Home / Politik

Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:44 WIB

Waspada Rekap Suara Siluman DPD-RI di Kalbar

Praktisi Hukum Jamaan Elvi Eluwis

Praktisi Hukum Jamaan Elvi Eluwis

Pontianak. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat diminta untuk mewaspadai rekap suara siluman pada proses perhitungan suara, khususnya Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

“KPU Kalbar perlu memberikan perhatian penuh terhadap proses perhitungan suara, terutama suara calon Anggota DPD RI, sebab rawan terjadi gugatan atau sengketa Pemilu,” kata Jamaan Elvi Eluwis SH MH, Praktisi Hukum Kalbar kepada pontianak-times.co.id, Sabtu (17/2/2024).

Pernyataan tersebut terungkap setelah munculnya berbagai indikasi suara ‘siluman’ yang dikhawatirkan tidak selaras dengan data C 1 Plano. “Kami menduga ada permainan yang massif dari beberapa orang calon anggota DPD RI Dapil Kalbar,” ujar Jamaan yang juga kerap disapa Buyung ini.

Baca juga:  Kapuas Raya, Janji Dua Dekade yang Menggantung

Buyung menjelaskan, data berseliweran di sosmed dan WAGs dapat menyesatkan karena belum dapat dipastikan kebenarannya. Data tersebut menyebutkan 16 besar calon DPD RI antara lain Daud Yordan dengan perolehan tertinggi 207.076, disusul Syarif Melvin 188.123, Erlinawati 167.609, dan Maria Goreti 140.622.

Posisi berikutnya, Rubaeti Erlita 131.881, Christiandy Sanjaya 116.484, Bride S Allorante 85.561, Corenlius Kimha 78.074 dan delapan calon DPD lainnya yang memperoleh suara berkisar 30 ribu hingga 70 ribuan. Dari para calon Anggota DPD RI dari Dapil Kalbar itu nantinya, hanya 4 orang saja yang bakal menjadi senator.

Baca juga:  Sayembara Berhadiah Tangkap Pelaku Politik Uang Pilgub Kalbar

Di tempat terpisah, Ketua KPU Provinsi Kalbar Muhammad Syarifuddin Budi yang dikonfirmasi menjelaskan semua data yang tersebar itu perlu divalidasi melalui mekanisme yang ada.

“Kalaupun ada data yang diperoleh dari Sistem Rekapitulasi atau SIREKAP, maka itu hanya menjadi pembanding. Yang diakui adalah berdasarkan data C 1 Plano,” ujar Budi.

Oleh karena itu, lanjut Budi, Sirekap hanya sebagai alat bantu. Kalaupun terjadi sengketa Pemilu, maka data yang disuguhkan adalah data manual termasuk C1 Plano. “Sirekap hanya sebagai alat bantu perhitungan,” kata Budi.

Penulis: R. Rido Ibnu Syahrie I Update Berita, ikuti Google News

Share :

Baca Juga

Calon Bupati Sambas Petahana Satono

Politik

Satono Blusukan Serap Aspirasi Warga
maman Abdurrahman

Politik

Maman Memutus Tradisi Partai Golkar Kalbar
Mulyadi dan Harti Hartidjah

Politik

Mulyadi Harti Serap Aspirasi RT dan RW
SK PPP untuk pasangan Satono Hero

Politik

Giliran PPP Bergabung, Satono-Hero Kantongi 33 Kursi
pontianak-times.co.id

Politik

900 Ribu Saksi MKGR Kawal TPS Pemilu 2024
Sidang Paripurna DPRD Melawi

Politik

Ternyata Kas Pemkab Melawi Sempat Kosong
anies dan ahy

Politik

Makin Dekat, Anies Sambut AHY di Formula E
Maman Abdurahman

Politik

Maman Mundur dari Bursa Pilgub Kalbar
error: Content is protected !!