Home / Hukum

Rabu, 6 September 2023 - 22:09 WIB

Korupsi Caleg Ditunda Hingga Pemilu Usai

Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin dan Inja Nomor 6 Tahun 2023

Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin dan Inja Nomor 6 Tahun 2023

Pontianak. Pengusutan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan ditunda sejenak hingga Pemilu 2024 usai. Penundaan itu berlaku bagi calon legislatif (Caleg) dan peserta Pemilu 2024.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Jaksa Agung (Inja) Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023, tentang Optimalisasi Peran Kejaksaan Republik Indonesia dalam Mendukung dan Menyukseskan Penyelenggaraan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024.

Inja RI Nomor 6 Tahun 2023 yang ditandatangani Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof Dr H ST Burhanuddin SH MM ini mulai berlaku sejak tanggal dikeluarkan, 21 Agustus 2023.

Inja Ri Nomor 6 Tahun 2023 memuat sebelas instruksi yang ditujukan kepada Jaksa Agung Muda Intelijen, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Kepala  Kejaksaan Tinggi, Kepala Kejaksaan Negeri dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri.

Kesebelas instruksi itu adalah, Kesatu: Melakukan langkah-langkah sesuai dengan tugas, fungsi, dan  kewenangannya  masing-masing guna mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan  Umum Serentak Tahun 2024 sebagaimana yang telah ditentukan dalam Peraturan KPU RI Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal  Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024.

Baca juga:  16 Adegan Rekonstruksi Pembunuh Mertua

Instruksi kedua, melakukan pemetaan terhadap potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan  (AGHT) sebagai bentuk deteksi  dan pencegahan dini dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum.

Ketiga, melakukan langkah-langkah strategis dalam rangka menciptakan penyelenggaraan Pemilihan Umum sesuai dengan prinsip serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keempat, melakukan  identifikasi  dan inventarisasi  terhadap segala bentuk potensi tindak pidana pemilihan umum, baik yang terjadi sebelum, pada saat, maupun setelah diselenggarakannya pemilihan umum.

Kelima, penanganan laporan tindak pidana korupsi yang melibatkan calon Presiden, calon Wakil Presiden, calon Kepala Daerah, dan calon anggota legislatif dilakukan secara cermat dan hati-hati.

Keenam, menunda proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi terhadap calon Presiden, calon Wakil Presiden, calon Kepala Daerah, dan calon anggota legislatif sejak ditetapkannya dalam daftar calon sementara sampai dengan selesainya seluruh tahapan dan jadwal  penyelenggaraan Pemilihan Umum.

Baca juga:  Setelah Tergenang, Spontan 'Bedengkang'
Tindak Pidana Korupsi

Secara khusus, dalam Inja tersebut menginstruksikan dalam hal penangan tindak pidana korupsi. Hal itu tertuang dalam Inja butir Ketujuh yang menyatakan, penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi terhadap calon Presiden, calon Wakil  Presiden, calon Kepala Daerah, dan calon anggota Legislatif sebelum dikeluarkannya Instruksi  ini tetap dilaksanakan sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kedelapan: Melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang   terkait dengan pelaksanaan  pemilihan umum.

Kesembilan: Menjaga dengan sungguh-sungguh marwah penegakan hukum untuk tidak digunakan sebagai  alat kepentingan dan/atau  politik praktis  bagi kelompok manapun  yang dapat        mempengaruhi dan/atau mengganggu penyelenggaraan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024.

Kesepuluh: Melaporkan pelaksanaan Instruksi ini kepada Jaksa Agung secara berjenjang pada kesempatan pertama. Kesebelas: Melaksanakan Instruksi ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

pontianak-times.co.id

Hukum

Modus Walikota Bekasi yang Terjaring KPK
Podcast perdana di Studio Satukata Podcast bersama Bhabinkamtibmas Polresta Pontianak.

Hukum

Satukata Podcast Kupas Peran Binmas Jaga Kamtibmas Digital
pontianak-times.co.id

Hukum

Akhir Kisah Dokter Pelempar Ambulans
pontianak-times.co.id

Hukum

5 Advokat Peradi Pontianak Bersaing Ketat
Gedung KPK

Hukum

Breaking News! KPK OTT Bupati Pemalang
Sri Mulyani

Hukum

Sri Mulyani Minta Klub Moge DJP Dibubarkan
Pelaku Pembuang Bayi

Hukum

Buruh Cuci Pembuang Bayi Ditangkap
Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sambas

Hukum

Zero Halinar Rutan dan Lapas, X-Ray Rusak
error: Content is protected !!