Home / Peristiwa

Selasa, 25 November 2025 - 05:29 WIB

Pertalite Cepat Habis, Warga Kuala Mempawah Protes

Antrean warga yang hendak membeli Pertalite di SPBU Kuala Mempawah.

Antrean warga yang hendak membeli Pertalite di SPBU Kuala Mempawah.

Mempawah — Warga Kuala Mempawah kembali dibuat resah akibat maraknya pengantri BBM Pertalite menggunakan motor bertangki modifikasi di SPBU Kuala Mempawah, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur.

Kondisi yang terjadi, Senin (24/11/2025) itu membuat Pertalite cepat habis dan menyulitkan warga yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.

Yanie, salah seorang warga mengungkapkan masalah ini sudah berlangsung cukup lama dan kini semakin merugikan masyarakat sekitar.

“Kita warga di sini susah sekali mendapatkan Pertalite. Kalau mau dapat, harus rela antre dan berpanas-panasan. Operator SPBU malah mengutamakan para pengantri itu dibanding masyarakat biasa,” keluhnya.

Ia menambahkan, jika warga memilih ke SPBU pada siang hari, mereka hampir pasti tidak kebagian Pertalite. Bahkan, beberapa warga diarahkan untuk mengisi Pertamax yang harganya lebih mahal.

Baca juga:  MyPertamina Hari Ini Berlaku di 5 Provinsi

“Aneh, SPBU di Kuala Mempawah bukannya memudahkan warga sekitar, malah seakan-akan ada kerja sama antara operator dan para pengantri untuk mencari keuntungan lebih,” ujarnya.

Keluhan serupa diungkapkan Iko, seorang pelajar dari Kelurahan Pasir Wan Salim. Ia mengaku sempat terlibat adu mulut dengan salah satu pengantri BBM yang menggunakan tangki modifikasi.

“Saya buru-buru mau ke sekolah, sudah hampir terlambat. Minyak di motor tinggal sedikit, jadi saya langsung ke SPBU. Bukannya diutamakan, malah pengantri itu tetap mengisi tangki modifikasi mereka. Saya komplain ke operator dan sempat terjadi adu mulut,” katanya.

Baca juga:  Ini Alasan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

Warga menilai keberadaan motor bertangki modifikasi tersebut menjadi penyebab utama Pertalite sering cepat habis, sehingga masyarakat yang datang untuk kebutuhan harian justru tidak terlayani.

Mereka berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait segera turun tangan menertibkan sistem pelayanan SPBU, termasuk praktik pengantri yang diduga mencari keuntungan pribadi.

“Kami ingin SPBU ini kembali melayani masyarakat dengan adil, bukan memprioritaskan oknum pengantri,” tegas warga.

Penulis: Rizki Firnanda I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban motor air tenggelam di Muara Jungkat Mempawah.

Peristiwa

Korban Motor Air Tenggelam Ditemukan Meninggal
Warga dan petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang menghanguskan rumah di belakang Pasar Sungai Pinyuh, Rabu (24/9/2025.

Peristiwa

Tiga Rumah di Belakang Pasar Pagi Sungai Pinyuh Terbakar
Kapolsek Sungai Raya

Peristiwa

Kapolsek Sungai Raya Cegah Stunting
Mudik Gratis Presisi Khatulistiwa 2023

Peristiwa

30 Armada Siap Angkut Mudik Gratis Presisi
Miras tangkapan Satgas Pamtas Aruk Malaysia

Peristiwa

Miras Berserakan di Perbatasan Dusun Aruk
Aksi massa karyawan PT Duta Palma Grup

Peristiwa

Karyawan dan Aparat Bentrok di Kebun Sawit Duta Palma Bengkayang
pontianak-times.co.id

Peristiwa

TCM Ngamuk Lempar Legislator Singkawang
Titik pusat gempa di Kabupaten Mempawah, Rabu (17/12/2025) malam, sekitar pukul 20.07 WIB.

Peristiwa

Gempa Tektonik Guncang Kabupaten Mempawah
error: Content is protected !!