Home / Edukasi

Rabu, 8 April 2026 - 17:38 WIB

Dai Ujung Tombak Ketahanan Pangan Perbatasan

Peserta dan tamu undangan Seminar Internasional dan Upgrading Dai garapan Parmusi Provinsi Kalimantan Barat.

Peserta dan tamu undangan Seminar Internasional dan Upgrading Dai garapan Parmusi Provinsi Kalimantan Barat.

Sambas – Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mendorong para dai bertransformasi menjadi agen pemberdayaan dan ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Pesan strategis ini disampaikannya saat membuka secara resmi Seminar Internasional dan Upgrading Dai bertema “Strategi Membangun Kedaulatan dari Daerah Perbatasan” di Kantor Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (7/4/2026). Agenda internasional ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (9/4/2026).

Menurut Wiyagus, Kabupaten Sambas bukan sekadar daerah perbatasan, melainkan beranda terdepan yang mencerminkan wajah Indonesia. Oleh karena itu, paradigma pembangunan tidak boleh hanya berkutat pada infrastruktur fisik.

“Pembangunan di wilayah ini juga menyangkut penguatan sumber daya manusia, ekonomi, sosial, dan ketahanan masyarakat,” ujar purnawirawan jenderal polisi bintang tiga tersebut.

Ia menegaskan, di era modern ini peran dai harus berevolusi. Dai tidak lagi sebatas penyampai pesan keagamaan secara lisan, tetapi dituntut menjadi penggerak pemberdayaan umat, penguat nilai kebangsaan, serta agen ketahanan pangan yang menjaga harmoni sosial sekaligus kedaulatan negara.

Baca juga:  Waspada Ancaman Krisis Pangan Dunia

Sejalan dengan Wamendagri, Bupati Sambas H. Satono memaparkan potensi besar geografi dan sumber daya alam wilayahnya, khususnya sebagai lumbung padi dan penopang pangan utama di Provinsi Kalimantan Barat.

“Kami berterima kasih atas kehadiran delegasi dari berbagai negara. Ini menjadi pemicu semangat untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat di beranda negara,” tutur Satono yang juga menjabat Ketua Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Kalbar.

Satono menaruh harapan besar agar para pendakwah dapat mengambil peran aktif membantu pemerintah dalam menyukseskan program-program strategis nasional, terutama di sektor ketahanan pangan.

komprehensif

Ketua Panitia Pelaksana, Erwin Mahrus, menjelaskan bahwa seminar ini dirancang untuk mempertemukan para pembuat kebijakan, akademisi, dan pendakwah dalam membahas ketahanan pangan serta pengembangan perbatasan secara komprehensif.

Baca juga:  Prabasa Narasumber Dialog Kepemimpinan

“Seminar ini diikuti 101 peserta yang mempresentasikan 65 paper. Kami menghadirkan empat keynote speaker utama dan enam pembicara undangan dari negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, Thailand, dan Indonesia,” papar Erwin.

Hadir pula dalam agenda tersebut Menteri Industri Makanan Sarawak, Konsul Jenderal RI Kuching, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Diskusi lintas negara ini diharapkan mampu menelurkan rekomendasi kebijakan konkret serta model pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Selain sesi akademik, kegiatan yang memperkuat kapasitas literasi keilmuan para dai ini juga dimeriahkan dengan pameran buku serta bazar UMKM yang difasilitasi oleh Diskumindag dan Dekranasda Kabupaten Sambas, dengan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan setempat.[edo]

Editor: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Pengunjung Ayani Megamall Pontiaak memenuhi area Semesta Buku yang dselenggarakan Gramedia.

Edukasi

Gramedia Gelar Semesta Buku 2025 di Pontianak
Calvin Sapta Wijaya

Edukasi

Calvin, Siswa Jago TOEIC se-Indonesia
Uji Kompetensi Penghafal Quran

Edukasi

300 Pelajar Ikut Uji Kompetensi Penghafal Quran
pontianak-times.co.id

Edukasi

H Syauqi Beri Motivasi WBP Lapas Pontianak
FEBS Institut Agama Islam Tazkia

Edukasi

FEBS Institut Tazkia Tingkatkan Mutu
Aksi Tanam Mangrove

Edukasi

Peserta Rakernas Sylva Indonesia Tanam Seribu Mangrove
Pelatihan Barista dan MUA

Edukasi

60 Disabilitas Perempuan Berlatih Barista dan MUA
pontianak-times.co.id

Edukasi

Lebih Mudah Tunaikan Zakat di Era Digital
error: Content is protected !!