Home / Historia

Rabu, 19 Oktober 2022 - 11:43 WIB

Tiga Generasi MABM Ajak Lestarikan Budaya

kompak, H Burhanuddin A Rasyid, H Subhan Nur dan Misni Safari. Ketiganya adalah para ketua di eranya dalam tiga periode.

kompak, H Burhanuddin A Rasyid, H Subhan Nur dan Misni Safari. Ketiganya adalah para ketua di eranya dalam tiga periode.

Sambas. Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sambas semakin kompak. Kepemimpinan dari tiga generasi mengajak melestarikan adat istiadat dan Budaya Melayu Sambas.

Ketiga generasi itu adalah Ir H Burhanuddin A Rasyid Ketua MABM Kabupaten Sambas 2009-2014, H Subhan Nur Ketua MABM Kabupaten Sambas 2016-2021 dan Misni Safari Ketua MABM Kabupaten Sambas periode 2021-2026.

“Generasi muda kita di era modern seperti saat ini sudah dipengaruh teknologi, handphone android sudah menyasar anak-anak. Sehingga ini menjadi tantangan bagi kita dalam pelestarian budaya,” kata H Burhanuddin A Rasyid.

Pernyataan ini disampaikan tokoh yang biasa disapa Bang Dhe saat pengukuhan DPC MABM Kecamatan Sambas Periode 2021-2026, Selasa (16/10/2022).

Ia mengatakan, salah satu ciri orang Melayu Sambas tempo dulu pasti bisa mengaji. Ini harus dipertahankan, sehingga Melayu tidak hilang ditelan jaman, dan ini menjadi tugas MABM.

Baca juga:  Sambas Berdiri Kokoh Setelah 392 Tahun

“Adat budaya Melayu berlandaskan adat dan syara, harus dipertahankan dan dilanjutkan generasi kita ke depan. Termasuk menjelaskan makna dari budaya Saprahan yang merupakan adat budaya Melayu Sambas kepada generasi kita,” pesan Bang Dhe.

Di tempat yang sama, H Subhan Nur juga mengajak pengurus MABM untuk mengangkat kembali peradaban Melayu ditengah maraknya pengaruh luar yang cepat berkembang dalam masyarakat.

“Pelestarian budaya harus gencar. Jangan sampai sejarah Melayu hilang ditelan jaman. Generasi kita harus ditempa dengan kegiatan budaya, sehingga tetap lestari,” kata Subhan yang juga Anggota DPRD Kalbar.

Subhan yang sekarang menjadi Dewan Penasehat MABM Kabupaten Sambas ini mengajak pengurus MABM untuk mempersiapkan tangkai lomba pada Festival Seni Budaya Melayu (FSBM). Libatkan pemuda dalam lomba, termasuk melibatkan pelajar sekolah.

Baca juga:  1 Juli 1969 KKN Berganti Menjadi Kapolri

“Agar lomba dan permainan tradisional tetap lestari, perlu melibatkan generasi muda dalam lomba. Sehingga mereka mengetahui seni dan budaya Melayu Sambas, serta melestarikannya,” pesan tokoh Melayu Kabupaten Sambas yang eksis mengangkat khazanah Budaya Melayu Sambas.

Misni Safari Ketua MABM Kabupaten Sambas periode 2021-2026 berkomitmen mengangkat khazanah Melayu dengan kegiatan tangkai lomba di setiap kecamatan se Kabupaten Sambas.

“MABM bertugas menjaga khasanah Malayu, dan menjaga adat istiadat Melayu, termasuk pelestarian permainan tradisional budaya tempo kepada generasi muda Kabupaten Sambas,” ujar Misni Safari.

Ia berkomitmen mengangkat kembali seni budaya Melayu melalui FSBN. Saat ini MABM Kabupaten Sambas telah meminta setiap kecamatan mendata seni dan budaya untuk lomba pada FSBM Kalbar tahun 2024. (edo)

Share :

Baca Juga

Suasana seminar pengusulan RM Margono Djojohadikoesoemo menjadi Pahlawan nasional.

Historia

SMSI Kalbar Usulkan RM Margono Djojohadikoesoemo Pahlawan Nasional
Foto Raden Rubini

Historia

Rubini Kado Hari Pahlawan 10 November 2022
pontianak-times.co.id

Historia

SMSI Raih MURI, Anggota Terbanyak di Dunia
Pelantikan DAD Sajingan Besar Kabupaten Sambas

Historia

Bupati Sambas Hadir Pelantikan DAD Sajingan Besar
Peserta Seminar usulan RM Margono Djoyohadikusumo, kakek Prabowo Subianto Presiden RI, menjadi Pahlawan Nasional.

Historia

Usulan Kakek Prabowo jadi Pahlawan Nasional, Meluas
Peringatan Tahun Baru Islam

Historia

Pawai Obor 1 Muharam di Bundung Laut
Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie saat ekspos rumah adat tionghoa

Historia

Lahan Belum Beres, TCM Undang Pengusaha
Lambang Polri Tribrata

Historia

Polri Pernah Menjadi Bagian Kemendagri
error: Content is protected !!