Home / Historia

Minggu, 9 Juni 2024 - 13:10 WIB

Hari Tenun, Tito Ajak Daftarkan HKI

Muhammad Tito Andrianto, Kakanwil Kemenkumham Kalbar melihat proses pembuatan kain tenun di arena Gelar Karya Kreatif

Muhammad Tito Andrianto, Kakanwil Kemenkumham Kalbar melihat proses pembuatan kain tenun di arena Gelar Karya Kreatif

Pontianak. Hari Tenun Nasinal 2024, Sabtu (8/6/2024) di Pontianak diperingati dengan Gelar Karya Kreatif DIALOK (Dibuat Anak Lokal) dan Talkshow.

Muhammad Tito Andrianto, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kalbar menghadiri kegiatan tersebut di Gedung Galeri Dekranasda Kalimantan Barat.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Melirik Wastra Kalbar Menjadi Usaha” ini, Tito didamping Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Hak Asasi Manusia Kanwil Kemenkumham Kalbar, Eva Gantini. Wastra adalah sebutan lain untuk warisan tradisional.

Tito mendukung penuh kegiatan seperti ini, bahkan dirinya mendorong agar tenun-tenun karya anak Kalbar dapat mendaftarkannya sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Kegiatan seperti sangat positif bagi kemajuan ekonomi daerah. Kami siap mendorong dan mendampingi pendaftaran HKI tenun-tenundi Kalbar. Hal ini sangat penting untuk melindungi karya tersebut dari pelanggaran hukum dan klaim dari pihak lain,” ucap Tito.

Baca juga:  Kanwil Kemenkumham Kalbar Baksos HBI 73

Menurut Tito tenun karya pengrajin di Kalbar dapat didaftarkan HKInya, baik itu KI Komunal ataupun Indikasi Geografis (IG).

Sampai saat ini data Kanwil Kemenkumham Kalbar mencatat enam kain tenun yang telah dicatatkan dan mendapatkan sertifikat KI Komunal dari Kementerian Hukum dan HAM. “Ada dua kain tenun yang masih dalam proses pencatatan untuk KI Komunal yaitu Tenun Ikat Sintang dan IG untuk Tenun Cual Sambas,” terang Tito.

Sementara itu, Pj Gubernur Provinsi Kalbar Harrison dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut. Gelar Karya Kreatif DIALOK ini sebagai upaya bersama para designer muda Kalbar yang giat untuk mempromosikan tenun khas Kalbar.

Baca juga:  Tenun Sambas Dinta Melesat Bersama Bank Kalbar Syariah

Menurutnya, kekayaan Wastra Kalbar perlu untuk terus dipromosikan, salah satunya melalui desain fashion yang menarik, dan berkualitas.

“Potensi wastra, dan budaya Kalbar memang sangat berpeluang untuk dikreasikan sehingga menjadi sumber inspirasi sebuah karya seni, baik itu berupa kerajinan maupun fashion,” ujar Harisson.

Kalimantan Barat, kata Harisson, memiliki potensi wastra yang cukup baik untuk terus dikembangkan, baik dari segi SDM maupun dari segi material yang dibutuhkan.

“Saya mengapresiasi designer muda Kalbar, yang turut mengembangkan dan mempromosikan wastra khas Kalbar, tentunya yang akan berdampak pada pergerakan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur Harisson.(dwi/rls)

Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Tiga generasi pengurus MABM Sambas

Historia

Tiga Generasi MABM Ajak Lestarikan Budaya
pontianak-times.co.id

Historia

Mencari Alasan Bongkar Gerbang Singkawang
pontianak-times.co.id

Historia

Tak Kenal Maka Tak Suka pada Borneo
Bapak Kepolisian

Historia

Ini Alasan Bapak Kepolisian Undur Diri
Kerabat Istana Amantubillah

Historia

Halal Bi Halal Amantubillah Segera Digelar
Bascamp Kambau Borneo, lokasi konservasi penyu di Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. (foto: edo/pontianak-times.co.id)

Historia

Ayo Ikuti Wisata Hewan Langka Penyu Paloh
Pontianak - Komunitas Viking Kolot (Koviko), perkumpulan para pecinta klub sepakbola Persib di Kalimantan Barat, mendukung penuh Pembangunan Masjid Agung 1001 Kubah di Kabupaten Sambas.

Historia

Koviko Dukung Masjid 1001 Kubah Sambas
Makam Juang Mandor

Historia

Makam Juang Mandor Kondisi Terkini
error: Content is protected !!