokowi,” kata Moeldoko.

PLTA Kayan Cascade berkapasitas 9000 Megawatt dengan nilai investasi total 17,8 miliar dollar AS ini juga merupakan bentuk nyata dari dukungan terhadap komitmen pemerintah Indonesia dalam Paris Agreement dan CPOP26 terkait ekonomi hijau.

Transisi Energi

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen dalam mempercepat transisi energi. Selain mematok target energi dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025, Presiden Joko Widodo juga menegaskan komitmen Indonesia dalam pemenuhan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Proyek PLTA Kayan Cascade ini sudah berjalan sejak 2011. Konstruksi bendungan pertama akan dimulai pada awal 2023 dan diperkirakan selesai pada tahun 2027.

Listrik yang dihasilkan oleh proyek PLTA ini akan menyuplai kawasan industri hijau yang dikembangkan PT. Indonesia Strategis Industri (ISI) dan kebutuhan listrik di Pulau Kalimantan pada umumnya.

Dengan terbangunnya PLTA Kayan Cascade maka daya tarik kawasan industri hijau ini akan semakin kuat bagi seluruh kalangan industri yang peduli pada pengurangan emisi karbon.

Selain itu, dalam rangka mendukung program percepatan transisi energi dan peningkatan energi terbarukan di dalam bauran energi nasional, melalui inisitif PLN, KHE dan Sumitomo Corp berkomitmen membantu percepatan pengurangan emisi karbon sesuai komitmen Pemerintah Indonesia di dalam Paris Agreement dan COP26. (biz/*)

Share :

Baca Juga

PLTS Temajuk

Energi

Warga Temajuk Nikmati Listrik Setelah 78 Tahun RI Merdeka
Ujicoba PLTU- IPP Kalbar 1 unit 2, Jumat (11/6/2021)

Energi

PLTU Bengkayang Tekan Impor Listrik Malaysia
SPKLU Sanggau

Energi

Fasilitas SPKLU Disambut Warga Sanggau
Maman Abdurrahman

Energi

Maman Ditodong Warga Desa Temajuk Paloh
PLTS Pulau Messah

Energi

Panel Surya di Pulau Terpencil Messah
PLTS Terapung Nusa Dua Bali

Energi

PLTS Nusa Dua Bali 100 kWp Diresmikan
PLTA Kayan Cascade

Energi

Sumitomo dan KHE Bangun PLTA Kayan Cascade
PLN Mempawah

Energi

Ramadan, Listrik Mempawah Tanpa Pemadaman
error: Content is protected !!